STUDI ELECTROCHEMICAL ANALYSIS LANTANUM (III) KLORIDA HEPTAHIDRAT 98% DIBAWAH PENGARUH MEDAN MAGNET DAN PENGAPLIKASIANNYA SEBAGAI ADITIF MAGNETO- ELEKTRODEPOSISI LOGAM KROM

ARIFO GUNAWAN CAHYANEGORO, 1925021001 (2021) STUDI ELECTROCHEMICAL ANALYSIS LANTANUM (III) KLORIDA HEPTAHIDRAT 98% DIBAWAH PENGARUH MEDAN MAGNET DAN PENGAPLIKASIANNYA SEBAGAI ADITIF MAGNETO- ELEKTRODEPOSISI LOGAM KROM. Masters thesis, Universitas Lampung.

[img]
Preview
FIle PDF
ABSTRAK - Arifo Gunawan Cahyanegoro.pdf

Download (9Mb) | Preview
[img] FIle PDF
TESIS FULL - Arifo Gunawan Cahyanegoro.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (9Mb)
[img]
Preview
FIle PDF
TESIS TANPA BAB PEMBAHASAN - Arifo Gunawan Cahyanegoro.pdf

Download (9Mb) | Preview

Abstrak

Lantanum merupakan golongan tanah jarang yang semakin dibutuhkan untuk berbagai aplikasi. Dalam penelitian ini kami melakukan analisis elekrodeposisi pada Lantanum (III) Klorida Heptahidarat dengan pengaruh medan magnet. Teknik analisis elektrokimia yang digunakan adalah linear sweep voltametry (LSV) dan Chronoamperometry (CA). LSV digunakan untuk mengukur arus maksimum (limiting current). Untuk menentukan arus maksimum, hasil LSV harus diplot dalam plot tafel. Tafel yang dihasilkan dari LSV adalah potensial elektroda (mV) dengan logaritma rapat arus (Log iL (A·cm-2 )). Koefisien difusi dari spesies elektroaktif ditentukan dengan menggunakan Chronoamperometry (CA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh peningkatan luas elektroda kerja (A), kuat medan magnet (B), dan konsentrasi elektroaktif (C) memberikan peningkatan tertentu pada limiting current. Sedangkan penambahan viskositas larutan (v) dan koefisien difusi (D) akan menurunkan nilai limiting current untuk elektrodeposisi lantanum. Penelitian ini juga melakukan proses pelapisan krom dengan aditif Lantanum (III) klorida heptahidrat 98% yang telah dipelajari sebelumnya, didapatkan hasil proses pelapisan menggunakan medan magnet yang dihasilkan lebih seragam; lebih tebal; lebih kompak; dan nilai kekerasan yang lebih tinggi dibandingkan pelapisan tanpa medan magnet. Kata kunci: Lantanum, Magneto-Elektrodeposisi, Limiting Current, Linear Sweep Voltammetry; Chronoamperometry Lanthanum is a rare earth group that is increasingly needed for a variety of applications. In this study, we performed an electrodeposition analysis on Lanthanum (III) Chloride Heptahidase under the influence of a magnetic field.. Electrochemical analysis techniques used are linear sweep voltammetry (LSV) and Chronoamperometry (CA). LSV is used to measure the maximum current (limiting current). To determine the maximum current, the result of the LSV must be plotted in a tafel plot. Tafel generated from LSV is the electrode potential (mV) with the logarithm of the current density (Log iL (A·cm-2 )). The diffusion coefficient of the electroactive species was determined using chronoamperometry (CA). The results showed that the effect of increasing the working electrode area (A), magnetic field strength (B), and electroactive concentration (C) gave a certain increase in limiting current. Meanwhile, the addition of solution viscosity (v) and diffusion coefficient (D) will reduce the limiting current value for lanthanum electrodeposition. This study also carried out a chrom-plating process with the addition of Lanthanum (III) Chloride Heptahydrate 98% which was studied previously, it was found that the plating process using magnetic field produced a more uniform; thicker; more compact, and more mass deposit with higher hardness value. Keywords: Lanthanum; Magneto-Electrodeposition; Limiting Current, Linear Sweep Voltammetry; Chronoamperometry

Jenis Karya Akhir: Tesis (Masters)
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan)
600 Teknologi (ilmu terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan
Program Studi: Fakultas Teknik > Prodi Magister Teknik Mesin
Pengguna Deposit: UPT . Dito Nipati
Date Deposited: 27 May 2022 04:10
Terakhir diubah: 27 May 2022 04:10
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/61878

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir