PERANAN TIM TERPADU KABUPATEN PRINGSEWU DALAM MERESOLUSI KONFLIK TANAH REGISTER 22 WAY WAYA

Sofian, SERLY YOVICA ANDAYANI (2014) PERANAN TIM TERPADU KABUPATEN PRINGSEWU DALAM MERESOLUSI KONFLIK TANAH REGISTER 22 WAY WAYA. FISIP, Universitas Lampung.

[img]
Preview
Text
ABSTRACT.pdf

Download (9Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (8Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (109Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (183Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (106Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf

Download (112Kb) | Preview
[img] Text
BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (193Kb)
[img]
Preview
Text
BAB VI.pdf

Download (70Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (51Kb) | Preview
[img] Archive
LAMPIRAN.zip

Download (1764Kb)

Abstrak

The land conflict is one of a complex and prolonged problems, that need to be solved optimally. In process of resolving land conflicts sometimes even feared the emergence of new conflicts that occur between parties in conflict, so it needs an active role of the party who has the authority in moving towards conflict resolution. According to that statement, the Integrated Team of Pringsewu Regency took measures as the competent authority in the conflict resolution process occurs in the Register land of The North Subdistrict Pagelaran of Pringsewu Regency. To see how is the prominent role of Integrated Team Pringsewu Regency writer uses the expected role theory by Hendropuspio has state that to analysis this problem implementation in making resolution in the land conflict of Registers 22 Way Waya of The North Subdistrict Pagelaran of Pringsewu Regency. A descriptive qualitative research applied n the analysis, the approach using primary data and secondary data. The data collection techniques used are observation, interview and documentation,while in the data analyzing the writer used research qualitative method. According to Regent Decree No: B / 126 / KPTS/I.01 / 2012, the one two major responsibilities of the task force team. Firstly, identifying the cases of conflict. Secondly, facilitating the task force team from the pre to the past conflict. Moreover, several steps have to be taken in order to resolve the conflict for observing the location of the conflict and concluding with agencies. As the result, the research shows that the role of the task force teams, one as the mediator and fasilitator for the parts of the conflict. Keywords: Land conflict, Role of Integrated Team. Konflik tanah tergolong salah satu permasalahan yang kompleks dan bersifat berkepanjangan, sehingga diperlukan penyelesaian yang optimal. Dalam proses penyelesaian konflik tanah terkadang justru dikhawatirkan timbulnya konflik-konflik baru yang terjadi di antara pihak yang berkonflik, sehingga perlu adanya peranan aktif dari pihak yang memiliki wewenang dan otoritas dalam menuju kearah penyelesaian konflik. Berdasarkan hal tersebut Tim Terpadu Kabupaten Pringsewu bertindak sebagai pihak yang berwenang dalam proses penyelesaian konflik tanah Register yang terjadi di Kecamatan Pagelaran Utara Kabupaten Pringsewu. Untuk melihat bagaimana peranan yang dilakukan oleh Tim Terpadu Kabupaten Pringsewu dalam meresolusi konflik di tanah Register 22 Way Waya Kecamatan Pagelaran Utara Kabupaten Pringsewu penulis menggunakan teori expected role yang dikemukakan oleh Hendropuspio, teori ini menyebutkan bahwa dalam pelaksanaanya peranan menurut penilaian masyarakat. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penulis melakukan penelitian deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Adapun teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi, sedangkan pada analisis penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan Tim Terpadu dalam proses meresolusi konflik tanah di Register 22 Way Waya adalah sebagai mediator-fasilitator bagi pihak yang berkonflik, hal ini telah relatif berjalan sesuai dengan tugasnya berdasarkan Keputusan Bupati No: B/ 126/ KPTS/I.01 / 2012 yaitu pada tugas point pertama dan kedua; mengidentifikasi penyebab konflik, dan peranan Tim dalam memfasilitasi mulai dari sebelum, saat dan sesudah terjadi konflik. Langkah-langkah tindak lanjut yang diambil dalam proses penyelesaian konflik di antara pihak yang berkonflik adalah dengan melakukan peninjauan ke lokasi dan melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Kata Kunci: Konflik tanah, Peranan Tim Terpadu.

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: H Ilmu Sosial = Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
J Political Science > JS Local government Municipal government
Program Studi: Fakultas ISIP > Prodi Magister Ilmu Pemerintahan
Depositing User: Robidin
Date Deposited: 15 Jan 2014 08:04
Last Modified: 15 Jan 2014 08:04
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/446

Actions (login required)

View Item View Item