PENGARUH BENTUK PIN INDENTOR TERHADAP KUALITAS HASIL PENGELASAN ALUMINIUM SERI 1100 DENGAN PROSES LAS GESEK PUNTIR (FRICTION STIR WELDING)

MAD NUR, 1215021050 (2019) PENGARUH BENTUK PIN INDENTOR TERHADAP KUALITAS HASIL PENGELASAN ALUMINIUM SERI 1100 DENGAN PROSES LAS GESEK PUNTIR (FRICTION STIR WELDING). FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
FIle PDF
ABSTRAK.pdf

Download (2624Kb) | Preview
[img] FIle PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2623Kb)
[img]
Preview
FIle PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2624Kb) | Preview

Abstrak

Aluminum is a material that has soft properties, is lightweight, resistant to corrosion and has good electrical conductivity and heat. Aluminum metal has a specific gravity of around 2.65-2.8 kg / dm3, melting point of 658oC, tensile strength of 90 MPa. Aluminum series 1100 is an aluminum alloy mixed with other materials, such as: copper, iron, crom, manganese and zinc, with an aluminum content of 99.0%. Welding is the connection of two metals which are carried out in a liquid state with or without fillers. FSW (friction stir welding) is friction welding, in the process does not require filling material. The heat used to melt the metal is obtained from the friction between the indentor and the workpiece. In the research carried out the form of indentor pins used, namely, ovale shape, cone shape and spiral form changing with tool rotation 2000 rpm and welding rate of 16 mm / minute. Tests carried out are rockwell hardness test and tensile test. From the results of the research conducted, the shape of the indentor pin greatly affects the quality of weld results. The shape of indentor changing spiral form pins results in better weld quality compared to the other two indent pins, with higher hardness and tensile test values obtained. This is because the shape of the pin has a large cross-sectional area and a broad range. Keywords: Aluminum, aluminum 1100, welding, friction stir welding. Aluminium adalah sebuah material yang memiliki sifat lunak, ringan, tahan terhadap korosi serta memiliki daya hantar listrik dan panas yang baik. Logam aluminium memiliki berat jenis sekitar 2,65-2,8 kg/dm3, titik lebur 658oC, kekuatan tensil sebesar 90 MPa. Aluminium seri 1100 adalah paduan aluminium yang dicampur dengan bahan lain, seperti : tembaga, besi, crom, mangan dan seng, dengan kandungan aluminium sebesar 99.0%. Pengelasan adalah penyambungan dua buah logam yang dilakukan dalam keadaan cair dengan atau tanpa bahan pengisi. FSW (friction stir welding) merupakan pengelasan gesek, pada prosesnya tidak memerlukan bahan pengisi. Panas yang digunakan untuk mencairkan logam diperoleh dari gesekan antara indentor dengan benda kerja. Dalam penelitian yang dilakukan bentuk pin indentor yang digunakan yaitu, ovale shape, cone shape dan changing spiral form dengan putaran tool 2000 rpm dan laju pengelasan 16 mm/menit. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian kekerasan rockwell dan uji tarik. Dari hasil penelitian yang dilakukan bahwa bentuk pin indentor sangat mempengaruhi kualitas hasil lasan. Bentuk pin indentor changing spiral form menghasilkan kualitas lasan yang lebih baik dibandingkan dengan kedua bentuk pin indentor lainnya, dengan diperoleh nilai uji kekerasan dan uji tarik yang lebih tinggi. Hal ini dikarenakan bentuk pin tersebut memiliki luas penampang yang besar dan aduakan yang luas. Kata kunci : Aluminium, aluminium 1100, pengelasan, friction stir welding.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan
Program Studi: Fakultas Teknik > Prodi S1-Teknik Mesin
Pengguna Deposit: UPT . Teti Novianti
Date Deposited: 01 Apr 2022 06:03
Terakhir diubah: 01 Apr 2022 06:03
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/57257

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir