HAK DAN KEWAJIBAN MERAJE DAN TUNGGU TUBANG PADA SUKU SEMENDE DI KELURAHAN SURABAYA KECAMATAN KEDATON BANDAR LAMPUNG

YULIS TIAWATI , 1213033082 (2019) HAK DAN KEWAJIBAN MERAJE DAN TUNGGU TUBANG PADA SUKU SEMENDE DI KELURAHAN SURABAYA KECAMATAN KEDATON BANDAR LAMPUNG. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (83Kb) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2386Kb)
[img]
Preview
Text
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2033Kb) | Preview

Abstrak

Meraje adalah kakak atau adik laki-laki dari ibu tungu tubang yang tugas utamanya sebagai pembimbing dan pengayom anak belai dalam keluarga, tungu tubang adalah anak perempuan tertua dalam keluarga semende yang akan mewarisi harta pusaka keluarga. Meskipun sama-sama memiliki status penting dalam keluarga, namun hak dan kewajiban yang dimiliki oleh keduanya berbeda. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah perbedaan hak dan kewajiban meraje dan tunggu tubang pada Suku Semende di Kelurahan Surabaya Kecamatan Kedaton Bandar Lampung. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan hak dan kewajiban meraje dan tunggu tubang pada Suku Semende di Kelurahan Surabaya Kecamatan Kedaton Bandar Lampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan studi pustaka, sedangkan untuk teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Hak meraje antara lain memimpin musyawarah, menjadi juru bicara, menetapkan tunggu tubang. Hak yang dimiliki meraje merupakan hak immateril yang dapat digunakan kepada keluarga luas (extended family). Kewajiban meraje yaitu membimbing para anak belai, memberikan sanksi, dan melestarikan adat. Kewajiban meraje ini memiliki fungsi pendidikan yang bersifat preventif dan represif serta memiliki fungsi sosial budaya. Hak yang dimiliki tunggu tubang antara lain menikmati harta pusaka (hak benda), mengadakan musyawarah (hak immateril). Hak benda yang diperoleh tunggu ubang hanya sebagai hak pakai saja sedangkan hak immateril yang dimilikinya hanya berlaku untuk kepentingan keluarga batih/konjungal. Kewajiban tunggu tubang yaitu mengurus orang tua, menjaga dan mengurus harta pusaka, menjalankan aturan adat. Kewajiban tunggu tubang tersebut memiliki fungsi penyedia ekonomi, fungsi pemeliharaan, dan fungsi sosial budaya. Key word: Meraje, Tunggu Tubang, Hak dan Kewajiban

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial, sosiologi & antropologi > 370 Pendidikan
900 Sejarah
Program Studi: Fakultas KIP > Prodi Pendidikan Sejarah IPS
Depositing User: 2018087747 . Digilib
Date Deposited: 16 Dec 2019 08:11
Last Modified: 16 Dec 2019 08:11
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/60085

Actions (login required)

View Item View Item