KEKALAHAN PASANGAN CALON PETAHANA PADA PEMILIHAN GUBERNUR LAMPUNG TAHUN 2018

Destriana Hutabarat, 1516021149 (2019) KEKALAHAN PASANGAN CALON PETAHANA PADA PEMILIHAN GUBERNUR LAMPUNG TAHUN 2018. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (12Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2045Kb)
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1808Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Pasangan M. Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri merupakan pasangan petahanayang kalah pada pemilihan gubernur Lampung tahun 2018.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal kekalahan pasangan petahana ditinjau dengan teori analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats)yang dikaji kedalam modalitas kontestasi politik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal dan eksternal yaitu kelemahan dan ancaman yang dikaji dalam modalitas kontestasi politik menjadi penyebab kekalahan petahana. Kelemahan sosialmenunjukkan bahwakurangnya kualitas petahanadalam meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat dilihat dari tingginya angka kemiskinan, kondisi birokrasi yang masih berada pada zona kuning atau sedang, pembangunan infrastuktur dan kondisi aliran listrik yang kurang stabil. Kelemahan ekonomi rendahnyadukungan dana kampanye yang dimiliki petahana dan mundurnya salah satu partai pendukung dari koalisi pemenangan petahana dan bergabung dengan tim Arinal dan Chusnuniaserta tim yang kurang maksimal dalam kampanye. Ancaman sosialpetahana yaitu adanya isu negatif terhadap petahana danterjadinya politik uang masif yang dilakukan oleh salah satu kandidat. Berdasarkan hal tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa kelemahan dan ancaman menjadi penyebab kekalahan petahana pada pilkada Lampung tahun 2018. Kata kunci : Pemilihan Gubernur, Kekalahan Petahana, Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats. The candidate pair of M. Ridho Ficardo and Bachtiar Basriare the incumbentswho lost the election of Lampung governor in 2018. This study aimed to determine the internal and external factors of the defeat of incumbent couples reviewed with the theory of SWOT analysis (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) that are examined into the modalities of political contestation. This study used qualitative research method. The results showed that internal and external factors are weaknesses and threats that are examined in the modalities of political contestation to be the cause of the incumbents defeat. Social weakness suggests that the lack of quality in improving the welfare of peoples lives seen from the high number of poverty, bureaucratic conditions that are still in the yellow or medium zones, development of infrastructure and electricity flow conditions which is unstable. The low economic weakness of the campaign funds has its incumbent and the prorogation of one of the supporting parties of the incumbent coalitions and joins the Arinal and Chusnunia teams and also the less optimal team in the campaign.The social threat is a negative issue against the current and the massive political occurrence of money conducted by other candidate pair.Based on this, the researcher concluded that the weaknesses and threats were the cause of theincumbent defeat in the regional election of Lampung 2018. Keywords: Governor Election, Defeat of Incumbents, Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial
Program Studi: Fakultas ISIP > Prodi S1-Hubungan Internasional
Pengguna Deposit: UPT . Digilib9
Date Deposited: 13 Apr 2022 03:59
Terakhir diubah: 13 Apr 2022 03:59
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/59256

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir