ANALISIS KONSEP DIRI CROSSDRESS COSPLAYER LAKI-LAKI DALAM MEMPERTAHANKAN MASKULINITAS (Studi Pada Kumpulan Cosplay Lotus Chamber)

MUHAMMAD MALIKDINANSYAH MOKOAGOW, 1416031083 (2021) ANALISIS KONSEP DIRI CROSSDRESS COSPLAYER LAKI-LAKI DALAM MEMPERTAHANKAN MASKULINITAS (Studi Pada Kumpulan Cosplay Lotus Chamber). FAKULTAS ILMU DAN SOSIAL ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK - Kruseder Ugal.pdf

Download (88Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL - Kruseder Ugal.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2911Kb)
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN - Kruseder Ugal.pdf

Download (2739Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Cosplay adalah seni permainan ala jejepangan dengan mengenakan kostum dan aksesoris yang terkonstruksi dari budaya popular seperti komik, anime (animasi/kartun) dan game. Cosplay biasanya mengidentifikasikan diri mereka dengan karakter-karakter fiksi melalui pakaian atau penampilan yang berbeda dengan orang kebanyakan. Pakaian yang digunakan terlihat mencolok. Begitu pula dengan aksesoris dan riasannya. Selain itu pemakai kostum (cosplayer/coser) berusaha menirukan adegan-adegan dan gerakan karakter yang diperankan untuk mendukung dan melengkapi penampilan mereka agar semirip mungkin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang konsep diri laki-laki cosplayer lintas busana dan memberikan gambaran cara coplayer laki-laki penggiat lintas busana dalam mempertahankan maskulinitas. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi dari hasil penelitian. Hasil penelitian didapatkan bahwa konsep diri para laki-laki cosplayer lintas busana di Lotus Chamber memiliki ragam berbeda-beda dalam kehidupannya masing-masing dipengaruhi oleh lingkungan mereka yang memiliki perbedaan namun mereka tetap menjaga diri mereka sebagai sosok laki-laki maskulin di kehidupan nyata mereka. Masing- masing dari mereka dasarnya sama dalam menjaga sisi maskulin mereka dalam kehidupan nyata terlepas dari hobi mereka sebagai cosplayer lintas busana, yaitu mereka memisahkan mana yang hanya sebatas hobi dan mana yang asli Kata kunci: cosplay, konsep diri, maskulin Cosplay is a Japanese-style game art by wearing costumes and accessories constructed from popular culture such as comics, anime (animation/cartoons) and games. Cosplay usually identify themselves with fictional characters through clothing or appearance that is different from the average person. The clothes used are striking. Likewise with accessories and makeup. In addition, costumers (cosplayers/coser) try to imitate the scenes and movements of the characters being played to support and complete their appearance so that they are as similar as possible. This study aims to describe the self-concept of male cross-dressing cosplayers and to provide an overview of the ways in which male co-players are active cross-dressers in maintaining masculinity. This research method uses descriptive qualitative method. Data was collected by means of observation, interviews and documentation of the research results. The results showed that the self-concept of male cross-dressing cosplayers at Lotus Chamber has different variations in their lives, each influenced by their different environments, but they still maintain themselves as masculine male figures in their real lives. Each of them is basically the same in maintaining their masculine side in real life regardless of their hobbies as cross-dress cosplayers, namely they separate what is just a hobby and what is real. Keywords: cosplay, self-concept, masculine

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial
Program Studi: Fakultas ISIP > Prodi Ilmu Komunikasi
Pengguna Deposit: AM.d Firlia Hidayah
Date Deposited: 12 Jan 2023 04:11
Terakhir diubah: 12 Jan 2023 04:11
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/68213

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir