POTENSI PENDAFTARAN DAMAR MATA KUCING SEBAGAI INDIKASI GEOGRAFIS KABUPATEN PESISIR BARAT PROVINSI LAMPUNG

KORIN SURYANI SIRAIT, 1412011203 (2018) POTENSI PENDAFTARAN DAMAR MATA KUCING SEBAGAI INDIKASI GEOGRAFIS KABUPATEN PESISIR BARAT PROVINSI LAMPUNG. FAKULTAS HUKUM, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (292Kb)
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3423Kb)
[img] Text
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (3033Kb)

Abstrak

Damar mata kucing adalah salah satu jenis damar yang langka di dunia dan satu-satunya di Indonesia. Perkebunan damar mata kucing yang berada di Kabupaten Pesisir Barat merupakan perkebunan rakyat yang di usahakan turun-temurun, bahkan sudah dikelola sejak ratusan tahun yang lalu. Dalam tatanan kehidupan masyarakat Pesisir Barat, perkebunan damar menjadi bagian yang tak terpisahkan bahkan menjadi bagian dari jati diri masyarakat. Damar mata kucing menjadi komoditas unggulan Lampung dari Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dan memiliki kualitas yang tinggi serta reputasi yang baik di beberapa negara. Budidaya damar mata kucing juga memiliki manfaat yaitu membangun kelestarian ekologi lokal, sosial, budaya dan lembaga-lembaga ekonomi. Mengingat perkembangan perdagangan global yang semakin terbuka, damar mata kucing perlu didaftarkan agar pemanfaatan alam ini tidak di eksploitasi dengan menyampingkan keberadaan masyarakat asli. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah mengenai potensi pendaftaran damar mata kucing dan hambatan pendaftaran damar mata kucing sebagai Indikasi Geografis Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung. Penelitian ini adalah penelitian normatif-terapan dengan tipe penelitian deskriptif. Pendekatan masalah yang digunakan adalah pendekatan masalah eksploratoris. Data yang digunakan adalah data primer berupa wawancara narasumber serta data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Pengumpulan data yang dilakukan dengan studi pustaka, dokumen, dan wawancara yang dianalisis secara deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa damar mata kucing berpontensi didaftarkan sebagai Indikasi Geografis dari Kabupaten Pesisir Barat. Hal ini dikarenakan damar mata kucing memiliki kualitas yang tinggi, reputasi yang baik serta memiliki peluang ekonomi. Damar mata kucing juga berpotensi memenuhi syarat sesuai dengan Buku Persyaratan dalam Pasal 6 Ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2007 tentang Indikasi Geografis dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Namun dalam mewujudkan perlindungan hukum tersebut damar mata kucing mengalami beberapa hambatan antara lain: faktor hukumnya sendiri yakni sulitnya menemukan history dalam memenuhi syarat pendaftaran Indikasi Geografis sesuai Undang-Undang, kurangnya kepedulian pemerintah Provinsi Lampung dan pemerintah daerah Pesisir Barat, kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung pendaftaran Indikasi Geografis, serta lemahnya kesadaran hukum masyarakat Pesisir Barat. Kata Kunci: Potensi, Damar Mata Kucing, Indikasi Geografis

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: Hukum Pidana > KZ Law of Nations
Program Studi: Fakultas Hukum > Prodi Ilmu Hukum S1
Depositing User: 188372117 . Digilib
Date Deposited: 06 Dec 2018 03:29
Last Modified: 06 Dec 2018 03:29
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/54593

Actions (login required)

View Item View Item