PELAKSANAAN NGANGKON DALAM PERKAWINAN BEDA SUKU PADA ASYARAKAT LAMPUNG PEPADUN DI DUSUN INDUK KAMPUNG TERBANGGI BESAR KECAMATAN TERBANGGI BESAR KABUPATEN LAMPUNG TENGAH

DESY MIRANDA, 1113033015 (2018) PELAKSANAAN NGANGKON DALAM PERKAWINAN BEDA SUKU PADA ASYARAKAT LAMPUNG PEPADUN DI DUSUN INDUK KAMPUNG TERBANGGI BESAR KECAMATAN TERBANGGI BESAR KABUPATEN LAMPUNG TENGAH. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (10Kb) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2818Kb)
[img]
Preview
Text
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1734Kb) | Preview

Abstrak

Pada pelaksanaan perkawinan beda suku tersebut harus melaksanakan proses pengangkonan (pengangkatan anak) dimana pasangan yang dari luar Suku Lampung tersebut, agar dia dapat dianggap sebagai warga adat Lampung dan memiliki hak juga kewajiban yang sama dengan masyarakat adat Lampung lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana tata cara pelaksanaan upacara ngangkon dalam perkawinan beda suku. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Bagaimana Tata Cara Pelaksanaan Ngangkon dalam Perkawinan Beda Suku Pada Masyarakat Lampung Pepadun di Dusun Induk Kampung Terbanggi Besar Kec. Terbanggi Besar Kab. Lampung Tengah? Adapun metode yang digunakan adalah Metode Deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik Observasi, Wawancara, Kepustakaan dan Dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data Kualitatif, karena penelitian ini menganalisis data berupa informasi dan uraian dalam bentuk bahasa, yang kemudian data tersebut dikaitkan sehingga kejelasan datapun didapatkan. Hasil penelitian didapati beberapa tata cara pelaksanaan upacara ngangkon pada perkawinan beda suku, pertama memberitahukan kepada tokoh adat (pemandai kampung), sidang adat perwatin yang dihadiri para penyimbang adat dan kemudia penurunan uno atau daw adat disesuaikan dengan kemampuan dari yang melaksanakan ngangkon tersebut. Semua hasil dari keputusan para penyimbang adat tersebut dituliskan pada sebuah catatan (bindangan), barulah calon pengantin dapat melaksanakan perkawinan yang telah mereka sepakati, segala sesuatu dalam hal pelaksanaan upacara adat harus dimusyawarahkan terlebih dahulu oleh penyimbang adat dan disesuaikan dengan kemampuan dari yang melaksanakan upacara adat tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa perkawinan beda suku, haru melalui upacara ngangkon terlebih dahulu supaya orang yang berlainan suku sah menjadi warha adat Lampung dan perkawinan yang mereka laksanakan sah dimata hukum adat. Kata kunci: perkawinan beda suku, ngangkon, Lampung Pepadun

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: 900 Sejarah
H Ilmu Sosial = Social Sciences > HM Sociology
H Ilmu Sosial = Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
Program Studi: Fakultas KIP > Prodi Pendidikan Sejarah IPS
Depositing User: 188402944 . Digilib
Date Deposited: 05 Jul 2019 03:19
Last Modified: 05 Jul 2019 03:19
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/57658

Actions (login required)

View Item View Item