ANALISIS REKOMENDASI TIM ASESMEN TERPADU SEBAGAI PERTIMBANGAN HAKIM DALAM PENJATUHAN PIDANA TERHADAP PENYALAH GUNA NARKOTIKA

MEILITA , HASAN (2023) ANALISIS REKOMENDASI TIM ASESMEN TERPADU SEBAGAI PERTIMBANGAN HAKIM DALAM PENJATUHAN PIDANA TERHADAP PENYALAH GUNA NARKOTIKA. Masters thesis, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (29Kb) | Preview
[img] File PDF
TESIS FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (1689Kb)
[img]
Preview
File PDF
TESIS TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1476Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Tim Asesmen Terpadu yang terdiri dari tim hukum dam tim medis diposisikan sebagai asesor yang bertugas memberikan rekomendasi kepada hakim mengenai tingkat ketergantungan narkotika dan keterlibatan tersangka dalam tindak pidana narkotika. Jadi, melalui rekomendasi Tim Asesmen Terpadu, penyalahgunaan narkotika dapat diklasifikasikan apakah merupakan korban, pencandu atau masuk dalam peredaran gelap narkotika sehingga penjatuhan pidana terhadapnya dapat disesuaikan. Pasal 54 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika menetukan rehabilitasi medis maupun rehabilitasi social. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah rekomendasi Tim Asesmen Terpadu sebagai pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan pidana rehabilitasi terhadap penyalahguna narkotika? Dan apakah rekomendasi Tim Asesemen Terpadu sebagai pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap penyalahguna narkotika sesuai dengan tujuan pemidanaan?. Metode penelitian melalui pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris yang bersifat deskriptif dengan sumber data terdiri dari data primer yakni wawancara dan data sekunder yaitu sumber hukum primer, sekunder dan tersier. Metode pengumpulan data dengan wawancara dan studi pustaka, kemudian data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perkara yang ada di pengadilan Negeri Gedong Tataan hanya ada satu perkara narkotika yang mendapatkan putusan rehabilitasi pada tahun 2021. Pada perkara pidana dengan Nomor Perkara 86/Pid.Sus/2022/PN Gdt, rekomendasi TAT dijadikan dasar penuntut umum dalam menuntut terdakwa berupa rehabilitasi, akan tetapi dalam putusan Hakim di Pengadilan Gedong Tataan tetap menjatuhkan hukuman penjara pada terdakwa. Berdasarkan hasil penelitian, Rekomendasi TAT yang merupakan alat bukti surat tidak mengikat putusan hakim, namun dijadikan pertimbangan terhadap jenis atau berat ringannya pidana, selama rekomendasi yang diberikan sesuai dengan fakta hukum serta sesuai dengan tujuan hukum yaitu kepastian hukum, kemanfaatan, dan keadilan. Saran Penerapan pidana terhadap penyalah guna yang mengkonsumsi narkotika seharusnya dibedakan antara pengguna pemula, pecandu, korban penyalahgunaan dan penyalah guna yang terlibat dalam jaringan, melalui proses asesmen Terapadu. Pengaturan tentang asesmen terpadu harus diatur secara jelas dan tegas dalam Undang-Undang, termasuk syarat dan prosedur pengajuan asesmen dan sistem kerja tim asesmen terpadu. Kata Kunci: TAT, Narkotika, Pertimbangan Hakim, Rehabilitasi. The Integrated Assessment Team, which consists of a legal team and a medical team, is positioned as an assessor whose job is to provide recommendations to judges regarding the level of narcotics dependence and the suspect's involvement in narcotics crimes. So, through the recommendations of the Integrated Assessment Team, narcotics abusers can be classified whether they are victims, addicts or enter the illicit circulation of narcotics so that the sentence imposed on them can be adjusted. Article 54 of Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics determines medical rehabilitation and social rehabilitation. The problem in this study is how is the recommendation of the Integrated Assessment Team as a judge's consideration in imposing a rehabilitation sentence on narcotics abusers? And what is the recommendation of the Integrated Assessment Team as a judge's consideration in imposing a sentence on a narcotics abuser in accordance with the purpose of sentencing? The research method uses normative juridical and empirical juridical approaches that are descriptive in nature with data sources consisting of primary data, namely interviews and secondary data, namely primary, secondary and tertiary legal sources. Methods of data collection by interviews and literature study, then the data were analyzed qualitatively. The results of this study indicate that there is only one narcotics case at the Gedong Tataan District Court that will receive a rehabilitation decision in 2021. In the criminal case with Case Number 86/Pid.Sus/2022/PN Gdt, the TAT recommendation is used as the basis for the public prosecutor in demanded the defendant in the form of rehabilitation, but in the verdict the Judge at the Gedong Tataan Court still sentenced the defendant to prison. Based on the results of the research, the TAT recommendation which is a letter of evidence does not bind the judge's decision, but is used as a consideration for the type or severity of the crime, as long as the recommendations given are in accordance with legal facts and in accordance with legal objectives, namely legal certainty, expediency and justice. Suggestions The application of punishment to abusers who consume narcotics should be differentiated between novice users, addicts, victims of abuse and abusers who are involved in the network, through an integrated assessment process. Arrangements regarding integrated assessment must be regulated clearly and explicitly in the law, including the requirements and procedures for submitting assessments and the integrated assessment team work system. Keywords: TAT, Narcotics, Judge's Consideration, Rehabilitation.

Jenis Karya Akhir: Tesis (Masters)
Subyek: 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum
Program Studi: Fakultas Hukum > Magister Hukum S2
Pengguna Deposit: 2301505973 . Digilib
Date Deposited: 02 Feb 2023 06:47
Terakhir diubah: 02 Feb 2023 06:47
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/68656

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir