UJI KINERJA ALAT PEMOTONG BIBIT SINGKONG (PETOKONG) TIPE TEP-1 MENGGUNAKAN BATANG DARI 3 VARIETAS TANAMAN SINGKONG

YUDI HARYONO, 1214071074 (2019) UJI KINERJA ALAT PEMOTONG BIBIT SINGKONG (PETOKONG) TIPE TEP-1 MENGGUNAKAN BATANG DARI 3 VARIETAS TANAMAN SINGKONG. FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
FIle PDF
ABSTRAK.pdf

Download (12Kb) | Preview
[img] FIle PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (1567Kb)
[img]
Preview
FIle PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1567Kb) | Preview

Abstrak

Ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) merupakan salah satu sumber bahan pangan. Pada skala usaha budidaya tanaman singkong, petani menggunakan teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif (stek batang) dengan jumlah kebutuhan bibit sebesar 10.000 bibit (stek) per hektar. Penyiapan bibit (stek) tanaman singkong biasanya dilakukan petani secara manual menggunakan golok tebas atau gergaji tangan yang dewasa ini dinilai kurang efektif . Sebab selain memerlukan waktu pengerjaan yang lama, juga hasil bibit yang kurang baik akibat rusak dan pecah pada bagian zona perakaran tanaman. Dengan permasalahan tersebut, Alat Pemotong Bibit Singkong Tipe TEP-1 dibuat sebagai solusi dalam upaya pemenuhan kebutuhan bibit tanaman singkong yang kinerjanya perlu diuji pada beberapa jenis dan varietas tanaman singkong. Pada penelitian ini digunakan metode Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan menggunakan dua faktor perlakuan. Faktor perlakuan pertama yaitu RPM mesin pemotong yang diuji pada tiga taraf diantaranya pada RPM 3500-3600, RPM 4000-4100, dan RPM 4500-4600. Faktor perlakuan kedua yaitu varietas tanaman singkong yang diuji pada tiga taraf yaitu dengan menggunakan varietas Kasetsart, varietas Thailand, dan varietas Garuda. Data hasil pengujian dianalisa dengan analisis sidik ragam menggunakan program SAS. Kapasitas kerja alat Petokong pada varietas Kasetsart sebesar 9900 bibit/jam pada RPM 3500-3600, 10620 bibit/jam pada RPM 4000-4100, dan 11340 bibit/jam pada RPM 4500-4600. Sedangkan pada varietas Thailand, kapasitas kerja alat Petokong yaitu 5500 bibit/jam pada RPM 3500-3600, 8250 bibit/jam pada RPM 4000-4100, dan 8700 bibit/jam pada RPM 4500-4600. Kapasitas kerja alat Petokong pada varietas Garuda sebesar 5220 bibit/jam pada RPM 3500-3600, 6300 bibit/jam pada RPM 4000-4100, dan 7020 bibit/jam pada RPM 4500-4600. Berdasarkan analisis sidik ragam, interaksi antara faktor RPM mesin dan varietas singkong tidak berpengaruh nyata terhadap kapasitas kerja, konsumsi bahan bakar, dan tingkat keseragaman hasil kinerja alat Petokong. Kata kunci : singkong, bibit singkong, petokong, kapasitas kerja Cassava (Manihot esculenta Crantz) is a food source . In cassava cultivation, most of all farmers use vegetative propagation techniques (stem cuttings) that require 10,000 seeds (cuttings) per hectare. Generally, preparation of cassava seeds (cuttings) is done manually by farmers using slash or hand saws but it was considered less effective because it needs long time. Besides, the results of seeds are not good due to damage and rupture in the root zone of the plant. Hence, TEP-1 Type Cassava Seed Cutting Tool was made as a solution for needs of cassava seeds whose performance to be tested on several types and varieties of cassava plants. This study apllied Complete Randomized Design Factorial which focuses on two treatment factors. The first treatment factor is the cutting machine RPM tested at three levels including the RPM 3500-3600, RPM 4000-4100, and RPM 4500- 4600. The second treatment factor is the cassava plant varieties tested at three levels, namely Kasetsart varieties, Thailand varieties, and Garuda varieties. The test results were analyzed by using varience analysis with SAS program. The capacity of Petokong tools with the Kasetsart variety is 9900 seeds / hour at RPM 3500-3600, 10620 seeds / hour at 4000-4100 RPM, and 11340 seeds / hour at RPM 4500-4600. Whereas Thailand varieties, the capacity of Petokong tools is 5500 seeds / hour at 3500-3600 RPM, 8250 seeds / hour at 4000-4100 RPM, and 8700 seeds / hour at 4500-4600 RPM. The capacity of the Butters in the Garuda variety is 5220 seeds / hour at 3500-3600 RPM, 6300 seeds / hour at 4000-4100 RPM, and 7020 seeds / hour at 4500-4600 RPM. Based on analysis of variance, the interaction between factor of RPM machine and cassava varieties is not significantly affect to work capacity, fuel consumption, and the level of uniformity of the performance results of the Supporting Equipment. Keywords: cassava, cassava seedlings, petokong, work capacity

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 630 Pertanian dan teknologi yang berkaitan
Program Studi: Fakultas Pertanian > Prodi Teknik Pertanian
Pengguna Deposit: UPT . Desi Zulfi Melasari
Date Deposited: 31 Mar 2022 10:26
Terakhir diubah: 31 Mar 2022 10:26
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/57074

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir