STUDI KANIBALISME PADA BENIH IKAN GABUS STADIA AWAL Channa striata (Bloch, 1793) MELALUI KOMBINASI PEMBERIAN ESTRADIOL-17β DAN PADAT TEBAR YANG BERBEDA

Asmir , Khadavi (2023) STUDI KANIBALISME PADA BENIH IKAN GABUS STADIA AWAL Channa striata (Bloch, 1793) MELALUI KOMBINASI PEMBERIAN ESTRADIOL-17β DAN PADAT TEBAR YANG BERBEDA. FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (321Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (1171Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1134Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Ikan gabus (Channa striata) merupakan salah satu ikan yang memiliki distribusi luas. Ikan ini bersifat predator (memangsa ikan yang lebih kecil dari tubuhnya termasuk spesiesnya sendiri). Walaupun demikian, ikan ini banyak digemari oleh masyarakat karena memiliki kandungan protein yang tinggi mencapai 25 %. Daging ikan gabus juga mengandung albumin yang dapat digunakan untuk mempercepat proses penyembuhan luka. Ikan gabus memiliki sifat kanibalisme yang berdampak pada rendahnya tingkat kelangsungan hidup, terutama pada stadia benih. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode rancangan acak lengkap faktorial (RALF) dengan 3 perlakuan dosis hormon estradiol-17β yang disemprotkan ke pakan komersil dan 3 perlakuan padat tebar yang berbeda dengan 3 ulangan. Perlakuan estradiol-17β berbeda dosis dengan 0 mg/kg pakan (E1), 15 mg/kg pakan (E2), 30 mg/kg pakan (E3), dan padat tebar berbeda dengan 2 ekor/liter (K2), 8 ekor/liter (K2), dan 16 ekor/liter (K3). Hasil penelitian ini pada perlakuan padat tebar berbeda menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata terhadap tipe kanibalisme 1, kematian akibat faktor lain dan kelangsungan hidup. Adapun pada perlakuan estradiol-17β menunjukkan adanya yang berbeda nyata terhadap potensi kanibalisme, dan interaksi antara estradiol-17β yang dikombinasikan dengan padat tebar memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup. Kata kunci: benih ikan gabus, predator, kanibalisme, estradiol-17β, padat tebar. Snakehead fish (Channa striata) is a fish that has a wide distribution. This fish is predatory (preying on fish that are smaller than its body, including its own species). Even so, this fish is much loved by the public because it has a high protein content of up to 25%. Snakehead fish meat also contains albumin which can be used to speed up the wound healing process. Snakehead fish has cannibalism which results in a low survival rate, especially in the fry stage. This research was conducted using a completely randomized factorial design (RFD) with 3 treatments of estradiol-17β hormone doses sprayed on commercial feed and 3 different treatments of stocking density with 3 replications. Estradiol-17β treatment with different doses of 0 mg/kg of feed (E1), 15 mg/kg of feed (E2), 30 mg/kg of feed (E3), and different stocking densities with 2 individuals/liter (K2), 8 individuals/ liter (K2), and 16 head/liter (K3). The results of this study at different stocking density treatments showed a significant effect on cannibalism type 1, mortality due to other factors and survival. The estradiol-17β treatment showed a significant difference in the potential for cannibalism, and the interaction between estradiol-17β combined with stocking density had a significant effect on survival rates. Keywords: snakehead fish fry, predator, cannibalism, estradiol-17β, stocking density.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 500 ilmu pengetahuan alam dan matematika > 590 Ilmu hewan (zoologi)
600 Teknologi (ilmu terapan) > 630 Pertanian dan teknologi yang berkaitan
Program Studi: Fakultas Pertanian dan Pascasarjana > Prodi Budidaya Perairan
Pengguna Deposit: 2301019641 . Digilib
Date Deposited: 22 Jun 2023 07:48
Terakhir diubah: 22 Jun 2023 07:48
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/73011

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir