KONVERSI NANOSELULOSA DARI KULIT PISANG KEPOK (Musa Paradisiaca L) MENJADI GULA ALKOHOL MENGGUNAKAN NANOKOMPOSIT Ni0,55Cu0,45Fe2O4 DI BAWAH PENGARUH SINAR UV

MATTHEW MARANATHA, 1417011073 (2018) KONVERSI NANOSELULOSA DARI KULIT PISANG KEPOK (Musa Paradisiaca L) MENJADI GULA ALKOHOL MENGGUNAKAN NANOKOMPOSIT Ni0,55Cu0,45Fe2O4 DI BAWAH PENGARUH SINAR UV. FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (233Kb)
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3891Kb)
[img] Text
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2694Kb)

Abstrak

Telah dilakukan konversi nanoselulosa dari kulit pisang kepok menjadi gula alkohol menggunakan nanokomposit Ni0,55Cu0,45Fe2O4. Nanoselulosa yang berhasil dibuat memiliki ukuran partikel 20,81 nm dengan indeks kristalinitas sebesar 19,28 %. Nanokomposit Ni0,55Cu0,45Fe2O4 berhasil dipreparasi menggunakan metode sol-gel dengan pektin sebagai agen pengemulsi yang kemudian dikalsinasi pada suhu 600 °C. Analisis jumlah situs asam menggunakan metode gravimetri menunjukkan nanokomposit Ni0,55Cu0,45Fe2O4 memiliki jumlah situs asam 1,42 mmol piridin/gram nanokomposit. Analisis jenis situs asam menggunakan Fourier Transform Infrared menunjukkan situs asam Lewis sebagai jenis situs asam yang mendominasi pada permukaan nanokomposit. Hasil analisis menggunakan X-Ray Diffractometer (XRD) menunjukkan nanokomposit memiliki fasa kristalin dominan yaitu NiFe2O4 dan CuFe2O4. Identifikasi struktur dan ukuran nanokomposit menggunakan Transmission Electron Microscope (TEM) menunjukkan terbentuknya struktur kubus khas dari spinel ferrite dengan rata rata ukuran partikel 30,89 nm. Analisis energi band gap dengan alat Diffuse Reflectance Spectrophotometer (DRS) menunjukkan bahwa nanokomposit Ni0,55Cu0,45Fe2O4 memiliki nilai energi direct band gap yaitu 1,99. Konversi nanoselulosa dilakukan di bawah pengaruh sinar UV pada waktu penyinaran 15, 30, 45, dan 60 menit dengan persentase tertinggi dari nanoselulosa yang terkonversi didapat pada waktu 45 menit sebesar 26 %. Uji Fehling pada sampel menunjukkan terbentuknya gula reduksi pada tiap variasi waktu yang digunakan. Uji kuantitatif menggunakan pereaksi DNS menunjukkan kandungan glukosa tertinggi dalam larutan hasil konversi sebesar 125 ppm pada waktu konversi 15 menit. Uji menggunakan High Performance Liquid Chromatography (HPLC) menunjukkan belum terdeteksinya gula alkohol sorbitol. Kata Kunci : Nanokomposit, nanoselulosa, sinar UV, konversi, gula alkohol CONVERSION OF NANOCELLULOSE FROM KEPOK BANANA PEEL (Musa Paradisiaca L) INTO SUGAR ALCOHOL USING Ni0,55Cu0,45Fe2O4 NANOCOMPOSITE UNDER THE IRRADIATION OF UV LIGHT The conversion of nanocellulose from kepok banana peel (Musa Paradisiaca L) has been carried out using Ni0,55Cu0,45Fe2O4 nanocomposite under UV irradiation. The nanocellulose that has been succesfully made has particle size of 20,81 nm and crystallinity index of 19,28 %. Ni0,55Cu0,45Fe2O4 nanocomposite was succesfully prepared using a sol-gel method with pectin as an emulsifying agent and calcined at 600 °C. Acidity analysis by gravimetry method resulted that Ni0,55Cu0,45Fe2O4 nanocomposite has acidity of 1,42 mmol pyridine/gram nanocomposite. Analysis of acid type using Fourier Transform Infrared Spectrophotometer (FTIR) revealed that Lewis acid are dominant on the nanocomposite surface. The result of analysis using X-ray Diffractometer (XRD) stated that Ni0,55Cu0,45Fe2O4 nanocomposite consist of a various crystal phase, such as NiFe2O4 and CuFe2O4. Identification of nanocomposite’s structure and size using Transmission Electron Microscope (TEM) showed the existence of a cube structure of the spinel with average particle size of 30,89 nm. The nanocomposite has the band gap value of 1,99 eV based on the results of analysis using Diffuse Reflectance Spectrophotometer (DRS). Nanocellulose conversion was tested under the UV light at irradiation time of 15, 30, 45 and 60 minutes with the highest percentage nanocellulose converted at 45 minutes by 26 %. The Fehling test in the sample showed the formation of reducing sugar in each sample. Quantitative test using 3,5-dinitrosalycyclic reagent showed the highest glucose content in the sample solution of 125 ppm at 15 minutes conversion time. Analysis of sugar alcohol content using High Performance Liquid Chromatography (HPLC) showed that sorbitol has not been detected. Keyword : nanocomposite, nanocellulose, UV light, conversion, sugar alcohol.

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: Q Science (General) > QD Chemistry
Program Studi: Fakultas MIPA > Prodi Kimia
Depositing User: 188696510 . Digilib
Date Deposited: 21 Dec 2018 01:38
Last Modified: 21 Dec 2018 01:38
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/54783

Actions (login required)

View Item View Item