INDUKSI PEMBUNGAAN PADA ANGGREK Vanda DOUGLAS DENGAN APLIKASI PUPUK, BENZILADENIN, THIDIAZURON DAN PEMOTONGAN PUCUK

Annisa, Ayu Fitri (2023) INDUKSI PEMBUNGAAN PADA ANGGREK Vanda DOUGLAS DENGAN APLIKASI PUPUK, BENZILADENIN, THIDIAZURON DAN PEMOTONGAN PUCUK. Masters thesis, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (120Kb) | Preview
[img] File PDF
TESIS FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (3120Kb)
[img]
Preview
File PDF
TESIS TANPA PEMBAHASAN.pdf

Download (2852Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Vanda Douglas (Orchidaceae) is an orchid with bright purple flowers, suitable for use as cut flowers with a vase life of about 2 weeks. A nursery in Bandar Lampung has hundreds of Vanda Douglas plants with a height of 1.7 m-2 m. which have not flowered for more than a year. Flowering of orchids is influenced by many factors, including genetic factors, plant nutritional status and growth regulators. In addition, apical dominance can inhibit the formation of flower spikes. This study aimed to study the effect of Gaviota fertilizer NPK (13:27:27) and various cytokinin concentrations, and apical shoot decapitation on the flowering of Vanda Douglas orchids. This study consisted of 2 experiments. namely (1) the effect of Gaviota fertilizer and the concentrations of two types of cytokinins on Vanda Douglas flowering: and (2) Effect of cytokinin application and apical shoot decapitation on Vanda Douglas flowering. Both experiments were carried out using a completely randomized block design (RAKL) with three replications. Treatments of experiment 1 was arranged in a (2 x 5) factorial, with the first factor being two levels of fertilization (without fertilization and with 3 g/1 of Gaviota fertilizer) and the second factor being 5 levels of cytokinins benzyladenine (BA) concentrations with and without thidiazuron (TDZ), namely (in ppm): 0.250 BA, 500 BA, 250 BA+20 TDZ, and 500 BA+20 TDZ. The second experiment was done using the same experimental design and replications. treatments were also arranged in a (2 x 5) factorial, i.e. the same type and concentrations of cytokinin as in exp. 1, with and without apical shoot decapitation as the second factor. Each experimental unit consisted of ten plants in experiment 1 and eight plants in experiment 2. Percentage of flowering plants, panicle size and flower bud numbers and sizes were observed in week 6 (exp. 1) and the third week after shoot decapitation. Results of experiment 1 showed that the application of Gaviota fertilizer had no significant effect on the percentage of flowering of the Vanda Douglas orchids. However, there was a tendency to increase flowering compared to no fertilizer, i.e. from 9.6% to 16 %. The application of BA or BA and TDZ also did not significantly affect the flowering of Vanda Douglas, but there was a tendency to increase the percentage of flowering plants from the control (6.5%) to the highest 18.5% in the BA 500 + TDZ 20 ppm treatment. The results of experiment 2 showed that decapitation the shoot apex increased the flowering percentage of Vanda Douglas orchids from 0% to 46% to 79%, while the application of BA alone did not affect the percentage of flowering. However, the application of BA (250 or 500 ppm) combined with 20 ppm TDZ increased the percentage of flowering of Vanda Douglas, i.e. from 46% to 58% - 79%. The highest percentage of Vanda Douglas flowering was obtained in the treatment of shoot apex decapitation with the application of 500 ppm BA + 20 ppm TDZ. Key words: Benzyladenine, Decapitation, Orchids, Thidiazuron, Vanda Douglas. Vanda Douglas adalah anggrek yang bunganya berwarna ungu cerah, sangat sesuai digunakan sebagai bunga potong dengan masa segar bunga kurang lebih 2 minggu. Salah satu nurseri di Lampung memiliki ratusan tanaman Vanda Douglas setinggi 1,7 m -2 m, yang sudah setahun tidak berbunga. Pembungaan anggrek dipengaruhi banyak faktor, di antaranya faktor genetik, status nutrisi tanaman dan zat pengatur tumbuh (ZPT). Di samping itu, dominansi apikal dapat menghambat pembentukan tunas malai bunga (spike). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian pupuk lengkap Gaviota (NPK 13:27:27), aplikasi berbagai konsentrasi sitokinin, dan pemotongan pucuk terhadap pembungaan anggrek Vanda Douglas. Penelitian ini terdiri dari 2 percobaan yaitu (1) pengaruh pemberian pupuk Gaviota (NPK 13:27:27) dan konsentrasi dua jenis sitokinin terhadap pembungaan Vanda Douglas; dan (2) Pengaruh aplikasi sitokinin dan pemotongan pucuk terhadap pembungaan Vanda Douglas. Kedua percobaan dilaksanakan menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dengan tiga ulangan. Perlakuan percobaan I disusun secara faktorial (2 x 5), dengan faktor pertama adalah dua taraf pemupukan (tanpa pemupukan dan dengan pemupukan 3 g/l pupuk Gaviota dan faktor kedua adalah 5 taraf konsentrasi ZPT sitokinin benziladenin (BA) dengan dan tanpa thidiazuron (TDZ), yaitu (dalam ppm): 0, 250 BA, 500 BA, 250 BA+20 TDZ, dan 500 BA+20 TDZ. Dengan disain percobaan dan ulangan yang sama, perlakuan percobaan 2 juga disusun secatra faktorial (2 x5), yaitu taraf ZPT yang sama, dengan dan tanapa pemotongan pucuk. Masing-masing unit percobaan terdiri dari sepuluh tanaman pada percobaan 1 dan delapan tanaman pada percobaan 2. Persentase tanaman berbunga, ukuran malai dan kuntum bunga diamati pada minggu ke 6 (percobaan 1) dan minggu ke tiga setelah pemotongan pucuk. Hasil percobaan 1 menunjukkan bahwa Pemberian pupuk lengkap Gaviota NPK (13:27:27) tidak berpengaruh nyata terhadap persentase berbunga anggrek Vanda Douglas, namun terdapat kecenderungan peningkatannya dibandingkan dengan tanpa pupuk, yaitu dari 9,6% menjadi 16%. Aplikasi BA atau BA dan TDZ juga tidak berpengaruh nyata pada pembungaan anggrek Vanda Douglas, namun terdapat kecenderungan peningkatan persentase tanaman berbunga dari kontrol (6,5 %) menjadi yang tertinggi 18,5 % pada perlakuan BA 500 + TDZ 20 ppm. Hasil percobaan 2 menunjukkan bahwa pemotongan pucuk meningkatkan persentase pembungaan anggrek Vanda Douglas dari 0% menjadi 46% sd 79%, sedangkan aplikasi BA saja tidak mempengaruhi persentase pembungaan, namun aplikasi BA (250 atau 500 ppm) yang dikombinasikan dengan TDZ 20 ppm dapat meningkatkan persentase berbunga Vanda Douglas dari 46% menjadi 58 % – 79 %. Persentase berbunga Vanda Douglas yang tertinggi didapat pada perlakuan pemotongan pucuk dengan aplikasi 500 ppm BA + 20 ppm TDZ. Kata kunci: Angrek, Benziladenin , Decapitation, Thidiazuron , Vanda Douglas

Jenis Karya Akhir: Tesis (Masters)
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 630 Pertanian dan teknologi yang berkaitan
Program Studi: Fakultas Pertanian dan Pascasarjana > Prodi Magister Agronomi
Pengguna Deposit: 2301334406 . Digilib
Date Deposited: 27 Jun 2023 04:00
Terakhir diubah: 27 Jun 2023 04:00
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/73176

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir