STUDI KEKUATAN PASANGAN BATU BATA PASCA PEMBAKARAN MENGGUNAKAN BAHAN ADDITIVE SERBUK GERGAJI KAYU

HARI DIANTORO RAHMAD, 1015011051 (2015) STUDI KEKUATAN PASANGAN BATU BATA PASCA PEMBAKARAN MENGGUNAKAN BAHAN ADDITIVE SERBUK GERGAJI KAYU. Fakultas Teknik, Universitas Lampung.

[img]
Preview
Text
ABSTRACT.pdf

Download (21Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (8Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
COVER DALAM.pdf

Download (247Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
LEMBAR PERSETUJUAN.pdf

Download (369Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf

Download (231Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
LEMBAR PERNYATAAN.pdf

Download (360Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
RIWAYAT HIDUP.pdf

Download (13Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
PERSEMBAHAN.pdf

Download (23Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
MOTO.pdf

Download (46Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
SANWACANA.pdf

Download (28Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (11Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR TABEL.pdf

Download (5Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR GAMBAR.pdf

Download (5Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (23Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (79Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (59Kb) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (174Kb) | Request a copy
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (18Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (7Kb) | Preview

Abstrak

ABSTRAK Semakin meningkatnya pembangunan konstruksi yang ada di Indonesia dan pertambahan penduduk yang selalu menunjukan angka peningkatan setiap tahunnya harus didukung dengan pertumbuhan perekonomian yang semakin baik, maka material konstruksi akan terus meningkat untuk mendukung kebutuhan sarana dan prasarana pembangunan konstruksi. Untuk mendukung perkembangan dan pertumbuhan tersebut, maka batu bata sebagai salah satu material konstruksi akan semakin dibutuhkan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas material tanah adalah menggunakan bahan pencampur (additive) seperti serbuk gergaji untuk mempermudah proses pembakaran dan sebagai pembentuk pori-pori batu bata. Berdasarkan penjelasan diatas, maka perlu dilakukan penelitian yang objektif terhadap pembuatan batu bata, sehingga serbuk gergaji dapat digunakan menjadi alternatif campuran yang tepat pada pembuatan batu bata, dengan harapan limbah serbuk gergaji tersebut tidak terbuang sia-sia, tetapi dapat menambah kekuatan batu bata dan dapat menghasilkan batu bata dengan kualitas yang baik. Sampel tanah yang diuji pada penelitian ini berupa tanah berbutir halus yang berasal dari desa Yosomulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro. Variasi kadar campuran yang digunakan adalah 5%, 10%, 15% dan 20%, dengan waktu pemeraman selama 14 hari serta dengan perlakuan batu bata adalah pasca pembakaran. Berdasarkan hasil pengujian fisik tanah asli, USCS mengklasifikasikan sampel tanah sebagai tanah berbutir halus dan termasuk ke dalam kelompok ML. Dalam penelitian ini digunakan bahan additive, berupa campuran serbuk gergaji kayu, pada kadar campuran 5% batu bata merah mengalami peningkatan dibandingkan dengan batu bata yang tidak dicampur dengan bahan additive. Pada kadar campuran 10%, 15% dan 20% batu bata mengalami penurunan baik dari segi kuat tekan maupun kualitas batu bata sehingga pada campuran 10%, 15% dan 20% batu bata tidak dianjurkan untuk dipakai sebagai bahan bangunan karena tidak sesuai persyaratan SNI 15-2094-2000 dan untuk nilai daya serap air hanya kadar 15% yang sesuai dengan standar diantara 14% sampai dengan 18%. Kata Kunci : batu bata, tanah berbutir halus, kuat tekan, daya serap air. ABSTRACT The Increasing construction in Indonesia and the number of population which is increasing every year must be supported by better economy growth. Thus, the construction materials will continue to increase to support the needs of infrastructure construction. To support the development and growth, then brick as a construction material will be needed. One of the method that can be used to improve the quality of the soil material is to use mixing ingredients (additives) such as sawdust to facilitate the combustion process and as a pore-forming on bricks. Based on the explanation above , it is necessary to do an objective study of making bricks, so that sawdust can be used as an right mix alternative in the manufacture of bricks, in the hope of sawdust waste is not wasted, but it can add power to brick and can produce bricks with good quality. Soil samples were tested in this study is a fine-grained soil from the Yosomulyo village, East Metro District, Metro City. Variations in the levels of the mixture used is 5%, 10%, 15% and 20%, with a curing time of 14 days as well with post-combustion treatment on the brick. Based on the results of physical testing of the original soil, USCS classified the soil samples as fine-grained soil and included in the ML group. This study used additive materials, such as wood sawdust mixture, on the mixture of 5% level, red brick experienced an escalation compared to bricks that are not mixed with additive materials. At the levels of a mixture of 10%, 15% and 20%, bricks decreased, both in terms of compressive strength and quality of bricks. So, in a mixture of 10%, 15% and 20%, the brick is not recommended for use as a building material because it does not fit to the requirements of SNI 15-2094-2000 and water absorption rate is only 15% the level of compliance with the standards between 14% to with 18%. Keywords: bricks, fine-grained soil, compressive strength, water absorption.

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: A General Works = Karya Karya Umum
Program Studi: Fakultas Teknik > Prodi Sipil
Depositing User: 2225463 . Digilib
Date Deposited: 23 Feb 2015 02:31
Last Modified: 23 Feb 2015 02:31
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/7133

Actions (login required)

View Item View Item