KAJIAN DAERAH POTENSI RAWAN KEKERINGAN KABUPATEN LAMPUNG TENGAH DENGAN PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

W. LUCKY, 1415013026 (2019) KAJIAN DAERAH POTENSI RAWAN KEKERINGAN KABUPATEN LAMPUNG TENGAH DENGAN PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS. UNIVERSITAS LAMPUNG, FAKULTAS TEKNIK.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (94Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
SKRIPSI TANPA PEMBAHASAN.pdf

Download (2823Kb) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6Mb)

Abstrak

Kekeringan merupakan keadaan kekurangan pasokan air pada suatu daerah dalam masa yang berkepanjangan. Bencana kekeringan di Kabupaten Lampung Tengah dari tahun ke tahun terus mengalami kenaikan dengan dibuktikanya pada tahun 2013 Kabupaten Lampung Tengah menduduki peringkat 123 bencana kekeringan secara nasional yang dibuat oleh Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana. Kurangnya data spasial yang menyediakan informasi daerah potensial dilanda kekeringan turut berperan sebagai salah satu faktor yang menghambat penyelesaian masalah kekeringan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif yaitu pengumpulan data yang dilakukan secara primer dan sekunder. Adapun pengumpulan data primer dilakukan dengan metode observasi dan validasi. Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan metode pengumpulan data penginderaan jauh dan pengumpulan data sekunder lainnya yang mendukung. Populasi dalam penelitian ini adalah potensi kekeringan di Kecamatan Bekri, Bumi Ratu Nuban, Gunung Sugih, Kota Gajah, Punggur, Seputih Agung, Terbanggi Besar dan Trimurjo. Sampel berjumlah 15 lokasi yang didasarkan pada hasil interpretasi NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) serta tutupan lahan dan berjumlah 27 lokasi validasi lapangan untuk menentukan potensi rawan kekeringan. Dalam penelitian potensi kekeringan ini menggunakan tujuh variabel yaitu: Vegetasi Lahan, Bentuk Lahan, Kelerengan, Jenis Tanah, Curah Hujan, Tutupan Lahan dan Jarak Terhadap Sungai. Hasil penelitian ini menunjukkan sebaran daerah berpotensi kekeringan di 8 Kecamatan terdapat 5 kelas potensi kekeringan. Adapun kelas potensi tersebut yaitu: Potensi kekeringan sangat rendah seluas 108.36 ha (0.13%), potensi kekeringan rendah seluas 7743 ha (9.47%), potensi kekeringan sedang seluas 45192.85 ha (55.27%), potensi kekeringan tinggi seluas 26632.73 ha (33.57%) dan potensi kekeringan sangat tinggi seluas 2097.72 ha (2.57%). Kata Kunci: Kekeringan, Penginderaan Jauh, Sistem Informasi Geografis, Kuantitatif Deskriptif abstract Drought is a state of shortage supply water on an area in the period were prolonged. Disaster drought in District Lampung Tengah from year to year continued to experience the rise to proved in the year 2013 District Lampung Tengah topped ranked 123 disasters of drought in the national that made by the National Agency and Disaster Management . Lack of spatial data that provides information on potential areas affected by drought also plays a role as one of the factors that hamper the resolution of drought problems . The method used in this study uses descriptive quantitative methods of data collection that are carried out primary and secondary. The primary data collection is done by observation and validation methods. Secondary data collection is done by remote sensing data collection methods and other secondary data collection that supports. The population in this study is the potential for drought in Bekri, Bumi Ratu Nuban, Gunung Sugih, Kota Gajah, Punggur, Seputih Agung, Terbanggi Besar and Trimurjo Districts. The sample consists of 15 locations based on the NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) interpretation and land cover and there are 24 field validation locations to determine the potential for drought prone. In this potential drought study uses seven variables, namely: Land Vegetation, Land Form, Slope, Soil Type, Rainfall, Land Cover and Distance to the River. The results of this study indicate the distribution of drought potential areas in 8 Districts, there are 5 classes of drought potential. The potential classes are: Very low drought potential of 108.36 ha (0.13%), low drought potential of 7743 ha (9.47%), medium drought potential of 45192.85 ha (55.27%), high drought potential of 26632.73 ha (32.57%) and the potential for drought is very high covering an area of 2097.72 ha (2.57%). Keywords: Drought, Remote Sensing, Geographic Information Systems, Descriptive Quantitative

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi
Teknologi > Teknologi lingkungan . rekayasa sanitasi
Teknologi > Teknologi lingkungan . rekayasa sanitasi
Program Studi: Fakultas Teknik
Depositing User: 188413941 . Digilib
Date Deposited: 21 Jan 2020 04:08
Last Modified: 21 Jan 2020 04:08
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/60791

Actions (login required)

View Item View Item