POLA IMBIBISI FASE I DAN VIABILITAS BENIH PADA TIGA VARIETAS KEDELAI (Glycine max L.) PASCASIMPAN 12 BULAN

ROBIN AFIA HIDAYAT, 1314121158 (2019) POLA IMBIBISI FASE I DAN VIABILITAS BENIH PADA TIGA VARIETAS KEDELAI (Glycine max L.) PASCASIMPAN 12 BULAN. UNIVERSITAS LAMPUNG, FAKULTAS PERTANIAN.

[img]
Preview
Text
1. ABSTRAK.pdf

Download (24Kb) | Preview
[img] Text
2. SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1588Kb)
[img]
Preview
Text
3. SKRIPSI FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1228Kb) | Preview

Abstrak

ABSTRAK POLA IMBIBISI FASE I DAN VIABILITAS BENIH PADA TIGA VARIETAS KEDELAI (Glycine max L.) PASCASIMPAN 12 BULAN Oleh ROBIN AFIA HIDAYAT Penelitian bertujuan untuk mengetahui pola imbibisi fase I dan viabilitas tiga varietas kedelai pascasimpan 12 bulan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Benih dan Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Lampung pada Oktober sampai November 2018. Perlakuan adalah faktor tunggal tiga varietas kedelai yaitu Varietas Anjasmoro (V1), Varietas Grobogan (V2), dan Varietas Burangrang (V3) yang masing-masing diimbibisikan selama 0, 4, 8, dan 12 jam untuk mengetahui pola imbibisi fase I. Perlakuan diterapkan dalam rancangan acak lengkap (RAL) yang diulang 5 kali. Homogenitas ragam diuji dengan uji Bartlett dan pemisahan nilai tengah diuji dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf nyata 5 %. Pengujian viabilitas menggunakan metode uji kertas digulung dan dilapisi plastik (UKDdp). Hasil penelitian menunjukkan bahwa benih ketiga varietas menghasilkan pola imbibisi yang berbeda. Varietas Grobogan menyerap air 3,03 g air lebih banyak dibandingkan dengan Varietas Burangrang dan Anjasmoro yaitu 2,35 dan 1,92 g air. Viabilitas Varietas Grobogan lebih tinggi daripada Varietas Burangrang dan Anjasmoro berdasarkan variabel daya Robin Afia Hidayat berkecambah, indeks vigor, kecepatan perkecambahan, potensi tumbuh maksimum, bobot basah, dan bobot kering kecambah normal. Nilai daya hantar listrik Varietas Grobogan lebih rendah dibandingkan dengan Varietas Burangrang dan Anjasmoro sedangkan Varietas Burangrang dan Anjasmoro memiliki daya hantar listrik yang relatif sama. Kata kunci: imbibisi, kedelai, viabilitas

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi
600 Teknologi > 630 Pertanian
Program Studi: Fakultas Pertanian > Prodi Agroteknologi
Depositing User: 2018085254 . Digilib
Date Deposited: 06 Dec 2019 02:34
Last Modified: 06 Dec 2019 02:34
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/59922

Actions (login required)

View Item View Item