UPAYA PERGERAKAN ORGANISASI PETANI DALAM PENYELESAIAN KONFLIK AGRARIA (Studi Pada Serikat Tani Korban Gusuran PT. BNIL (STKGB) Di Desa Bujuk Agung, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung)

David, Bahar Diwantoro (2023) UPAYA PERGERAKAN ORGANISASI PETANI DALAM PENYELESAIAN KONFLIK AGRARIA (Studi Pada Serikat Tani Korban Gusuran PT. BNIL (STKGB) Di Desa Bujuk Agung, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung). FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (12Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (1573Kb)
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA PEMBAHASAN.pdf

Download (1463Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya-upaya yang dilakukan Serikat Tani Korban Gusuran PT. BNIL (STKGB) dalam usaha reforma agraria dan bagaimana jaringan sosial, kekuatan internal hambatanhambatan dan aktor-aktor yang terlibat dalam proses penyelesaian konflik agraria yang terjadi di Desa Bujuk Agung, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang. Metode penelitian yang digunakan ini adalah naratif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dengan cara wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Serikat Tani Korban Gusuran PT. BNIL merupakan suatu wadah atau yang bisa disebut organisasi yang menyatukan masyarakat korban yang berjuang untuk mendapatkan hak atas tanahnya kembali dikarenakan konflik lahan antara masyarakat desa Bujuk Agung dengan PT. BNIL. Upaya-upaya yang sudah dilakukan yaitu melalui jalur advokasi dengan menjalin relasi dengan Lembaga Bantuan Hukum, KPA dan juga instansi pemerintah seperti Kementerian Desa, Komnas HAM, dan Kementerian ATR BPN. Selain melalui jalur hukum STKGB juga melakukan kampanye publik seperti melakukan tuntutan dan aksi demo yang berujung pada kriminalisasi petani. STKGB sebagai organisasi petani sudah melakukan upaya penyelesaian bertahuntahun hal ini dapat dilihat dari berbagai upaya yang sudah dilakukan dan hasil perjuangannya permasalahan ini juga sudah ditangani oleh pemerintah pusat dan menjadi salah satu daftar kasus konflk agraria yang di prioritaskan untuk diselesaikan. Hambatan dalam perjuangan STKGB dari segi internal yaitu kurangnya solidaritas antar anggota dan kurangnya pemahaman pemuda sebagai penerus perjuangan terkait perkembangan konflik yang terjadi, kemudian dari eksternal yaitu kebijakan-kebijakan pemerintah yang pro korporasi sehingga permasalahan ini belum menemui titik terang dalam proses penyelesaian. Kata Kunci : Organisasi Petani, Konflik Agraria, Gerakan Sosial Petani This study aims to find out how the efforts made by the Evicted Farmers Union of PT. BNIL (STKGB) in agrarian reform efforts and how social networks, internal strengths, obstacles and actors involved in the process of resolving agrarian conflicts that occurred in Bujuk Agung Village, Banjar Margo District, Tulang Bawang Regency. The research method used is a narrative with a qualitative approach. Data obtained by in-depth interviews, observation, and documentation. The results showed that the Evicted Farmers Union of PT. BNIL is a forum or what can be called an organization that unites victims who are struggling to get their land rights back due to land conflicts between the villagers of Bujuk Agung and PT. BNIL. Efforts that have been made, namely through advocacy channels by establishing relationships with Legal Aid Institutions, KPA and also government agencies such as the Ministry of Villages, Komnas HAM, and the Ministry of Agrarian and Human Rights BPN. Apart from going through legal channels, STKGB also carried out public campaigns such as holding lawsuits and demonstrations which led to the criminalization of farmers. STKGB as a farmer's organization has made efforts to resolve this for years. This can be seen from the various efforts that have been made and the results of their struggle. This problem has also been handled by the central government and has become one of the lists of agrarian conflict cases that are prioritized for resolution. Obstacles in the struggle for STKGB from an internal perspective, namely the lack of solidarity between members and a lack of understanding of youth as successors to the struggle related to the development of the conflict that occurred, then from the external, namely pro-corporate government policies so that this problem has not yet found a bright spot in the resolution process. Keywords: Farmers Organization, Agrarian Conflict, Peasant Social Movement

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial
Program Studi: Fakultas ISIP > Prodi Sosiologi
Pengguna Deposit: 2301492231 . Digilib
Date Deposited: 27 Jun 2023 07:22
Terakhir diubah: 27 Jun 2023 07:22
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/73259

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir