KERAGAAN BENIH IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer )YANG DIPELIHARA PADA WARING APUNG DI TAMBAK DENGAN PADAT TEBAR BERBEDA PADA FASE PENDEDERAN

MAOLYA UTAMI TRI AGUSTINE , 1414111041 (2018) KERAGAAN BENIH IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer )YANG DIPELIHARA PADA WARING APUNG DI TAMBAK DENGAN PADAT TEBAR BERBEDA PADA FASE PENDEDERAN. FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (305Kb) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2459Kb)
[img]
Preview
Text
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2298Kb) | Preview

Abstrak

Kendala utama dalam budidaya kakap putih pada fase pendederan adalah tingginya mortalitas pada fase pemeliharaan benih karena adanya kanibalisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui padat tebar optimal pada pendederan benih kakap putih yang dipelihara pada waring apung. Penelitian menggunakan 4 kepadatan (250, 500, 750, dan 1000 ekor/m3) dan 3 ulangan. Panjang rata – rata benih kakap putih yang digunakan 4 – 5 cm, pemeliharaan selama 30 hari dipelihara dalam waring berukuran 1 x 1 x 1,5 m3. Pakan yang digunakan dalam penelitian adalah pakan komersil dengan pemberian secara ad libitum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat tebar berbeda berpengaruh terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan panjang mutlak, tetapi tidak berpengaruh terhadap konversi pakan. Kelangsungan hidup tertinggi pada padat tebar 250 ekor/m3, panjang mutlak tertinggi pada padat tebar 250 ekor/m3. Kata kunci : ikan kakap putih, kanibalisme, padat tebar PERFORMANCE OF SEABASS SEED (Lates calcarifer) WHERE REARING IN HAPPA WITH DIFFERENT DENSITY ON NURSERY PHASE The main constraints in seabass fish farming is high mortality in nursery phase is the high mortality in the seed maintenance phase due to cannibalism The aimed of this research is to determine the optimal stocking density in nursery of seabass which is maintained in where rearing in happa. The study used 4 densities (250, 500, 750 and 1000 fish/m3) and 3 replications. Seabass fingerling with length 4 – 5 cm for 30 days in rearing in happa sizzed 1 x 1 x 1,5. The feed used in the study was commercial feed with ad libitum. The results showed that different stocking densities affected the survival and growth of absolute length, but did not affect feed conversion. The highest survival rate is 250 fish / m3 stocking density, the absolute length is highest for 250 fish/ m3 stocking densities. Keywords : seabass, cannibalism, stocking density

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: Pertanian > Budidaya . Perikanan . Angling
Program Studi: Fakultas Pertanian > Prodi Budidaya Perairan
Depositing User: 188367828 . Digilib
Date Deposited: 02 Jan 2019 03:26
Last Modified: 02 Jan 2019 03:26
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/55131

Actions (login required)

View Item View Item