PERANCANGAN MUSEUM KOPI DENGAN PENDEKATAN METAFORA DI LAMPUNG

NIdya Nurhasanah, 1415012028 (2021) PERANCANGAN MUSEUM KOPI DENGAN PENDEKATAN METAFORA DI LAMPUNG. FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI NIDYA ABSTRAK - nidya nurhasanah.pdf

Download (4Mb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI NIDYA FULL - nidya nurhasanah.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (6Mb)
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI NIDYA TANPA BAB PEMBAHASAN - nidya nurhasanah.pdf

Download (4Mb) | Preview

Abstrak

Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan yang ada di Indonesia. Jenis kopi yang banyak dibudidayakan di Indonesia adalah jenis kopi robusta. Berdasarkan data yang diperoleh dari Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2019, kopi robusta yang dihasilkan perkebunan kopi di Indonesia mencapai 80,77 %. Lampung dikenal sebagai provinsi sentra produksi kopi robusta terbesar kedua setelah Sumatera Selatan. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung tahun 2017 yaitu Budiharto mengatakan bahwa potensi ini harus difasilitasi dengan menyediakan tempat khusus mengenai kopi. Oleh karena itu, penulis berpikir bahwa diperlukannya fasilitas berupa museum kopi yang berfungsi sebagai wadah apresiasi, edukasi sekaligus dapat menjadi sarana rekreasi. Saat ini terdapat permasalahan yang terjadi pada museum-museum yang ada di Indonesia yaitu berkurangnya minat masyarakat untuk mengunjungi museum. Hal ini dikarenakan kurangnya pengembangan museum serta kemasan dan pencitraan museum yang kurang menarik. Pemilihan pendekatan pada perancangan ini Museum, Kopi, Metafora, Lampung Pendekatan metafora dipilih agar masyarakat yang mengunjungi bangunan museum kopi dapat mendapatkan esensi dari filosofi yang diaplikasikan melalui pengalaman ruang dalam dan tampilan luar ruangan. Kata kunci: Museum, Kopi, Metafora, Lampung Coffee is one of the leading commodities in Indonesia. The type of coffee that is widely cultivated in Indonesia is robusta coffee. Based on data obtained from the Agricultural Data and Information Center 2019, robusta coffee that produced by coffee plantations in Indonesia reaches 80.77%. Lampung is known as the second largest production center province of robusta coffee after South Sumatra. The head of Lampung Province Tourism Office in 2017 Budiharto said that this potential must be facilitated by providing a special place for coffee. Therefore, the writer thinks that the need for facilities in the form of a coffee museum that serves as a forum for appreciation, education and as a place of recreation. Currently there are problems that occur at museums in Indonesia, which is the reduced public interest to visit the museum. This is due to the lack of museum development also museum packaging and museum imaging that is less attractive. The approach choice in this design is expected to answer the problems that occur at museums in Indonesia. The analogy approach is chosen so the people who visit coffee museum building can get the essence of the philosophy that is applied through indoor experience, while the metaphor approach is used to reflect the function of the building through outdoor display. Keywords: Coffee Museum, Lampung, Metaphor

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan
Program Studi: Fakultas Teknik > Prodi S1-Teknik Arsitektur
Pengguna Deposit: UPT . Meda Sulistiana
Date Deposited: 30 May 2022 07:32
Terakhir diubah: 30 May 2022 07:32
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/62151

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir