IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SWASEMBADA DAGING SAPI DI LAMPUNG TENGAH TAHUN 2017 (Studi pada Desa Qurnia Mataram Kecamatan Seputih Mataram)

AGUNG RAHMAT S , 1346021002 (2019) IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SWASEMBADA DAGING SAPI DI LAMPUNG TENGAH TAHUN 2017 (Studi pada Desa Qurnia Mataram Kecamatan Seputih Mataram). FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (9Kb) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2320Kb)
[img]
Preview
Text
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2058Kb) | Preview

Abstrak

Daging sapi merupakan komoditas pangan dan memberikan kontribusi terhadap perbaikan gizi masyarakat. Namun, ketersediaan daging sapi tidak mencukupi kebutuhan pangan masyarakat Kabupaten Lampung Tengahdari 6,42 kg/kap/tahun menjadi 6,45 kg/kap/tahun.Hal ini menjadikan harga daging sapi meningkat. Sehingga pemerintah mengadakan kebijakan swasembada daging sapi untuk menstabilkanharga daging sapi yang mahal dan mensejahtrakan peternak sapi.Penelitian memiliki dua tujuan, yaitu untuk mengetahui implementasi kebijakan swasembada daging sapi dan untuk mengetahui faktor-faktor penghambat implementasi kebijakan swasembada daging sapi di Lampung Tengah studi pada Desa Qurnia Mataram Kecamatan Seputih Mataram.Penelitian ini menggunakan teknik analisis kualitatif deskriptif. Proses analisis data dilakukan dengan cara wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1. Implementasi Kebijakan Program Penggemukan Sapi di Desa Qurnia Mataram dapat di simpulkan berikut ini: Komunikasi yaitu gencarnya sosialisasi dan pembinaan yang dilakukan Dinas Peternakan terhadap peternak sapi dan di bantu Insminator. Sumber Daya yaitu minimnya pengetahuan dimiliki oleh para peternak dibidang teknisi perbaikan alat kerja dan dinas peternakan memerikan fasilitas penyuntikan insminasi buatan gratis untuk peternak sapi. Disposisi yaitu Dinas Peternakan rutin melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan sesuai dengan jadwal. Birokrasi yaitu SOP dan fragmentasi yang sudah berjalan dengan baik. 2. Faktor-faktor penghambat implementasi kebijakan swasembada daging sapi di Lampung Tengah studi pada Desa Qurnia Mataram Kecamatan Seputih Mataram: ketersediaan pakan, ketersediaan bibit, permasalahan teknis budi daya dan sosio-budaya, tingginya pemotongan betina produktif, ketimpangan distribusi pasokan sapi dan daging sapi. Saran yang diberikan penulis adalah: 1. Manajemen Ketersediaan Pakan. 2. Pengembangan Usaha Pembibitan Sapi. 3. Pengendalian Pemotongan Sapi Betina Produktif. Kata Kunci: Kebijakan, Swasembada, peternak ABSTRACT IMPLEMENTATION OF SWEET BEAUTY POLICY IN CENTRAL LAMPUNG 2017 (Study In Qurnia Village Mataram Kecamatan Seputih Mataram) By: AGUNG RAHMAT S Beef is a food commodity and contributes to improving community nutrition. However, the availability of beef does not meet the food needs of the people of Central Lampung Regency from 6.42 kg / capita / year to 6.45 kg / capita / year. This makes the price of beef increase. So that the government implements a policy of self-sufficiency in beef to stabilize the price of beef which is expensive and makes cattle breeders more attractive. The study has two objectives, namely to determine the implementation of beef self-sufficiency policies and to determine the inhibiting factors for implementing beef self-sufficiency policies in Central Lampung, a study in Qurnia Mataram Village, Seputih Mataram District. This study used descriptive qualitative analysis techniques. The process of data analysis is done by means of interviews, documentation and observation. The results of the study show that 1. Implementation of the Policy for Cattle Fattening Program in Qurnia Mataram Village can be summarized as follows: Communication is the incessant socialization and guidance conducted by Livestock Farmers towards cattle farmers and assisted by Insminator. Resources that are generally owned by farmers in the field of technicians for work tool and livestock service repairs describe free artificial insinatory injection facilities for cattle breeders. The disposition, namely the Livestock Service Office routinely monitors and evaluates activities in accordance with the schedule. . 2. Inhibiting factors for implementation of beef self-sufficiency policies in Central Lampung study in Qurnia Mataram Village, Seputih Mataram District: availability of feed, availability of seeds, cultivation and socio-cultural technical problems, high cutting of productive females, unequal distribution of beef and beef supply . Suggestions given by the author are: 1. Feed Availability Management. 2. Cow Breeding Business Development. 3. Control of Cutting Productive Females. Keywords: Policy, Self-Sufficiency, breeders

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: J Political Science > JS Local government Municipal government
Pertanian > Budidaya hewan
Program Studi: Fakultas ISIP > Prodi Ilmu Pemerintahan
Depositing User: 188799417 . Digilib
Date Deposited: 07 May 2019 02:21
Last Modified: 07 May 2019 02:21
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/56803

Actions (login required)

View Item View Item