SINTESIS DAN KARAKTERISASI POLIPADUAN POLI ASAM LAKTAT (PLA) DAN POLI ɛ-KAPROLAKTON (PCL) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BENANG BEDAH OPERASI DENGAN EMULSIFIER GELATIN

Dhia Hawari, 1417011025 (2019) SINTESIS DAN KARAKTERISASI POLIPADUAN POLI ASAM LAKTAT (PLA) DAN POLI ɛ-KAPROLAKTON (PCL) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BENANG BEDAH OPERASI DENGAN EMULSIFIER GELATIN. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (375Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (4Mb)
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (4Mb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Pada penelitian ini telah dilakukan sintesis Poli Asam Laktat (PLA) dan Poli ɛ�kaprolakton (PCL) yang banyak digunakan dalam aplikasi biomedis karena rentan terhadap pembelahan rantai hidrolitik maupun enzimatik sehingga mudah dimetabolisme dalam tubuh manusia. Hal ini sangat berguna untuk aplikasi biomedis, terutama benang operasi. Untuk meningkatkan fleksibilitas bahan, maka ditambahkan emulsifier berupa gelatin. Metode sintesis dilakukan dengan memadukan polimer PLA dan PCL sehingga menghasilkan lembaran film polipaduan. Uji degradasi memberikan hasil terbaik pada perbandingan komposisi PLA/PCL 4:1 yang memiliki persentase sebesar 3,06% dalam NaCl 0,9%; 1,98% dalam buffer fosfat pH 6; 2,83% dalam buffer fosfat pH 7 dan 4,8% dalam buffer fosfat pH 8. Nilai kekuatan mekanik terbesar dimiliki polipaduan dengan perbandingan komposisi PLA/PCL 1:1 sebesar 13,06 N/mm2 belum memenuhi standar benang operasi komersil. Hasil analisis FTIR menunjukkan adanya interaksi fisika antara PLA dan PCL, dibuktikan dengan munculnya spektrum yang sama antara PLA dan PCL sebelum dan sesudah dipadukan. Analisis TGA menunjukkan polipaduan mengalami penurunan stabilitas termal dibandingkan dengan polimer penyusunnya akibat interaksi antarpolimer yang rendah. Analisis SEM menunjukkan polipaduan memiliki morfologi yang acak dan cenderung berongga. Kata kunci: Polimer, Poli Asam Laktat (PLA), Poli ɛ-kaprolakton (PCL), gelatin, benang operasi. In this research the synthesis of Poly Lactic Acid (PLA) and Poly ɛ-caprolactone (PCL) are widely used in biomedical applications because they are susceptible to hydrolytic and enzymatic chain cleavages so that they are easily metabolized in the human body. This is very useful for biomedical applications, especially operating sutures. To increase the flexibility of the material, an emulsifier in the form of gelatin is added. The synthesis method is carried out by blending PLA and PCL polymers to produce polyblend film fibers. The degradation test gives the best results on the composition ratio of PLA/PCL 4:1 which has a percentage of 3.06% in 0.9% NaCl; 1.98% in phosphate buffer pH 6; 2.83% in phosphate buffer pH 7 and 4.8% in phosphate buffer pH 8. The greatest value of mechanical strength was obtained by polyblend with the ratio of the composition of PLA / PCL 1:1 at 13.06 N/mm2 . But this value does not meet the standards of commercial sutures. The results of FTIR analysis showed that there was a physical interaction between PLA and PCL, as evidenced by the appearance of the same spectrum, between PLA and PCL before and after blending. TGA analysis shows that polyblend has decreased its thermal stability compared to its constituent polymers due to low interaction between polymers. SEM analysis shows that polyblends have random morphology and tend to be hollow. Keywords: Polymer, Poly Lactic Acid (PLA), Poly ɛ-caprolactone (PCL), gelatin, suture.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 500 ilmu pengetahuan alam dan matematika > 540 Kimia dan ilmu yang berhubungan
Program Studi: FAKULTAS MIPA > Prodi Kimia
Pengguna Deposit: UPT . Digilib2
Date Deposited: 29 Mar 2022 13:11
Terakhir diubah: 29 Mar 2022 13:11
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/56699

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir