IMPLEMENTASI ASEAN-AUSTRALIA-NEW ZEALAND FREE TRADE AGREEMENT (AANZFTA) DALAM HUBUNGAN PERDAGANGAN INDONESIA-AUSTRALIA, DAN INDONESIA-NEW ZEALAND TAHUN 2013-2017

Riska Nurhafizhah, 1516071116 (2019) IMPLEMENTASI ASEAN-AUSTRALIA-NEW ZEALAND FREE TRADE AGREEMENT (AANZFTA) DALAM HUBUNGAN PERDAGANGAN INDONESIA-AUSTRALIA, DAN INDONESIA-NEW ZEALAND TAHUN 2013-2017. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
FIle PDF
ABSTRAK.pdf

Download (11Kb) | Preview
[img] FIle PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (5Mb)
[img]
Preview
FIle PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (5Mb) | Preview

Abstrak

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Agreement (AANZFTA) dalam hubungan perdagangan Indonesia�Australia dan Indonesia-New Zealand pada tahun 2013-2017 dengan menggunakan konsep kepentingan nasional, teori perdagangan bebas, teori keunggulan komparatif, serta BAB II Trade in Goods sebagai inti AANZFTA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jenis dan sumber data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari situs resmi AANZFTA, situs resmi Pemerintah Indonesia, Australia, dan New Zealand, situs bonafit lainnya, dan penelitian sejenis terdahulu. Sementara, teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan kajian dokumen, dan penelitian kepustakaan. Lalu, teknik analisis data melalui tahapan reduksi data, penyajian, dan verifikasi dengan teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi teori. Adapun penelitian berfokus pada implementasi kebijakan penyeragaman tarif dan kebijakan spesialisasi produksi di antara Indonesia-Australia, dan Indonesia-New Zealand. Berdasarkan hasil penelitian, implementasi kebijakan penyeragaman tarif berupa pengurangan atau penghapusan tarif yang ditetapkan sesuai dengan perjanjian dan menguntungkan Indonesia dari jumlah komoditas HS 2012 yang masih ditetapkan tarifnya dibandingkan penetapan tarif oleh Australia dan New Zealand. Sedangkan, implementasi kebijakan spesialisasi produksi Australia dan New Zealand memiliki pola yang sama, yaitu produk keduanya didominasi komoditas jadi, sementara produk Indonesia didominasi komoditas mentah dan setengah jadi. Namun, Indonesia terbukti melanggar pasal 8 terkait lisensi impor BAB II Trade In Goods, AANZFTA dalam kasus WTO DS477. Kata kunci : ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Agreement, AANZFTA, implementasi, kebijakan penyeragaman tarif, kebijakan spesialisasi produksi, perdagangan Indonesia dan Australia, perdagangan Indonesia dan New Zealand. The purpose of this research is to find out the implementation of the ASEAN�Australia-New Zealand Free Trade Agreement (AANZFTA) in Indonesia-Australia and Indonesia-New Zealand trade relations in 2013-2017 by using national interest concept, free trade theory, comparative advantage theory, and Chapter II Trade in Goods as the core of AANZFTA. This research uses descriptive qualitative method with the types and sources of data used is secondary data obtained from the official website of AANZFTA, official sites of the Government of Indonesia, Australia and New Zealand, other bonafide sites, and previous similar researches. Meanwhile, the data collection technique of this research uses document studies, and library research. Then, the technique of analyzing data through the stages of data reduction, presentation, and verification by using theory triangulation as data validity technique. The research focuses on the implementation of uniformity tariffs and production specialization policies between Indonesia-Australia and Indonesia-New Zealand. Based on the results of this research, the implementation of the tariff uniformity policy in the form of tariffs reduction or elimination already in accordance with the agreement and Indonesia getting benefit of it which has more tariffs are still set compared to tariffs set by Australia and New Zealand. Meanwhile, the implementation of production specialization policy of Australian and New Zealand has the same pattern which both of theirs products are dominated by finished commodities, while Indonesian products are dominated by raw and semi-finished commodities. However, Indonesia has been proven to violate Article 8 regarding the import license of CHAPTER II Trade In Goods, AANZFTA in the case of WTO DS477. Keywords: ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Agreement, AANZFTA, implementation, tariff uniformity policy, production specialization policy, Indonesia and Australia trade, Indonesia and New Zealand trade

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: > H Social Sciences (General)
Program Studi: Fakultas ISIP > Prodi S1-Hubungan Internasional
Pengguna Deposit: UPT . Desi Zulfi Melasari
Date Deposited: 17 Mar 2022 05:57
Terakhir diubah: 17 Mar 2022 05:57
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/54823

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir