ANALISIS FINANSIAL PEMANFAATAN AMPAS TEBU (BAGASSE) SEBAGAI BAHAN BAKAR PEMBANGKIT LISTRIK DI PT GUNUNG MADU PLANTATIONS

SILVA ANGGUN LARASATI , 1314131101 (2018) ANALISIS FINANSIAL PEMANFAATAN AMPAS TEBU (BAGASSE) SEBAGAI BAHAN BAKAR PEMBANGKIT LISTRIK DI PT GUNUNG MADU PLANTATIONS. Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (1322Kb) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2460Kb)
[img]
Preview
Text
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2462Kb) | Preview

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial dan titik impas pembangkit listrik. Penelitian ini merupakan studi kasus pada PT Gunung Madu Plantations, Lampung. Penelitian dilakukan pada Mei 2017. Data dianalisis menggunakan analisis kuantitatif. Penelitian ini menggunakan analisis finansial dan analisis Break Even Point (BEP). Investasi pembangkit listrik di PT Gunung Madu Plantations secara finansial layak dilaksanakan, dengan NPV sebesar Rp1.437.425.146.844, Net B/C sebesar 7,00, Gross B/C sebesar 1,81, IRR 34,84 persen, payback periode 1,75. Jumlah pendapatan dan listrik yang dihasilkan PT Gunung Madu Plantations telah mencapai titik impas. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan BEP adalah Rp32.548.133.618 dan produksi listrik BEP adalah 49.994.808 KWh. Kata kunci: Ampas tebu, Break Even Point, Analisis finansial. abstract This research aimed to analyse the financially of feasibility and break even point of power plant. This is a case study at PT Gunung Madu Plantations, Lampung. Data collecting was conducted in May 2017. Data were analyzed using financially analysis and break even point analysis. The investment of power plant at PT Gunung Madu Plantations financially is feasible, with NPV velue of Rp1.437.425.146.844, Net B/C of 7,00 , Gross B/C of 1,81 , IRR of 34,84 percent, and payback periode of 1,75. Amount of revenue and electricity produced by PT Gunung Madu Plantations has reached break even point. The result of this analysis shows that the average of BEP revenue is Rp32.548.133.618 and BEP electricity production is 49.994.808 KWh. Key words : Bagasse, Break Even Point, Financially analysis.

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: H Ilmu Sosial = Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Pertanian > Pertanian ( Umum )
Program Studi: Fakultas Pertanian > Prodi Agribisnis
Depositing User: 188843980 . Digilib
Date Deposited: 27 Dec 2018 03:02
Last Modified: 27 Dec 2018 03:02
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/55054

Actions (login required)

View Item View Item