KAJIAN POTENSI SUMBER DAYA AIR UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO DI PEKON SUMBER AGUNG KECAMATAN SUOH KABUPATEN LAMPUNG BARAT

Dar Ely Fauziyah, 0925011016 (2014) KAJIAN POTENSI SUMBER DAYA AIR UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO DI PEKON SUMBER AGUNG KECAMATAN SUOH KABUPATEN LAMPUNG BARAT. Masters thesis, Universitas Lampung.

[img]
Preview
Text
Abstract.pdf

Download (11Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (11Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (11Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Cover Dalam.pdf

Download (493Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Cover Luar.pdf

Download (15Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Gambar.pdf

Download (89Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (99Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Tebel.pdf

Download (91Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Lembar Pengesahan.pdf

Download (1040Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Lembar Pernyataan.pdf

Download (514Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Lembar Persetujuan.pdf

Download (1722Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Motto.pdf

Download (95Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Sanwacana.pdf

Download (270Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (25Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (592Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (377Kb) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2312Kb)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (89Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftr Pustaka.pdf

Download (94Kb) | Preview

Abstrak

Untuk memenuhi kebutuhan listrik di daerah perdesaan yang jauh dari jaringan listrik, dapat dimanfaatkan potensi energi setempat untuk membangkitkan listrik. Sumber energi setempat yang sangat potensial di antaranya adalah tenaga air yang dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH). Teknologi pembangkit listrik tenaga mikro hidro merupakan teknologi yang paling matang untuk dikembangkan di daerah perdesaan yang jauh dari jangkauan jaringan listrik. Sumber energi listrik dengan mikro hidro tergolong bersih dan ramah lingkungan. Keanekaragaman teknologi pembangkit listrik mikro hidro memungkinkan diintegrasikan dengan jaringan yang ada dan dapat didistribusikan ke daerah terpencil serta dapat dimanfaatkan secara komersial dalam skala kecil untuk dapat mendorong terciptanya aktivitas pembangunan yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat di perdesaan. Lokasi penelitian ini berada pada Sungai Batang Ireng anak Sungai Way Semaka, Desa Sumber Agung Kecamatan Suoh Kabupaten Lampung Barat. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data debit jam-jaman pada outlet Bendungan Way Besai selama 9 (Sembilan) tahun, data hujan selama 11 (Sebelas) tahun, data luas penampang sungai dan tinggi muka air, serta data luasan DAS. Dikarenakan keterbatasan data pada lokasi penelitian, maka dipakai data dari DAS terdekat yang mempunyai karakteristik yang hampir sama dengan DAS Way Semaka dengan metode regionalisasi. Metode-metode yang akan digunakan dalam menghitung besarnya debit rancangan adalah metode Rasional, metode Hidrograf Satuan Terukur(HST), dan metode Flow Duration Curve (FDC). Debit rancangan yang diperoleh digunakan untuk menentukan desain Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Dari hasil analisis metode regionalisasi dapat dipakai untuk memperkirakan debit Way Semaka dan Batang Ireng, karena keterbatasan data hidrologi dan hidrolika pada kedua DAS tersebut. Hal ini dibuktikan dengan besarnya debit yang dihitung dengan metode regionalisasi tidak jauh berbeda dengan besarnya debit terukur di lapangan. Perhitungan debit dengan metode Rasional tidak dapat dipakai karena nilainya debit yang dihasilkan terlalu besar, dan jauh berbeda dengan debit terukur di lapangan. Demikian juga perhitungan debit dengan metode Hidrograf Satuan Terukur (HST), dimana phi indeks yang didapat lebih besar dibandingkan dengan intensitas hujan, sehingga metode ini tidak dapat dipakai. Metode perhitungan debit yang dapat dipakai adalah Metode FDC (Flow Duration Curve), karena hasil perhitungan debit dengan menggunakan metode ini nilainya mendekati debit terukur di lapangan. Q80% dengan Metode FDC (Flow Duration Curve) untuk Sungai Way Semaka sebesar 15,34 (m3/detik), sedangkan debit terukur sebesar 21,75 (m3/detik). Untuk Sungai Batang Ireng besarnya Q80% dengan Metode FDC (Flow Duration Curve) sebesar 0,069 (m3/detik), dan debit terukur sebesar 0,063 (m3/detik). Dari hasil perhitungan daya listrik pada Sungai Batang Ireng, didapatkan daya listrik dengan efisiensi 60% sebesar 3,246 kW, sedangkan daya listrik dengan efisiensi 80% sebesar 4,328 kW. Oleh karena itu Sungai Batang Ireng berpotensi untuk dijadikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Kata kunci : DAS, regionalisasi, FDC, PLTMH To meet the demand for electricity in rural areas far from the power grid, the local energy potential can be harnessed to generate electricity. Local energy source potential of which is hydropower which can be used for micro- hydro power plants (MHP). Technology of micro hydro power plant is the most mature technology to be developed in rural areas beyond the reach of the electricity grid. Source of electrical energy with micro hydro including clean and environmentally friendly. Diversity micro hydro technology enables integrated with the existing network and can be distributed to remote areas and can be used commercially on a small scale in order to encourage development activities that can improve the lives of rural communities. The location of this research is on Batang Ireng River tributary Way Semaka, Sumber Agung Village of Suoh District of West Lampung. The data used in this study is the hourly flow data at the outlet dam Way Besai for 9 (nine) years, rainfall data for 11 (eleven) years, cross-sectional area of data streams and watersheds, as well as the data area of the watershed . Due to the limitations of the data in the study site, then used the data from a nearby watershed that has characteristics similar to the Way Semaka Watershed with regionalization method. The methods to be used in calculating the amount of discharge is a method Rational design, Measured Unit Hydrograph method (HST), and the method of Flow Duration Curve (FDC). Flow design was used to determine the design of micro hydro power plant (MHP). From the analysis of regionalization method can be used to estimate the discharge Way Semaka and Batang Ireng, because of data limitations hydrology and hydraulics in both basins. This is evidenced by the amount of discharge is calculated by the method of regionalization is not much different from the magnitude of the discharge measured in the field. Rational discharge calculation method can not be used because the resulting value is too large discharge, and far different from the discharge measured in the field. Similarly, the calculation of the discharge hydrograph method Measured Unit (HST), where phi index gained greater than the intensity of the rain, so this method can not be used. Discharge calculation method that can be used is the method of FDC (Flow Duration Curve), because the discharge calculation results using this method the measured value is approaching discharge in the field. Q80 % with FDC method (Flow Duration Curve) to Way Semaka River at 15.34 (m3/sec), while the measured discharge 21.75(m3/sec). For Batang River Ireng magnitude Q80 % with FDC method (Flow Duration Curve) of 0.069 (m3/sec), and the discharge measured at 0.063 (m3/sec). From the calculation of the electric power in Batang Ireng, obtained power with an efficiency of 60 % amounting to 3.246 kW, while the electric power with an efficiency of 80 % amounting to 4.328 kW. Therefore Batang Ireng River potential to be micro hydro power plants (MHP). Keywords : Watershed, regionalization , FDC , MHP

Tipe Karya Ilmiah: Tesis (Masters)
Subyek: A General Works = Karya Karya Umum
Program Studi: Fakultas Teknik > Prodi Magister Teknik Sipil
Depositing User: 8799778 . Digilib
Date Deposited: 24 Dec 2014 02:38
Last Modified: 24 Dec 2014 02:38
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/6075

Actions (login required)

View Item View Item