ADAPTASI FUNGI DARI SPONS PERAIRAN LAUT LAMPUNG UNTUK MENDEGRADASI GLUKOSAMIN DARI KULIT UDANG

DIVA AMILA, 1417011030 (2018) ADAPTASI FUNGI DARI SPONS PERAIRAN LAUT LAMPUNG UNTUK MENDEGRADASI GLUKOSAMIN DARI KULIT UDANG. FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (249Kb)
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1618Kb)
[img] Text
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1618Kb)

Abstrak

Glukosamin umumnya diproduksi melalui hidrolisis eksoskeleton hewan laut dan fermentasi mikroorganisme. Pada penelitian ini glukosamin didegradasi dari limbah kulit udang menggunakan mikroorganisme berupa jamur yang berasal dari spons laut. Ada 2 jenis jamur yang digunakan yaitu jamur 03 mw dan jamur 08(2). Kedua jamur ini berhasil diadaptasikan pada media kulit udang dalam waktu 7 hari, hal ini menunjukkan kedua jamur dapat digunakan untuk memproduksi glukosamin karena dapat menghasilkan enzim kitinase. Waktu optimum produksi glukosamin oleh kedua jamur berada pada pengukuran hari ke-3 yaitu dengan konsentrasi glukosamin 52,1 mg/L pada jamur 03 mw dan 49,3 mg/L pada jamur 08(2). Berdasarkan uji KLT, dalam supernatan dari kedua jamur menunjukkan adanya senyawa glukosamin ditandai dengan karakteristik warna yang terbentuk pada spot noda kedua sampel dan standar adalah sama. Uji lebih lanjut menggunakan HPLC dan diperoleh data pada kromatogram memiliki waktu retensi sebesar 1,335 menit pada jamur 03 mw dan jamur 08(2) mempunyai waktu retensi 1,366 menit, sedangkan waktu retensi standar glukosamin 500 ppm sebesar 1,262 menit. Perbedaan waktu retensi yang tidak jauh berbeda antara sampel dan standar menunjukkan pada sampel berupa supernatan dari kedua jamur adalah senyawa glukosamin. Oleh karena itu, jamur 03 mw dan jamur 08(2) dapat digunakan sebagai mikroorganisme baru untuk memproduksi glukosamin yang didegradasi dari limbah kulit udang. Kata Kunci : Glukosamin, Kulit Udang, Kromatografi Lapis Tipis (KLT), High Performance Liquid Chromatography (HPLC) ABSTRACT Glucosamine is generally produced through exoskeleton hydrolysis of marine animals and microorganism fermentation. In this study glucosamine was degraded from the waste of shrimp skin using microorganisms in the form of fungi originating from sea sponges. There are 2 types of fungi used, namely fungi 03 mw and fungi 08 (2). Both of these fungi were successfully adapted to shrimp skin media within 7 days, this indicates that both fungi can be used to produce glucosamine because it can produce the enzyme chitinase. The optimum time for glucosamine production by the two fungi was in the measurement of the third day with the concentration of glucosamine 52.1 mg / L on the fungi 03 mw and 49.3 mg / L on the fungi 08 (2). Based on the TLC test, the supernatant of the two fungi showed the presence of glucosamine compounds characterized by the characteristics of the color formed on the spot stain both the sample and the standard were the same. Further testing using HPLC and data obtained on the chromatogram having retention times of 1.335 minutes on fungi 03 mw and fungi 08 (2) had a retention time of 1.366 minutes, while the standard retention time of glucosamine was 500 ppm at 1.262 minutes. The difference in retention time which is not much different between the sample and the standard shows that the sample in the form of a supernatant from both fungi is a glucosamine compound. Therefore, fungi 03 mw and fungi 08 (2) can be used as new microorganisms to produce glucosamine which is degraded from shrimp skin waste. Keywords: Glucosamine, Shrimp Skin, Thin Layer Chromatography (TLC), High Performance Liquid Chromatography (HPLC).

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: Q Science (General) > QD Chemistry
Program Studi: Fakultas MIPA > Prodi Kimia
Depositing User: 188587632 . Digilib
Date Deposited: 09 Jan 2019 04:56
Last Modified: 09 Jan 2019 04:56
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/55179

Actions (login required)

View Item View Item