TRADISI PEMBERIAN ADOK PADA MASYARAKAT LAMPUNG SAIBATIN DI PEKON NEGERI RATU KECAMATAN KOTAAGUNG KABUPATEN TANGGAMUS

YENI AGUSTIN, 1213033078 (2019) TRADISI PEMBERIAN ADOK PADA MASYARAKAT LAMPUNG SAIBATIN DI PEKON NEGERI RATU KECAMATAN KOTAAGUNG KABUPATEN TANGGAMUS. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN LAMPUNG, UNIVERSITAS .

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (85Kb) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3079Kb)
[img]
Preview
Text
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1978Kb) | Preview

Abstrak

Adok adalah suatu gelar adat atau predikat yang disandang seseorang yang sudah menikah sesuai kesepakatan penyimbang adat dengan pertimbangan status dan kedudukan yang bersangkutan di dalam adat berdasarkan garis keturunan serta diresmikan dalam upacara perkawinan adat Lampung. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah Tata cara pelaksanaan pemberian adok pada Masyarakat Lampung Saibatin di Pekon Negeri Ratu Kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Tata cara pelaksanaan pemberian adok pada Masyarakat Lampung Saibatin di Pekon Negeri Ratu Kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan kepustakaan, sedangkan untuk teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Masyarakat Pekon Negeri Ratu Kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus dalam melakukan pemberian adok memiliki tahapan yaitu persiapan meliputi buhippun yaitu hippun kemuakhian dan hippun pemekonan, keputusan penyimbang adat yang diambil sesuai kesepakatan oleh semua pihak, selanjutnya penentuan tugas kepada pengelaku adat. pelaksanaan pemberian adok terdapat rangkaian meliputi pembukaan seperti salam atau tangguhan dari petugas adat, selanjutnya pembacaan ngumun yaitu sastra lisan Lampung yang dibacakan oleh lidah batin dan pecalang batin dalam pemberian adok, yang berisi nasehat disertai harapan agar adok yang diberikan selalu dipakai dalam penyebutan dalam keseharian, setelah adok resmi di canangkan kemudian petugas adok salam pamit kepada penyimbang adat (saibatin) bahwa telah selesai menjalankan tugasnya, dan setelah mendapat perkenan penyimbang adat petugas kembali ketempat semula. Pada tahap penyelesaian pemberian adok yaitu penyerahan SK adok kepada kedua mempelai lalu pembacaan doa yang dipimpin oleh pengelaku adat serta makan bersama (pangan). Kata Kunci : Perkawinan Adat Lampung, Pemberian Adok, Masyarakat Saibatin

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: 900 Sejarah
A General Works = Karya Karya Umum
Program Studi: Fakultas KIP > Prodi Pendidikan Sejarah IPS
Depositing User: 2018083275 . Digilib
Date Deposited: 06 Nov 2019 07:29
Last Modified: 06 Nov 2019 07:29
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/59725

Actions (login required)

View Item View Item