KLASIFIKASI TIGA JENIS KOPI ROBUSTA ASAL LAMPUNG MENGGUNAKAN UV-VIS SPECTROSCOPY DAN METODE KEMOMETRIKA

NUR AZIS SIGIT PURNOMO, 1414071069 (2019) KLASIFIKASI TIGA JENIS KOPI ROBUSTA ASAL LAMPUNG MENGGUNAKAN UV-VIS SPECTROSCOPY DAN METODE KEMOMETRIKA. UNIVERSITAS LAMPUNG, FAKULTAS PERTANIAN .

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (93Kb) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4086Kb)
[img]
Preview
Text
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (4087Kb) | Preview

Abstrak

Kabupaten Lampung Barat, Pesawaran dan Tanggamus merupakan daerah penghasil kopi Robusta dengan ketinggian penanaman kopi mulai dari 275 meter di atas permukaan laut (mdpl) sampai lebih dari 1000 mdpl. Ketinggian daerah tanam mempengaruhi kandungan senyawa dan cita rasa pada kopi. Pemalsuan atau pencampuran pada bubuk kopi membuat kualitas menjadi buruk dan menurunkan tingkat kepercayaan konsumen terhadap kualitas. Kopi akan sulit diidentifikasi apabila sudah dalam bentuk bubuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keaslian produk kopi bubuk asal daerah Lampung Barat, Pesawaran dan Tanggamus menggunakan UV-Vis Spectroscopy dan metode soft independent modelling of class analogy (SIMCA). Pada penelitian ini digunakan 60 sampel kopi bubuk Lampung Barat, 60 sampel kopi Pesawaran dan 60 sampel kopi Tanggamus dengan masing-masing sampel seberat 1 gram. Setiap 1 gram sampel diekstraksi menggunakan 50 ml aquades dengan suhu 90-98°C lalu disaring. Selanjutnya dilakukan pengenceran menggunakan aquades dengan perbandingan 1:20 kemudian dimasukkan ke dalam kuvet ukuran 10 mm sebanyak 2 ml dengan 2 kali pengulangan. Data spektra diambil menggunakan UV-Vis Spectrometer kemudian diolah menggunakan aplikasi The Unscrambler versi 9.2 dan dilakukan analisis menggunakan metode principal component analysis (PCA) dan soft independent modeling of class analogy (SIMCA). Hasil klasifikasi menunjukkan metode PCA dan SIMCA mampu membedakan kopi Robusta bubuk Lampung Barat, Pesawaran dan Tanggamus. Analisis PCA terbaik diperoleh menggunakan kombinasi pretreatment multiplicative scatter correction + Savitzky-Golay first derivative 9 segmen (MSC + SGD1) pada panjang gelombang 240-430 nm dengan nilai PC1 45% dan PC2 35%. Hasil klasifikasi SIMCA diperoleh nilai akurasi (AC), sensitivitas (S), dan spesifisitas (SP) sebesar 100%. Model SIMCA diuji menggunakan kurva receiver operating characteristic (ROC) dan diperoleh nilai area under curve (AUC) sebesar 0,975-1 (sangat baik). Kata Kunci : Kopi Robusta Lampung, UV-Vis Spectrometer, Principal Component Analysis (PCA), Soft Independent Modelling of Class Analogy (SIMCA), Receiver Operating Characteristic (ROC). ABSTRACT West Lampung Regency, Pesawaran and Tanggamus are Robusta coffee producing areas with a height of coffee planting from 275 metres above sea level (masl) to more than 1000 masl. The height of the planting area affects the compound content and taste of coffee. Counterfeiting or mixing in coffee grounds makes quality worse and decreases the level of consumer confidence in quality. Coffee will be difficult to identify in powder form. This study aims to identify the authenticity of ground coffee products from the West Lampung region, Pesawaran and Tanggamus using UV-Vis Spectroscopy and the soft independent modeling of class analogy (SIMCA) method. This study used 60 samples of West Lampung ground coffee, 60 Pesawaran coffee samples and 60 Tanggamus coffee samples with each sample in weight 1 gram. Each sample is extracted using 50 ml of distilled water at a temperature of 90-98 ° C then filtered. Then dilution is done using 1: 20 ratio of distilled water and then put in a 2 ml extraction sample in to 10 mm cuvette with 2 repetitions. Spectra data were taken using UV-Vis Spectrometer and then processed using The Unscrambler version 9.2 application and analyzed using the principal component analysis (PCA) method and soft independent modeling of class analogy (SIMCA). The classification results show the PCA and SIMCA methods are able to distinguish Robusta coffee powder from West Lampung, Pesawaran and Tanggamus. The best PCA analysis was obtained using a combination of multiplicative scatter correction + Savitzky-Golay first derivative 9 segment (MSC + SGD1) wavelength at 240-430 nm with PC1 values of 45% and PC2 of 35%. SIMCA classification results obtained value of accuracy (AC), sensitivity (S), and specificity (SP) of 100%. The SIMCA model was tested using a receiver operating characteristic (ROC) curve and obtained an area under curve (AUC) value of 0.975-1 (excellent). Keywords : Robusta Lampung Coffee, UV-Vis Spectrometer, Principal Component Analysis (PCA), Soft Independent Modelling of Class Analogy (SIMCA), Receiver Operating Characteristic (ROC).

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi
600 Teknologi > 630 Pertanian
Program Studi: Fakultas Pertanian > Prodi Teknik Pertanian
Depositing User: 2018084578 . Digilib
Date Deposited: 06 Nov 2019 07:19
Last Modified: 06 Nov 2019 07:19
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/59730

Actions (login required)

View Item View Item