STUDI RESISTENSI BEBERAPA JENIS GULMA PADI SAWAH TERHADAP HERBISIDA METIL METSULFURON DAN 2,4-D

GREGORIUS EDO PRAKOSO , 1424011005 (2018) STUDI RESISTENSI BEBERAPA JENIS GULMA PADI SAWAH TERHADAP HERBISIDA METIL METSULFURON DAN 2,4-D. Masters thesis, PASCASARJANA MAGISTER AGRONOMI.

[img] File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (44Kb)
[img] File PDF
TESIS FULL.pdf
Restricted to Hanya pengguna terdaftar

Download (1288Kb)
[img] File PDF
TESIS TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1289Kb)

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Resistensi gulma terhadap herbisida muncul akibat dari penggunaan jenis herbisida tertentu secara terus menerus dan dalam jangka waktu yang lama. Herbisida metil metsulfuron dan 2,4-D sudah lama digunakan pada padi sawah di Indonesia dengan intensitas yang cukup tinggi. Namun demikian, kasus resistensi gulma terhadap metil metsulfuron dan 2,4-D di Indonesia belum banyak dilaporkan dan diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) adanya resistensi Sphenoclea zeylanica dan Monochoria vaginalis terhadap herbisida metil metsulfuron, (2) adanya resistensi Cyperus difformis terhadap herbisida 2,4- D, dan (3) perbedaan sifat agronomis Sphenoclea zeylanica, Monochoria vaginalis dan Cyperus difformis yang resisten akibat terpapar herbisida metil metsulfuron dan 2,4-D dengan gulma yang tidak terpapar herbisida metil metsulfuron dan 2,4-D. Percobaan disusun dalam Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan 6 ulangan. Petak utama adalah tempat asal gulma yaitu gulma terpapar dan tidak terpapar herbisida, untuk percobaan metil metsulfuron digunakan gulma Sphenoclea zeylanica dan Monochoria vaginalis, sedangkan untuk percobaan 2,4-D digunakan gulma Cyperus difformis. Anak petak adalah dosis herbisida, untuk metil metsulfuron terdiri dari 7 dosis yaitu 0, 4, 8, 16, 32, 64, dan 128 g/ha, sedangkan untuk dosis 2,4-D terdiri dari 7 dosis yaitu 0, 865, 1730, 3460, 6920, 13840, dan 27680 g/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Sphenoclea zeylanica yang terpapar metil metsulfuron menunjukkan resistensi tingkat tinggi terhadap herbisida metil metsulfuron dengan nisbah resistensi 131, sedangkan Monochoria vaginalis yang terpapar metil metsulfuron tergolong sensitif terhadap herbisida metil metsulfuron dengan nisbah resistensi 1, (2) Cyperus difformis yang terpapar 2,4-D tergolong sensitif terhadap herbisida 2,4–D dengan nisbah resistensi 1,4, (3) Resistensi terhadap metil metsulfuron tidak ditemukan pada Monochoria vaginalis dan tidak ditemukan resistensi terhadap 2,4–D pada Cyperus difformis, dan (4) Resistensi terhadap metil metsulfuron menyebabkan bobot kering dan tingkat kehijauan daun pada Sphenoclea zeylanica lebih tinggi dibandingkan dengan Sphenoclea zeylanica yang tidak terpapar dan sensitif terhadap metil metsulfuron. Kata kunci : resistensi herbisida, Sphenoclea zeylanica, Monochoria vaginalis, Cyperus difformis, metil metsulfuron, 2,4-D. abstract Weed resistance to herbicides arises from the use of certain types of herbicides continously and over long periods of time. Methyl metsulfuron and 2,4-D herbicides have long been used in wetland rice in Indonesia with a high enough intensity. However, the case of weed resistance to methyl metsulfuron and 2,4-D in Indonesia has not been widely reported and investigated. The study aims to determine (1) the resistance of Sphenoclea zeylanica and Monochoria vaginalis to methyl metsulfuron herbicide, (2) the resistance of Cyperus difformis to 2,4-D herbicide, (3) the differences of agronomic trait of Sphenoclea zeylanica, Monochoria vaginalis and Cyperus difformis that are resistant to methyl metsulfuron herbicides and the sensitive ones. The research was arranged in Split Plot design with six replications. The main plot was the origin of weed : exposed and not exposed to herbicides. For methyl metsulfuron study, Sphenoclea zeylanica and Monochoria vaginalis weed species were used, while for 2,4-D study Cyperus difformis was used. The subplot has the dose of methyl metsulfuron herbicide : 0, 4, 8, 16, 32, 64, and 128 g/ha, whereas for the dose of 2,4-D herbicide consists of 0, 865, 1730, 3460, 6920, 13840, and 27680 g/ha. The results showed that (1) Sphenoclea zeylanica exposed to methyl metsulfuron showed high level of resistance to the methyl metsulfuron herbicide with a resistance ratio of 131, whereas Monochoria vaginalis exposed to methyl metsulfuron was classified as sensitive to methyl metsulfuron herbicide with a resistance ratio of 1, (2) 2,4-D exposed to Cyperus difformis was still sensitive to 2,4-D herbicide with a resistance ratio of 1,4, (3) Resistance to methyl metsulfuron was not found in Monochoria vaginalis and no resistance to 2,4-D was found in Cyperus difformis, (4) Resistance to methyl metsulfuron caused the dry weight and chlorophyll content of Sphenoclea zeylanica higher than the sensitive Sphenoclea zeylanica. Key words : herbicide resistance, Sphenoclea zeylanica, Monochoria vaginalis, Cyperus difformis, methyl metsulfuron, 2,4-D.

Jenis Karya Akhir: Tesis (Masters)
Subyek: > Pertanian ( Umum )
> Budidaya tanaman
Program Studi: Fakultas Pertanian dan Pascasarjana > Prodi Magister Agronomi
Pengguna Deposit: 188616389 . Digilib
Date Deposited: 22 Oct 2018 03:44
Terakhir diubah: 22 Oct 2018 03:44
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/36273

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir