Analisis Pertimbangan Hakim Dalam Penjatuhan Pidana Terhadap Anak Yang Melakukan Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan (Studi Putusan No. 622/PID/B(A)/2011/PN.TK)

Suparno, , Ari Siddiq Rismawan (2013) Analisis Pertimbangan Hakim Dalam Penjatuhan Pidana Terhadap Anak Yang Melakukan Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan (Studi Putusan No. 622/PID/B(A)/2011/PN.TK). Fakultas Hukum, Universitas Lampung.

[img]
Preview
Text
COVER DALAM.pdf - Published Version

Download (65Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (44Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
HALAMAN PERSETUJUAN.pdf - Published Version

Download (74Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
HALAMAN PENGESAHAN.pdf - Published Version

Download (60Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf - Published Version

Download (82Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB 1.pdf - Published Version

Download (201Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB 2.pdf - Published Version

Download (222Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB 3.pdf - Published Version

Download (69Kb) | Preview
[img] Text
BAB 4.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (239Kb)
[img]
Preview
Text
BAB 5.pdf - Published Version

Download (48Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (125Kb) | Preview
[img] Archive
LAMPIRAN.zip - Published Version

Download (370Kb)

Abstrak

Anak merupakan modal sumber daya manusia bagi pembangunan nasional serta generasi penerus bangsa yang mempunyai hak dan kewajiban ikut serta membangun negara dan bangsa Indonesia. Kualitas anak sangat ditentukan oleh proses dan bentuk perlakuan terhadap mereka dimasa kini. Sementara itu, anak yang melakukan tindak pidana, dalam hal pemidanaannya dinilai kurang efektif bila dijatuhi pidana penjara. Seharusnya ada suatu alternatif berupa tindakantindakan atau upaya-upaya lain yang dapat dilakukan untuk menangani dan menyelesaikan perkara anak yang melakukan tindak pidana sebagai pengganti pidana penjara. Hal ini menimbulkan permasalahan dalam skripsi ini yaitu apakah yang menjadi dasar pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan sanksi pidana penjara terhadap anak, dalam perkara pidana Nomor 622/PID/B(A)/2011/ PN.TK, dan bagaimanakah upaya-upaya serta tindakan-tindakan lain yang dapat dilakukan atau diusahakan dalam menyelesaikan perkara anak yang melakukan tindak pidana, tanpa harus menjalani hukuman penjara. Dalam melakukan penelitian untuk memperoleh bahan penulisan skripsi ini, maka penulis akan melakukan pendekatan secara yuridis normatif dan yuridis empiris. Suber data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Sampel dalam penelitian ini di ambil dari responden sebanyak (4) orang, yaitu: Hakim Anak pada Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjungkarang, (2) Orang dan Dosen pada bagian Hukum Pidana, Fakultas Hukum Universitas Lampung, (2) orang. Berdasarkan hasil penelitian mengenai Analisis Pertimbangan Hakim Dalam Penjatuhan Pidana Terhadap Anak Yang Melakukan Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan, dalam penjatuhan pidana penjara terhadap pelaku tindak pidana anak, didasarkan pada landasaan yuridis dan nonyuridis. Landasan yuridis didasarkan pada ketentuan hukum pidana materiil dan hukum pidana formil. Hukum pidana materiil yang dimaksud adalah adanya unsur-unsur delik atau unsur-unsur tindak pidana yang dilanggar. Unsur-unsur tindak pidana dalam arti luas terdiri dari unsur subjektif (dilakukan dengan sengaja atau kealpaan), unsur objektif (adanya perbuatan, menimbulkan akibat, keadaan-keadaan, sifat dapat dihukum dan sifat melawan hukum) dan adanya kemampuan bertanggungjawab serta tidak adanya alasan penghapus pidana (strafuitsluitings-grondery). Hukum pidana formil berkaitan dengan acara pemeriksaan perkara pidana anak dan kekuatan pembuktian atas suatu tindak pidana. Sedangkan landasan nonyuridis berkaitan dengan aspek sosiologis (latar belakang kehidupan anak, keadaan keluarga, pendidikan anak, ekonomi dan lingkungan masyarakat), aspek psikologis (berkaitan dengan kepribadian dan kejiwaan anak), serta aspek kriminologis (berkaitan dengan sebab-sebab kejahatan yang dilakukan oleh anak). Metode Diversi dan Restorative Justice menjadi suatu pilihan dan solusi yang tepat untuk menyelesaikan perkara pidana yang dilakukan oleh anak, karena didalamnya terdapat konsep yang mulia yaitu menempatkan kepentingan terbaik bagi anak dan tidak mengabaikan hak hak anak. Berdasarkan dari hasil penelitian dan pembahasan, maka saran yang dapat diberikan oleh penulis yaitu, putusan hakim dalam penjatuhan pidana penjara selama 3 (tiga) bulan pada Putusan Nomor 622/PID/B(A)/2011/PN.TK memang sudah sesuai dengan ketentuan Pasal 363 ayat (1) Ke-3, ke-4 Kitab UndangUndang Hukum Pidana (KUHP), yaitu tentang pencurian dengan pemberatan, serta peraturan perundang-undangan, namun jika mengingat stigma negatif atau cap jahat sebagai akibat dari pidana penjara, maka seyogyanya hakim memperhatikan dan dapat mempertimbangkan efek negatif bagi kelangsungan hidup anak. Hakim pun harus mengedepankan prinsip ultimum remidium. Dalam hal penegakan hukum, jika anak memang harus atau pantas di jatuhi pidana, maka penjatuhan pidana terhadap perkara anak seyogyanya hakim mengefektifkan jenis pidana bersyarat sebagai alternatif pidana penjara (terlebih penjara yang singkat), dan terlebih jika hakim dapat mengupayakan suatu tindakan-tindakan serta upayaupaya lain sebagai alternatif pemidanaan terhadap anak, maka hal itu akan lebih baik bagi anak. Kata Kunci : Pertimbangan Hakim, Pidana, Anak, Pencurian dengan Pemberatan.

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: Hukum Pidana >
L Education > LB Theory and practice of education > LB1501 Primary Education
Program Studi: Fakultas Hukum > Prodi Ilmu Hukum S1
Depositing User: A.Md Cahya Anima Putra .
Date Deposited: 20 Jan 2014 05:31
Last Modified: 20 Jan 2014 05:31
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/547

Actions (login required)

View Item View Item