PENGARUH PERSENTASE BAHAN CAMPURAN ASPAL DAUR ULANG TERHADAP KARAKTERISTIK MEKANIK CAMPURAN ASPAL PANAS LAPISAN AC – WC (ASPHALT CONCRETE – WEARING COURSE)

SOFYAN RAMADHAN, 1415011134 (2019) PENGARUH PERSENTASE BAHAN CAMPURAN ASPAL DAUR ULANG TERHADAP KARAKTERISTIK MEKANIK CAMPURAN ASPAL PANAS LAPISAN AC – WC (ASPHALT CONCRETE – WEARING COURSE). FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
FIle PDF
ABSTRAK.pdf

Download (280Kb) | Preview
[img] FIle PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (3331Kb)
[img]
Preview
FIle PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (3331Kb) | Preview

Abstrak

Penanganan kerusakan jalan dengan menggunakan metode greenroads merupakan salah satu solusi untuk permasalahan sumber daya alam. Metode ini menggunakan cara recycling dari pembongkaran lapis perkerasan lama untuk dijadikan sebagai bahan campuran lapis perkerasan yang baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan material Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) sebagai bahan material campuran untuk digunakan kembali sebagai bahan lapis AC – WC (Asphalt Concrete – Wearing Coarse). Serta menentukan persentase terbaik antara bahan campuran aspal daur ulang dari bahan RAP dan material baru untuk lapis perkerasan AC – WC (Asphalt Concrete – Wearing Coarse). Penelitian ini menggunakan material RAP yang diperoleh dari hasil pengerukan lapis perkerasan lentur di Jalan Soekarno – Hatta, Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan variasi persentase penggunaan RAP sebesar 25%, 50%, dan 75% serta menggunaan aspal penetrasi 60-70. Hasil dari penelitian ini diperoleh Untuk nilai stabilitas maksimum pada penggunaan RAP 25% didapat 1300,320 kg, sedangkan untuk penggunaan RAP 50% didapat 1076,468 kg dan untuk RAP 75% memiliki nilai stabilitas maksimum sebesar 966 kg. Dari ketiga variasi penggunaan RAP memiliki nilai karakteristik campuran dan karakteristik marshall yang memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga. Nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) untuk persentase penggunaan RAP 25% diperoleh sebesar 5,8%. Sedangkan untuk penggunaan RAP sebesar 50% diperoleh nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 5,6%. Dan penggunaan RAP sebesar 75% diperoleh nilai Kadar Aspal Optimum sebesar 5,4%. Semakin tinggi penggunaan persentase RAP maka Kadar Aspal Optimum (KAO) yang diperoleh semakin kecil. Keyword : RAP (Reclaimed Asphalt Pavement), Kadar Aspal Optimum (KAO), Asphalt Concrete – Wearing Coarse (AC – WC) Handling road damage using the greenroads method is one solution to the problem of natural resources. This method uses a recycling method of dismantling the old pavement layers to be used as a mixture of new pavement layers. This study aims to determine the use of Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) material as a mixture of materials to be used. again as a new pavement material. And determine the best percentage between recycled asphalt mixture from RAP and new material for AC - WC (Asphalt Concrete - Wearing Coarse) pavement. This research uses RAP material obtained from the dredging of flexible pavement layers on Jalan Soekarno-Hatta, Bandar Lampung. This study uses variations in the percentage of RAP use by 25%, 50%, and 75% and uses asphalt penetration of 60-70. Asphalt mixture testing conducted in this study used a Marshall Test with a soaking time of 30 minutes at 60 °C. The characteristics of asphalt mixture quality review include Stability, Flow value, Void In The Mix (VIM), Void Filled With Asphalt (VFA), Void Mineral Aggregate (VMA), Marshall Quostient (MQ), and Density value in the mixture. The results of this study were obtained for the maximum stability value on the use of 25% RAP obtained 1300,320 kg, while for the use of 50% RAP obtained 1076,468 kg and for RAP 75% has a maximum stability value of 966 kg. Of the three variations in the use of RAP it has mixed characteristics and marshall characteristics that meet the General Specifications of Bina Marga. The Optimum Asphalt Content (KAO) value for the percentage of RAP use of 25% was 5.8%. As for the use of RAP of 50%, the Optimum Asphalt Level (KAO) value of 5.6% is obtained. And the use of RAP of 75% obtained Optimum Asphalt Levels of 5.4%. The higher the use of RAP percentage, the Optimum Asphalt Level (KAO) obtained is getting smaller. Keyword: RAP (Reclaimed Asphalt Pavement), Optimum Asphalt Levels (KAO), Asphalt Concrete - Wearing Coarse (AC - WC)

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan
Program Studi: Fakultas Teknik > Prodi S1-Teknik Sipil
Pengguna Deposit: UPT . Teti Novianti
Date Deposited: 26 Mar 2022 12:30
Terakhir diubah: 26 Mar 2022 12:30
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/56283

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir