HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN DERAJAT HIPERTENSI DI RSUD DR. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG

ARRAIAN BERDHA PRATAMA, 1858011045 (2022) HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN DERAJAT HIPERTENSI DI RSUD DR. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG. FAKULTAS KEDOKTERAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (1449Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL TANPA LAMPIRAN.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (1912Kb)
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf

Download (1912Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Latar Belakang : Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering ditemukan di tengah masyarakat. Prevalensi hipertensi di Indonesia tahun 2018 sebesar 7,95%. Hipertensi dapat dipengaruhi oleh status gizi. Indeks massa tubuh (IMT) berkaitan dengan risiko terjadinya hipertensi. Semakin tinggi IMT, semakin tinggi resiko untuk mengalami hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kejadian hipertensi. Metode : Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data menggunakan rekam medik pasien hipertensi di RSUD DR. Abdul Moeloek Bandar Lampung pada bulan Januari 2018 – Desember 2019. Populasi dalam penilitian ini adalah semua pasien hipertensi rawat jalan dengan jumlah sampel 120 orang. Analisis data yang digunakan adalah univariat (persentase) dan bivariat(Chi-Square). Hasil : Hasil penelitian didapatkan pasien hipertensi berusia ≥40 tahun (87,5%), perempuan (67,5%), tidak obesitas (60%), hipertensi derajat 1 (53,3%). Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan derajat hipertensi (p=0,139). Simpulan : Sebagian besar pasien dengan status gizi tidak obesitas dan hipertensi derajat 1 serta didapatkan tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan derajat hipertensi. Kata kunci : hipertensi, jenis kelamin, status gizi, tekanan darah, usia Background: Hypertension is a health problem that is often found in the community. The prevalence of hypertension in Indonesia in 2018 was 7.95%. Hypertension can be influenced by nutritional status. Body mass index (BMI) is associated with the risk of hypertension. The higher BMI increase the risk of hypertension. The purpose of this study was to determine the relationship between nutritional status and the incidence of hypertension. Methods: The design of this research is analytic observational with a cross sectional. Collecting data using medical records of hypertension patients in RSUD DR. Abdul Moeloek Bandar Lampung in January 2018 – December 2019. The population in this study were all outpatient hypertension patients with a total 120 patient hypertension. The data analysis used was univariate (percentage) and bivariate (Chi-Square). Results: The results showed that hypertensive patients aged 40 years(87.5%), women (67.5%), not obese (60%), hypertension grade 1 (53.3%). The results of the analysis showed that there was no significant relationship between nutritional status and the degree of hypertension (p = 0.139). Conclusion: Most of the patients with nutritional status were not obese and had hypertension grade 1, and also found that there was no relationship between nutritional status with the grade of hypertension. Keywords: age, blood pressure, gender, hypertension, nutritional status

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan
Program Studi: Fakultas Kedokteran > Prodi Pendidikan Dokter
Pengguna Deposit: 2203692110 . Digilib
Date Deposited: 14 Apr 2022 06:42
Terakhir diubah: 14 Apr 2022 06:42
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/59654

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir