STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS DI PERAIRAN PANTAI DESA MERAK BELANTUNG, KECAMATAN KALIANDA, KABUPATEN LAMPUNG SELATAN, LAMPUNG

AGUSTINA, RINA (2022) STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS DI PERAIRAN PANTAI DESA MERAK BELANTUNG, KECAMATAN KALIANDA, KABUPATEN LAMPUNG SELATAN, LAMPUNG. FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (23Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2989Kb)
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2276Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Perairan pantai di Desa Merak Belantung merupakan kawasan yang memiliki aktivi- tas manusia di sekitar pantai seperti pemukiman penduduk, kawasan wisata pantai, pertanian, hatchery, industri ikan asin dan aktivitas lainnya yang secara langsung me- mengaruhi kualitas perairan. Makrozoobentos sebagai organisme yang hidup di dasar perairan dapat digunakan sebagai bioindikator perubahan kualitas perairan. Perubah- an kualitas perairan berdampak terhadap keberadaan makrozoobentos dan struktur komunitas makrozoobentos di perairan pantai Desa Merak Belantung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas makrozoobentos serta hubungannya terhadap kualitas air di perairan pantai Desa Merak Belantung, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan pada bulan Mei-Agustus 2022 yang dibagi menjadi 4 stasiun yaitu : Pantai Bagus, Pantai Tanjung Beo, Pantai Grand Elty, dan Pantai Merak Belantung. Metode yang diguna- kan principal component analysis (PCA) dan abundance and biomass comparison (kurva ABC) dengan parameter fisika dan kimia yang diukur di antaranya : kedalam- an, kecerahan, kecepatan arus dan suhu, salinitas, pH, oksigen telarut (DO) dan ba- han organik total (BOT). Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka diketahui bahwa jenis makrozoobentos yang mendominasi pada keempat stasiun penelitian yaitu kelas gastropoda dengan 34 spesies dengan nilai kelimpahan di antaranya Nassarius sp se- besar 1.439,7 ind/m3 dan Acanthinucella spirata sebesar 1.234,7 ind/m3. Analisis kur- va ABC menunjukkan bahwa pada stasiun 1 dan 3 status kualitas air buruk, sedang- kan pada stasiun 2 dan 4 stastus kualitas air sedang. Kata kunci: Makrozoobentos, kualitas air, principal component analysis (PCA), abundance and biomass comparison (kurva ABC). The coastal waters in Merak Belantung Village are areas that have anthropegrnic acti- vityes around the coast due to inhabitation, beach tourism, agriculture, hatchery, fish- salting industry, etc. that directly affect water quality. Macrozoobenthos as organisms that live on water base and can be used as bioindicators of changes in water quality. Water quality changes will impact on the macrozoobenthic availability and their co- mmunity structure around Merak Belantung Village coastal waters. This study aimed to analyze the macrozoobenthic community structure and its correlation with the wa- ter quality in Merak Belantung Village coastal waters, Kalianda Sub-district, South Lampung District, Lampung. This study was performed for three months on May- August, 2022 and divided into four stations, namely: Bagus Beach, Tanjung Beo Beach, Grand Elty Beach, anda Merak Belantung Beach. the principal component analysis (PCA) and abundance and biomass comparison (ABC curve) methods were applied in this study with several physical and chemical measured parameters, such as depth, light intensity, current speed, temperature, salinity, pH, dissolved oxygen (DO), and total organic matters (TOM). Based on the results, macrozoobenthic spe- cies found in Merak Belantung Village coastal waters were composed of five types, namely gastropods, bivalves, polychaeta, malacostracans, and pelecypods. The most dominant type in four observational stations was gastropods with 34 species with abundance value, such as Nassarius sp at 1.439,7 ind/m3 and Acanthinucella spirata at 1.234,7 ind/m3. abundance and biomass comparison (ABC curve) shows the poor water quality status in station 1 and 3. In station 2 and 4 has an intermediate water quality status. Keywords: Macrozoobenthos, water quality, principal component analysis (PCA), abundance and biomass comparison (ABC).

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 630 Pertanian dan teknologi yang berkaitan
Program Studi: Fakultas Pertanian dan Pascasarjana > Prodi Budidaya Perairan
Pengguna Deposit: 2301352448 . Digilib
Date Deposited: 27 Jan 2023 01:27
Terakhir diubah: 27 Jan 2023 01:27
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/68512

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir