KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) SEMI INTENSIF DI DESA PURWOREJO KECAMATAN PASIR SAKTI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

Muhammad Mutakin, 1114111037 (2018) KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) SEMI INTENSIF DI DESA PURWOREJO KECAMATAN PASIR SAKTI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR. F. PERTANIAN, Universitas Lampung.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (11Kb) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (969Kb)
[img] Text
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (753Kb)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0b)

Abstrak

Budidaya udang di Desa Purworejo dimulai sejak tahun 1980-an. Produktivitas budidaya udang di wilayah ini pernah mengalami puncak keberhasilan pada tahun 1998 dengan rata-rata produksi 200 kg/ha dengan udang windu (Penaeus monodon) sebagai komoditas utama. Penurunan produktivitas sampai 120kg/ha kemudian terjadi akibat menurunnya kualitas lingkungan dan benur rentan terhadap infeksi penyakit. Salah satu upaya peningkatan produktivitas tambak dapat dilakukan dengan beralih budidaya yaitu budidaya udang windu beralih ke budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei). Tujuan penelitian ini adalah untuk memperlajari kelayakan usaha budidaya udang vaname semi intensif pada lahan budidaya udang windu. Penelitian ini di laksanakan di dua kelompok tani tambak udang yaitu Sido Makmur dan Lestari Gemilang yang terletak di Desa Purworejo, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus dan menggunakan uji deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya udang vaname dapat menghasilkan 10.804.45 kg udang dengan luas tambak 3 ha dan mencapai keuntungan Rp. 407,025,500 dengan rasio B/C sebesar 1,7. Pada budidaya udang windu mencapai 725 kg luas tambak 5 ha dengan keuntungan Rp. 13,660,000 dengan rasio B/C sebesar 1,2. Budidaya udang vaname semi intensif lebih menguntungkan dibandingkan dengan budidaya udang windu sehingga layak untuk dikembangkan oleh masyarakat desa. Kata kunci: analisis usaha, budidaya udang vaname, Lampung Timur, masyarakat pesisir, produktivitas ABSTRACT Shrimp cultured in Purworejo Village begun in the 1980s. Productivity of shrimp farming in this region, had experienced a peak of success in 1998 with an average production of 200 kg/ha with black tiger shrimp (Penaeus monodon) as the main commodity. Productivity decreases to 120 kg/ha due to decreasing environmental quality and susceptible of post larvae to disease infections. One effort to increase the productivity of ponds can be done by switching the cultivation of black tiger shrimp to Pacific white leg (Litopenaeus vannamei) cultured. The purposed of this study was to evaluate the business feasibility of semi intensive cultured of Pacific white leg shrimp. This research was carried out in two shrimp farmer groups namely Sido Makmur and Lestari Gemilang located in Purworejo Village, Pasir Sakti District, East Lampung Regency. The type of research used is a case study and uses descriptive tests. The results showed that Pacific white leg shrimp culture can produce 10804 kg/3 ha and achieved a profit of Rp. 407,025,500 with a net B/C of 1.7. Moreover, black tiger shrimp cultured may resulted 725 kg/5 ha with a profit of Rp. 13,660,000 with net B/C of 1.2. This study concluded semi-intensive Pacific white leg shrimp is profitable than black tiger shrimp cultured. It is also feasible to be developed by the village community. Keywords: business analysis, white shrimp cultivation, East Lampung, coastal communities, productivity

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: Pertanian > Budidaya . Perikanan . Angling
Program Studi: Fakultas Pertanian > Prodi Budidaya Perairan
Depositing User: 188203649 . Digilib
Date Deposited: 21 Dec 2018 02:54
Last Modified: 21 Dec 2018 02:54
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/54902

Actions (login required)

View Item View Item