ANALISIS FRAMING VIDEO PEMBERITAAN #BLOKIRKOMINFO PADA KANAL APLIKASI ATAU WEB YOUTUBE.

JANSEN , RYAN RAMADHAN (2023) ANALISIS FRAMING VIDEO PEMBERITAAN #BLOKIRKOMINFO PADA KANAL APLIKASI ATAU WEB YOUTUBE. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (85Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2520Kb)
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2359Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Abstrak-Pada hari Rabu, 20 Juli 2022 Kominfo membuat sebuah langkah mengejutkan, dilansir dari aptika.kominfo.go.id, yaitu website resmi Ditjen Aplikasi Informatika Kominfo. Kominfo menyiapkan sangsi bagi PSE lingkup privat yang belum mendaftar ke kominfo. Bukan berdampak positif, hal ini justru menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, banyak pihak yang menganggap bahwa kebijakan ini dirasa terlalu teburu-buru dan terkesan mendadak. Fenomena ini mencapai puncak pada hari Sabtu, tanggal 30 Juli 2022, Kominfo secara resmi memblokir 7 aplikasi yang terhitung sebagai perusahaan raksasa dibidang teknologi dan informasi. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini juga menggunakan teori agenda setting sebagai landasan dalam menganalisis dan menggunakan model framing Willian A. Gamson dan Andre Modigliani. Terdapat 3 media yang memberikan citra positif terhadap fenomena #blokirkominfo ini. Dengan menggunakan petinggi Kominfo, terlihat media mengarahkan kebijakan pemblokiran sejumlah PSE ini mendapatkan citra positif untuk membuat pemerintah terlihat baik, sehingga efeknya dapat meredam amukan masyarakat hingga lahirnya tagar #blokirkominfo sebagai bentuk protes atas kebijakan dan fenomena ini. Namun di sisi lain, terdapat 3 media lain melihat peristiwa ini dari sudut pandang masyarakat yang dirugikan atas lahirnya kebijakan pemblokiran sejumlah PSE ini. Media-media ini melihat bahwa kebijakan ini merugikan banyak golongan seperti pekerja kreatif, gamers, sampai atlit e-sport tanah air yang berkarir menggunakan layan PSE yang terblokir oleh Kominfo. Kata Kunci: Framing, #blokirkominfo, YouTube, Teori Agenda Setting Abstract-On Wednesday, July 20, 2022, Kominfo made a surprising step, as reported by aptika.kominfo.go.id, which is the official website of the Directorate General of Communication and Informatics Applications for Kominfo. Kominfo prepares sanctions for PSE in private spheres that have not registered with Kominfo. Not having a positive impact, this made pros and cons in the community, many people thought that this policy was felt to be too hasty and seemed urgent. This phenomenon reached its peak on Saturday, July 30, 2022, Kominfo officially blocked 7 applications that were considered giant companies in the field of technology and information. This study uses a descriptive type of research with a qualitative approach. This study also uses agenda-setting theory as a basis for analyzing and using the framing model of Willian A. Gamson and Andre Modigliani. 3 media give a positive image of this #blokirkominfo phenomenon. By using Kominfo officials, it can be seen that the media is directing the policy of blocking several PSEs to get a positive image to make the government look good so that the effect can reduce public anger until the hashtag #blokirkominfo is born as a form of protest against this policy and phenomenon. But on the other hand, 3 other media saw this incident from the point of view of the people who were harmed by the birth of this policy of blocking several PSEs. These media see that this policy is detrimental to many groups such as creative workers, gamers, to Indonesian e-sport athletes whose careers use PSE services which are blocked by Kominfo. Key Word: Framing, #blokirkominfo, YouTube, Agenda-Setting Theory

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial
300 Ilmu sosial > 380 Perdagangan, komunikasi, dan transportasi
Program Studi: Fakultas ISIP > Prodi Ilmu Komunikasi
Pengguna Deposit: 2301213436 . Digilib
Date Deposited: 30 Jan 2023 07:01
Terakhir diubah: 30 Jan 2023 07:01
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/68555

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir