Novri Dwi Damayanti, 1014121142 (2014) RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) TERHADAP PEMBERIAN LIMA ISOLAT FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR DAN DUA TARAF DOSIS PUPUK NPK. Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (22kB) | Preview |
|
|
Text
COVER LUAR.pdf Download (10kB) | Preview |
|
|
Text
COVER DALAM.pdf Download (166kB) | Preview |
|
|
Text
LEMBAR PERSETUJUAN.pdf Download (173kB) | Preview |
|
|
Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf Download (210kB) | Preview |
|
|
Text
MOTO.pdf Download (82kB) | Preview |
|
|
Text
LEMBAR PERNYATAAN.pdf Download (287kB) | Preview |
|
|
Text
SANWACANA.pdf Download (87kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (140kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR GAMBAR.pdf Download (137kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR TABEL.pdf Download (150kB) | Preview |
|
|
Text
PERSEMBAHAN.pdf Download (82kB) | Preview |
|
|
Text
RIWAYAT HIDUP.pdf Download (142kB) | Preview |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (183kB) | Preview |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (230kB) | Preview |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (626kB) | Preview |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (689kB) |
||
|
Text
BAB V.pdf Download (7kB) | Preview |
|
|
Text
PUSTAKA ACUAN.pdf Download (184kB) | Preview |
Abstract
Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan salah satu primadona tanaman perkebunan yang memiliki arti penting bagi pembangunan perkebunan nasional dan sumber perolehan devisa negara. Budidaya tanaman kelapa sawit banyak dilakukan pada tanah ultisol yang mempunyai kendala kekahatan fosfor sehingga diperlukan perbaikan mutu di pembibitan dengan pemanfaatan fungi mikoriza arbuskular (FMA). Penelitian ini bertujuan untuk (1) menentukan jenis FMA terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan bibit kelapa sawit, (2) menentukan dosis pupuk NPK yang paling sesuai untuk bibit kelapa sawit, (3) mengetahui apakah respons bibit kelapa sawit terhadap jenis FMA dipengaruhi oleh dosis pupuk NPK, (4) menentukan dosis pupuk NPK terbaik untuk masing-masing jenis FMA. Penelitian menggunakan rancangan faktorial (6 x 2) dengan 5 ulangan dalam Rancangan Kelompok Teracak Sempurna (RKTS). Faktor pertama adalah jenis FMA yang digunakan yaitu i0 (tanpa mikoriza), i1 (Glomus sp. MV 23), i2 (Glomus sp. MV 26), i3 (Entrophospora sp. MV 22), (i4) (Entrophospora sp. MV 25), i5 (Entrophospora sp. MV 28). Faktor kedua adalah dosis pupuk NPK yaitu p1 (100 % dari dosis anjuran) dan p2 (50 % dosis anjuran). Kesamaan ragam antar perlakuan diuji dengan uji Barlett dan kemenambahan data diuji dengan uji Tukey. Pemisahan nilai tengah diuji dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi antara jenis FMA dan dosis pupuk NPK yang digunakan sehingga dapat diambil kesimpulan sebagai (1) respon bibit kelapa sawit terhadap inokulasi jenis FMA ditentukan oleh dosis pupuk NPK yang digunakan hanya pada tinggi tanaman, bobot kering akar, dan jumlah akar primer, (2) dosis optimum untuk masing-masing jenis FMA yang digunakan berdasarkan data bobot kering akar adalah kombinasi dosis pupuk NPK 100% dengan masing-masing jenis FMA, kecuali pada FMA jenis Entrophospora sp. Isolat MV 22.
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Subjects: | A General Works = Karya Karya Umum |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Prodi Agroteknolgi |
| Depositing User: | 871755 . Digilib |
| Date Deposited: | 27 Oct 2014 03:01 |
| Last Modified: | 27 Oct 2014 03:01 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/4781 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
