ANALISIS EKONOMI PENGUNAAN MESIN PEMANEN PADI COMBINE HARVESTER DI KECAMATAN SRAGI, LAMPUNG SELATAN

ALLAN SEPTIAWAN , 1414071007 (2018) ANALISIS EKONOMI PENGUNAAN MESIN PEMANEN PADI COMBINE HARVESTER DI KECAMATAN SRAGI, LAMPUNG SELATAN. FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (9Kb)
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1195Kb)
[img] Text
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1196Kb)

Abstrak

Kecamatan Sragi memiliki lahan sawah dengan jumlah total luas panen 5.249 hektar dengan jumlah produksi padi sawah 28.728 ton. Saat ini proses pemanenan padi di kecamatan Sragi sudah beralih menggunakan mesin Combine harvester, karena memiliki luas lahan sawah datar yang luas. Selain meningkatkan efisiensi panen dengan pengurangan waktu panen bila di bandingkan dengan tenaga kerja manusia (pemanenan tradisional). Penelitan ini bertujuan untuk melihat kelayakan ekonomi penggunaan mesin combine harvester tipe crown (CCH-2000). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan metode survei yang didapat dari wawancara menggunakan borang kuesioner kepada responden yang dianggap dapat mewakili. Penelitian dilakukan pada bulan mei, parameter yang diukur adalah kapasitas lapang efektif dengan ukuran lahan penelitian 26 x 48 meter menggunakan mesin Combine Harvester. Hasil penelitian menunjukan bahwa usaha penyewaan mesin pemanen padi combine harvester di Kecamatan Seragi, Lampung Selatan layak secara finansial yang ditunjukan oleh nilai biaya pokok Rp 1.172.731/ha. Pada harga sewa Rp 2.400.000 dengan NVP sebesar Rp 539.201.257/tahun; B/C Ratio sebesar 1,47; IRR sebesar 63%; dan Payback Periode 1,45 tahun Kata kunci: Combine havester, Analisis kelayakan, BEP, Biaya tetap, Biaya tidak tetap. ABSTRACT Sragi Subdistrict has paddy fields with a total harvested area of 5,249 hectares with 28,728 tons of paddy rice production. Currently the rice harvesting process in Sragi sub-district has switched to using a Combine Harvester machine, because it has a large flat rice field area. In addition to increasing crop efficiency by reducing harvest time when compared to human labor (traditional harvesting). This study aims to look at the economic feasibility of using crown type combine harvester machines (CCH-2000). The method used in this study is a quantitative method using a survey method obtained from interviews using questionnaires to respondents who are considered able to represent. The study was conducted in May, the parameters measured were effective field capacity with a size of 26 x 48 meter research land using the Combine Harvester machine. The results showed that the leasing of combine harvester rice harvesting machines in Seragi District, South Lampung was financially feasible as indicated by the value of the principal cost of Rp. 1,172,731 / ha. At the rental price of Rp. 2,400,000 with NVP of Rp. 539,201,257 / year; B / C ratio of 1.47; IRR of 63%; and Payback for 1.45 years Keywords: Combine havester, Feasibility Analysis, BEP, Fixed costs, Non-fixed costs.

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: H Ilmu Sosial = Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Pertanian > Pertanian ( Umum )
Teknologi > Mesin (General). Mesin Sipil (General)
Teknologi > Mesin (General). Mesin Sipil (General)
Mesin (General). Mesin Sipil (General)
Program Studi: Fakultas Pertanian > Prodi Teknik Pertanian
Depositing User: 188877301 . Digilib
Date Deposited: 17 Jan 2019 06:52
Last Modified: 17 Jan 2019 06:54
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/55216

Actions (login required)

View Item View Item