PENGARUH CAMPURAN LIMBAH TONGKOL JAGUNG, BATANG SINGKONG DAN BATU BARA DENGAN PEREKAT TAPIOKA TERHADAP KUALITAS BRIKET BIOCOAL

ADITYA HAIDAR PRIMANDOKO , 1514071079 (2019) PENGARUH CAMPURAN LIMBAH TONGKOL JAGUNG, BATANG SINGKONG DAN BATU BARA DENGAN PEREKAT TAPIOKA TERHADAP KUALITAS BRIKET BIOCOAL. FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (2708Kb) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2997Kb)
[img]
Preview
Text
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2997Kb) | Preview

Abstrak

Briket batu bara merupakan bahan bakar alternatif atau sebagai pengganti bahan bakar lain. Briket biocoal, komposisinya tidak hanya terdiri dari kapur dan zat perekat namun ditambahkan campuran biomassa didalamnya sebagai substansi untuk mengurangi emisi dan mempercepat pembakaran. Dalam pembuatan briket ini membutuhkan bahan perekat untuk mengikat partikel-partikel biomassa dan batu bara. Biomassa yang digunakan yaitu batang singkong dan tongkol jagung. Biomassa ini sangat potensial untuk digunakan, karena menjadi salah satu permasalahan lingkungan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi campuran limbah tongkol jagung dan batang singkong dengan batu bara menjadi briket biocoal dengan perekat tapioka yang tepat sehingga menghasilkan briket bio-coal yang baik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – Mei 2019 di Laboratorium Daya dan Alat Mesin Pertanian, Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap faktorial. Penelitian ini terdiri dari dua faktor yaitu faktor pertama (P) adalah perbandingan komposisi bahan batu bara : batang singkong : tongkol jagung yang terdiri dari 4 taraf yaitu perbandingan 50% : 25% : 25%, 55% : 22,5% : 22,5%, 60% : 20% : 20% dan 65% : 17,5% : 17,5%. Faktor kedua (K) adalah komposisi perekat tapioka yang terdiri dari 3 taraf yaitu konsentrasi perekat 15%; 17,5%; dan 20%. Masing-masing perlakuan mengalami pengulangan (U) sebanyak 3 kali sehinga didapat 36 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perbandingan komposisi bahan dan konsentrasi perekat berpengaruh nyata terhadap kerapatan dan nilai shatter resistance (p > 0,05). Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan Perlakuan P1K1 menghasilkan kerapatan tertinggi sebesar 0,423 g/cm3. 13,89% dari seluruh unit percobaan dengan kadar air lebih dari 8% dan 86,11% dengan kadar air dibawah 8%. Nilai kalor tertinggi dihasilkan perlakuan P4 sebesar 5150,4 kal/g. Laju pembakaran briket terbesar dihasilkan perlakuan P2K1 dan P4K1 sebesar 0,43 g/menit. Peningkatan suhu dasar plat pemasakan (panci) yaitu selama 6 menit awal. Suhu maksimum yang dapat dicapai pada setiap perlakuan P berkisar antara 295-299 oC dan yang terendah yaitu 256 oC dan briket yang dihasilkan dapat bertahan dengan suhu diatas 180 oC selama 14 – 34 menit. Perlakuan P1K1 menghasilkan nilai shatter resistance index tertinggi sebesar 99,75%. Kata Kunci : briket bio-coal, biomassa, laju pembakaran briket, nilai kalor. Coal briquette is an alternative fuel or as a substitute for other fuels. Biocoal briquettes, the composition not only consists of calcium and adhesive but also added a mixture of biomass in it as a substance to reduce emissions and accelerate combustion. In making briquettes, it require adhesives to bind biomass and coal particles. The biomass use casson stone and corncob. This biomass is very potential to be used, because it is one of the environmental problems in Indonesia. This research purpose to determine the composition the waste mixed of corncob and cassion stone with coal to be biocoal briquettes with appropriate tapioca glues to produce good bio-coal briquettes. This research was held in March to May 2019 at the Laboratory Energy and Enginery of Agriculture, Department Agriculture Engineering, Faculty of Agriculture, University of Lampung. The method of this research is Completely Randomized Design Factorial. This research had two factors, the first factor (P) is comparison of composition material coal: corncob: cassion stone had four levels, 50%: 25%: 25%; 55%: 22,5%: 22,5%; 60%: 20%: 20%; 65%: 17,5%: 17,5%. The second factor (K) is composition of adhesive had three levels, composition of 20%, 17,5% and 15%. Several experiment had repetition (U) by 3 times, with the result get 36 exprimental units. Result of research show the treatment of comparison of compostion material and adhesive is significant of density and shatter resistance value (p > 0,05). From result of research did, treatment of P1K1 produced high density by 0,423 g/cm3. 13,89% from all of experimental units with bigger moisture content than 8% and 86,11% with under moisture content 8%. Optimal heating value produced of P4 by 5150,4 kal/g. The best of combustion rate produced of P2K1 and P4K1 by 0,43 g/minute. The base temperature of the pan base is 6 minutes start duration. Maximum temperature reach of every treatment P about 295-299 oC and minimum temperature is 256 oC and brickets of produce can keep with temperature on 180oC during 14 – 34 minutes. The treatment of P1K1 produce high shatter resistance index value by 99,75%. Keywords: Biocoal briquettes, biomass, combustion rate of briquettes, heating value.

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi
600 Teknologi > 630 Pertanian
A General Works = Karya Karya Umum
Program Studi: Fakultas Pertanian > Prodi Teknik Pertanian
Depositing User: 2018087402 . Digilib
Date Deposited: 21 Oct 2019 02:27
Last Modified: 21 Oct 2019 02:27
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/59421

Actions (login required)

View Item View Item