ANALISIS KEBERLANJUTAN INDUSTRI PENGGILINGAN PADI DAN BATU BATA DI KABUPATEN PRINGSEWU

DIAN , OKTAVIA (2023) ANALISIS KEBERLANJUTAN INDUSTRI PENGGILINGAN PADI DAN BATU BATA DI KABUPATEN PRINGSEWU. Masters thesis, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (12Kb) | Preview
[img] File PDF
TESIS FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (3555Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
TESIS TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (3556Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Komitmen global Sustainable Development Goals salah satunya menyoroti perihal industri, inovasi, dan infrastruktur. Konsep industri berkelanjutan penting untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan termasuk industri kecil. Penelitian ini bertujuan untuk (1)mengidentifikasi dimensi sosial, ekonomi, dan lingkungan berserta atribut-atribut di dalamnya, (2) mengukur indeks keberlanjutan, dan (3) memberikan rekomendasi keberlanjutan pada industri penggilingan padi dan batu bata di Kabupaten Pringsewu. Data yang digunakan adalah data primer tahun 2022 dengan jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif. Metode yang digunkan yaitu pendekatan teknik Rapfish (Rapid Apraissal for fisheries) didasarkan pada teknik ordinasi dengan Multi Dimensional Scaling (MDS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi ekonomi memiliki atribut pendapatan, volume penjualan, biaya produksi, kapasitas produksi, ketersediaan bahan baku, serta ketersediaan energy. Dimensi sosial menggunakan atribut yaitu tingkat pendidikan pemilik, pengalaman usaha, umur responden, penyerapan tenaga kerja, Kualitas SDM (pendidikan), serta kesehatan masyarakat. Dimensi lingkungan menggunakan atribut Penanggulangan limbah, kedekatan dengan kawasan berbahaya, kedekatan dengan kawasan industri sejenis, kesesuaian penempatan usaha (RTRW), kepadatan bangunan (KDB), dan pemenuhan kelengkapan izin usaha. Industri penggilingan padi di Kabupaten Pringsewu memiliki status keberlanjutan cukup berkelanjutan dengan indeks sebesar 61,52. Indeks keberlanjutan untuk dimensi ekonomi sebesar 69,46; dimensi sosial 62,38; dan dimensi lingkungan 52,72. Status keberlanjutan untuk industri batu bata di Pringsewu adalah cukup berkelanjutan, dengan indeks sebesar 52,82; dimensi ekonomi sebesar 68,02; dimensi sosial 61,98; dan dimensi lingkungan 28,47. Secara keseluruhan keberlanjutan industri di Kabupaten Pringsewu memiliki kategori cukup berkelanjutan dengan indeks keberlanjutan sebesar 57,17. Pemindahan lokasi industri apabila tidak sesuai dengan peruntukan dalam RTRW, seperti industri batu bata yang sebagian besar memiliki tempat produksi yang berdekatan dengan pemukiman/rumah warga menjadi salah satu bentuk rekomendasi kebijakan yang dapat diberikan. Perlunya wadah khusus atau tempat peruntukan industri berbasis industri rumahan/menengah yang tidak merugikan masyarakat akibat dari limbah yang ditimbulkan. Kata kunci : Batu bata, Industri, Indeks keberlanjutan, Penggilingan padi, Rapfish The global commitment to the Sustainable Development Goals highlights industry, innovation and infrastructure. The concept of sustainable industry is important to improve the quality of the products produced, including small industries. This study aims to (1) identify the social, economic, and environmental dimensions and their attributes, (2) measure the index of sustainability, and (3) provide recommendations for the sustainability of the rice and brick milling industry in Pringsewu Regency. The data used is primary data for 2022 with a quantitative descriptive type of research. The method used is the Rapfish technique approach (Rapid Appraisal for fisheries) based on coordination techniques with Multi Dimensional Scaling (MDS). The results showed that the economic dimension has the attributes of income, sales volume, production costs, production capacity, raw material availability, and energy availability. The social dimension uses attributes, namely the education level of the owner, business experience, age of the respondent, employment, quality of human resources (education), and public health. The environmental dimension uses the attributes of waste management, proximity to hazardous areas, proximity to similar industrial areas, suitability for business placement (RTRW), building density (KDB), and fulfillment of complete business permits. The rice mill industry in Pringsewu Regency has a fairly sustainable sustainability status with an index of 61.52. The sustainability index for the economic dimension is 69.46; social dimension 62.38; and environmental dimensions 52.72. The sustainability status for the brick industry in Pringsewu is quite sustainable, with an index of 52.82; economic dimension of 68.02; social dimension 61.98; and environmental dimensions 28.47. Overall, industrial sustainability in Pringsewu Regency is in the fairly sustainable category with a sustainability index of 57.17. Relocating industrial locations if they are not in accordance with the designation in the RTRW, such as the brick industry, most of which have production sites close to residential areas/residents' homes, is one form of policy recommendation that can be given. There is a need for special containers or places for industrial use based on home/medium industries that do not harm the community as a result of the waste generated. Keywords: Bricks, Industry, Sustainability index, Rapfish, Rice mill

Jenis Karya Akhir: Tesis (Masters)
Subyek: 000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum > 001 Ilmu pengetahuan
600 Teknologi (ilmu terapan) > 630 Pertanian dan teknologi yang berkaitan
Program Studi: Pascasarjana
Fakultas Pertanian dan Pascasarjana > Pascasarjana
Pengguna Deposit: 2301685138 . Digilib
Date Deposited: 09 Jun 2023 04:26
Terakhir diubah: 09 Jun 2023 04:26
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/71848

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir