MAKNA SIMBOLIS TARI ABUNG SIWO MEGO DI DESA BUMI TINGGI KECAMATAN BUMI AGUNG KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

Devi Angriani, 1813043020 (2022) MAKNA SIMBOLIS TARI ABUNG SIWO MEGO DI DESA BUMI TINGGI KECAMATAN BUMI AGUNG KABUPATEN LAMPUNG TIMUR. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (27Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2100Kb)
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1634Kb) | Preview

Abstrak

Penelitian ini membahas makna simbolis tari Abung Siwo Mego di desa Bumi Tinggi Kecamatan Bumi Agung Kabupaten Lampung Timur. Penelitian ini memiliki pembatasan masalah yaitu makna simbolis tari Abung Siwo Mego perwakilan di Buay Nuban di desa Bumi Tinggi Kecamatan Bumi Agung Kabupaten Lampung Timur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mengumpulkan beberapa data yang ada di lapangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori simbol milik Ferdinand De Saursurre yang memiliki sistem konsep diadik. Penelitian ini meneliti beberapa unsur pada makna simbolis tari Abung Siwo Mego yaitu gerak, musik iringan, pola lantai serta tata busana. Ragam gerak pada tari Abung Siwo Mego yaitu Igol, Ngelap dan Ngiyau Bias. Tabuh tari yang digunakan sebagai ungkapan bahwa ada sebuah tarian yang ditarikan dari Penyimbang Adat. Pola lantai pada tari Abung Siwo Mego memiliki makna yaitu sebagai ungkapan kasih sayang dan perlindungan kepada saudara perempuan. Kawai Balak dan Kopiah Gaccak merupakan tata busana yang digunakan memiliki makna sebagai bentuk kebesaran seorang Suttan dalam adat, serta pengggunaan Siger dan Tanggai bagi perwakilan Kebuayan Nuban memiliki makna yaitu bahwa adanya garis keturunan perempuan yang hadir dalam tari tersebut. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa makna simbolis tari Abung Siwo Mego merupakan ungkapan bentuk penghormatan kepada kaum perempuan dari keturunan Abung Siwo Mego terhadap Putri Nuban. Kata Kunci : Makna Simbolis, Tari Abung Siwo Mego, Bumi Tinggi This study discusses the symbolic meaning of the Abung Siwo Mego dance in the village of Bumi Tinggi, Bumi Agung District, Lampung Timur Regency. This study has a problem limitation, namely the symbolic meaning of the Abung Siwo Mego dance representative in Buay Nuban in Bumi Tinggi, Bumi Agung district, Lampung Timur regency. This study uses a qualitative descriptive method to collect some data in the field. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. This study uses Ferdinand De Saursurre's symbol theory which has a dyadic concept system. This study examines several elements in the symbolic meaning of the Abung Siwo Mego dance, namely movement, musical accompaniment, floor patterns and fashion. The various movements in the Abung Siwo Mego dance are Igol, Ngelap and Ngiyau Bias. The dance tabuh is used as an expression that there is a dance that is danced from the Customary Balance. The floor pattern in the Abung Siwo Mego dance has a meaning, namely as an expression of love and protection for sisters. Kawai Balak and Kopiah Gaccak are clothing styles that are used to have a meaning as a form of the greatness of a Suttan in custom, and the use of Siger and Tanggai for representatives of Kebuayan Nuban has the meaning that there is a lineage of women who are present in the dance. Based on the results of the research conducted, it shows that the symbolic meaning of the Abung Siwo Mego dance is an expression of respect for women from the descendants of Abung Siwo Mego towards Putri Nuban. Keywords: Symbolic Meaning, Abung Siwo Mego Dance, Bumi Tinggi

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial > 370 Pendidikan
700 Seni, seni rupa, kesenian
Program Studi: FKIP > Prodi Pendidikan Seni Drama, dan Tari
Pengguna Deposit: 2208959162 . Digilib
Date Deposited: 22 Aug 2022 01:25
Terakhir diubah: 22 Aug 2022 01:25
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/65279

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir