APLIKASI BIOCHAR DAN KOTORAN AYAM TERHADAP POPULASI DAN BIOMASSA CACING TANAH PADA PERTANAMAN PADI GOGO (Oryza sativa L.) DI TANAH ULTISOL

RAQUITA , GUMALAU PUTRI. TR (2023) APLIKASI BIOCHAR DAN KOTORAN AYAM TERHADAP POPULASI DAN BIOMASSA CACING TANAH PADA PERTANAMAN PADI GOGO (Oryza sativa L.) DI TANAH ULTISOL. FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf

Download (167Kb) | Preview
[img] File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (1609Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
3. SKRIPSI TANPA PEMBAHASAN.pdf

Download (1367Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Padi gogo (Oryza sativa L.) di lahan kering berpotensi meningkatkan produksi beras nasional. Salah satu lahan kering di Indonesia adalah tanah Ultisol. Biochar mampu memperbaiki sifat-sifat tanah dan kotoran ayam merupakan sumber unsur hara. Cacing tanah merupakan indikator kesuburan tanah secara biologi yang berperan dalam meningkatkan kualitas tanah. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh biochar dan kotoran ayam terhadap populasi dan biomassa cacing tanah pada pertanaman padi gogo di tanah Ultisol, serta korelasi antara Corganik, suhu, pH dan kadar air tanah terhadap populasi dan biomassa cacing tanah. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Data dianalisis dengan analisis ragam dan uji tukey dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5%. Hasil peneitian ini menunjukkan perlakuan kombinasi biochar dan kotoran ayam 5 ton ha-1 (B3) nyata lebih tinggi memengaruhi populasi cacing tanah dibandingkan dengan kontrol (B0), namun tidak berbeda nyata dengan biochar (B1) dan kotoran ayam 5 ton ha-1 (B2) pada 63 HST dan 108 HST. Perlakuan kombinasi (B3) pada 63 HST nyata lebih tinggi memengaruhi biomassa cacing tanah dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Perlakuan kombinasi (B3) pada 180 HST nyata lebih tinggi memengaruhi biomassa cacing tanah dibandingkan dengan perlakuan (B0) dan (B1) namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan kotoran ayam (B2). C-organik tanah berkorelasi negatif dengan biomassa cacing tanah pada pada saat setelah panen (108 HST). Cacing tanah yang ditemukan temasuk ke dalam famili Magascolicidea dengan genus Magasscolex dan merupakan cacing anesik. Kata Kunci : biochar, cacing tanah, padi gogo, kotoran ayam, ultisol

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 630 Pertanian dan teknologi yang berkaitan
Program Studi: Fakultas Pertanian dan Pascasarjana > Prodi S1-Ilmu Tanah
Pengguna Deposit: 2308041906 . Digilib
Date Deposited: 03 Oct 2023 09:33
Terakhir diubah: 03 Oct 2023 09:33
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/76057

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir