KARAKTERISTIK BIODEGRADABLE FILM BERBASIS SELULOSA KELOBOT JAGUNG (Zea mays) DENGAN PENAMBAHAN GLISEROL DAN CARBOXY METHYL CELLULOSE (CMC)

YUSUF , EKO PRASETYO (2023) KARAKTERISTIK BIODEGRADABLE FILM BERBASIS SELULOSA KELOBOT JAGUNG (Zea mays) DENGAN PENAMBAHAN GLISEROL DAN CARBOXY METHYL CELLULOSE (CMC). FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (1036Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2655Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2626Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Biodegradable film merupakan suatu bahan mirip plastik konvensional yang lebih mudah terdegradasi di alam. Kelobot jagung mengandung selulosa sebesar 42,31% berpotensi digunakan untuk pembuatan biodegradable film. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan gliserol dan penambahan CMC terhadap karakteristik biodegradable film berbasis selulosa kelobot jagung, serta mengetahui pengaruh interaksi antara gliserol dan CMC terhadap karakteristik biodegradable film berbasis selulosa kelobot jagung. Penelitian ini menggunakan RAKL dua faktor dan tiga ulangan. Faktor Pertama yaitu konsentrasi gliserol (1,5%, 2%, dan 2,5%). Faktor kedua yaitu CMC (2%, 2,5%, dan 3%). Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi gliserol dan CMC berpengaruh nyata terhadap nilai kuat tarik, persen pemanjangan, ketebalan, dan laju transmisi uap air. Hasil terbaik diperoleh pada konsentrasi gliserol 2,5% dan CMC 2% dengan nilai kuat tarik 284,94 MPa, nilai persen pemanjangan 27,53%, ketebalan 0,23 mm, dan laju transmisi uap air 2,05 g/m²/hari. Biodegradable film berbasis selulosa kelobot jagung dapat bertahan di suhu ruang selama enam minggu dan terurai di dalam tanah selama lima minggu. Kata Kunci : biodegradable film, kelobot jagung, selulosa, gliserol dan CMC Biodegradable film is a material similar to conventional plastic which is more easily degraded in nature. Corn husk contains 42.31% cellulose which has the potential to be used for making biodegradable films. The purpose of this study was to determine the effect of the addition of glycerol and the addition of CMC on the characteristics of biodegradable films based on corn husk cellulose, and to determine the effect of the interaction between glycerol and CMC on the characteristics of biodegradable films based on corn husk cellulose. This study used two-factor complete randomized block design and three replications. The first factor is the concentration of glycerol (1.5%, 2% and 2.5%). The second factor is CMC (2%, 2.5%, and 3%). The results showed that the concentration of glycerol and CMC significantly affected the value of tensile strength, elongation, thickness, and water vapor transmission rate. The best results were obtained at a concentration of 2.5% glycerol and 2% CMC with a tensile strength value of 284.94 MPa, a percent elongation value of 27.53%, a thickness of 0.23 mm, and a water vapor transmission rate of 2.05 g/m²/day . Corn husk cellulose-based biodegradable film can be stored at room temperature for six weeks and decomposes in the soil for five weeks. Keywords : biodegradable film, corn husk, cellulose, glycerol, CMC

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 630 Pertanian dan teknologi yang berkaitan
Program Studi: Fakultas Pertanian dan Pascasarjana > Prodi Teknologi Hasil Pertanian
Pengguna Deposit: 2301730130 . Digilib
Date Deposited: 21 Sep 2023 07:43
Terakhir diubah: 21 Sep 2023 07:43
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/75768

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir