REKAYASA PEMBUATAN PIRING SEKALI PAKAI BERBAHAN DASAR DAUN

Martinus, (2023) REKAYASA PEMBUATAN PIRING SEKALI PAKAI BERBAHAN DASAR DAUN. [Disertasi]

[img]
Preview
File PDF
Abstrak.pdf

Download (102Kb) | Preview
[img] File PDF
File Disertasi Full1.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2877Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
File Disertasi Tanpa Pembahasan.pdf

Download (1515Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Latar Belakang: Perlengkapan makanan sekali pakai, umumnya terbuat dari plastik seperti polyethylene, polystyrene, atau kertas berlapis plastik HDPE (High-Density Polyethylene), telah menjadi penyumbang utama sampah padat di Indone-sia. Meskipun awalnya plastik dianggap sebagai bahan wadah makanan yang ta-han lama, higienis, dan ekonomis, penggunaannya di Indonesia tidak selaras dengan prinsip-prinsip keberlanjutan. Plastik pembungkus makanan di Indonesia sering kali tidak dikelola dengan baik, menciptakan masalah lingkungan yang ber-lanjut. Oleh karena itu, Indonesia memerlukan solusi khusus untuk mengatasi permasalahan ini. Tujuan: Sebagai negara tropis dengan luas lahan pertanian mencapai 14,8 juta hektar pada tahun 2020 menurut Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia memiliki potensi melimpah dalam serat alam sebagai bahan baku yang dapat dimanfaatkan. Di samping itu, daun telah digunakan secara tradisional di Indonesia sebagai pembungkus makanan dan ketersediaannya sepanjang tahun menjadikannya alter-natif ideal untuk menggantikan plastik dalam pembungkus makanan sekali pakai. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menilai potensi piring daun sebagai pengganti piring plastik dan polystyrene. Metode: Penelitian dimulai dengan merancang mesin untuk mencetak piring daun, mencetak piring daun tersebut, dan menguji kualitasnya. Salah satu tan-tangan utama adalah ketebalan daun yang tipis dan kerentanannya terhadap panas selama proses pembentukan. Oleh karena itu, pengendalian suhu pada mesin pembentuk harus sangat baik untuk menghasilkan piring berkualitas tinggi. Selain itu, mesin yang dibuat juga dievaluasi dalam hal Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk memastikan kemudahan produksinya di Indonesia. Piring daun kemudian diuji secara mekanis, organoleptik, umur simpan, dan melalui ana-lisis siklus hidup (LCA) untuk membandingkannya dengan produk serupa.   Hasil: Hasil pengujian menunjukkan potensi besar pada daun jati, daun tebakak, dan pelepah pinang sebagai alternatif produk plastik. Pelepah pinang menonjol dengan daya tarik dan kapasitas uji tertinggi. Piring daun jati dapat bersaing dengan polystyrene, plastik HDPE, dan kertas. Secara organoleptik, piring daun jati dan tebakak dapat menyaingi piring plastik, polystyrene, dan kertas. Umur simpan piring daun mencapai 3,5 bulan. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, piring daun dapat digunakan sebagai alternatif yang layak untuk piring sekali pakai dari plastik. Mesin-mesin yang dikembangkan menghasilkan piring daun secara konsisten, bahkan dengan pen-ingkatan TKDN dari mesin manual ke mesin otomatis yang lebih konsisten. Piring daun telah berhasil melewati berbagai uji, termasuk uji beban maksimum (maxi-mum load), kekuatan Tarik (tensile strength) (daya tahan serat alam), ketahanan terhadap kebocoran (leakage resistence) (makanan berkuah dan minuman), umur simpan (shelf life), analisis siklus hidup (lifecycle analysis), dan uji organoleptic (Organoleptic test). Piring daun jati mampu menampung makanan hingga 357 gram, sedangkan piring pinang mampu menampung hingga 4184 gram, bersaing dengan piring polystyrene (340 gram), plastic (360 gram), dan kertas (245 gram) yang tersedia di pasaran. Kebutuhan energi total untuk 10.000 piring daun adalah 1082,12 MJ atau 19,2% lebih rendah daripada 10.000 piring polystyrene yang membutuhkan1542,12 MJ dan hanya 14,0% dibandingkan 10.000 piring kertas yang membutuhkan 8729 MJ. Piring daun juga tidak menghasilkan sampah padat dan emisi gas rumah kaca ketika diolah menjadi kompos. Berdasarkan uji kepe-kaan, piring daun jati memiliki umur simpan sekitar 3,5 bulan, yang cukup untuk proses distribusi. Piring daun merupakan pilihan yang ramah lingkungan dan co-cok sebagai pengganti perlengkapan makanan sekali pakai lainnya yang kurang ramah lingkungan dan menyebabkan akumulasi sampah yang sulit terurai.

Jenis Karya Akhir: Disertasi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 630 Pertanian dan teknologi yang berkaitan
Program Studi: Fakultas Pertanian dan Pascasarjana > Prodi Doktor Ilmu Pertanian
Pengguna Deposit: 2308188515 . Digilib
Date Deposited: 18 Oct 2023 07:46
Terakhir diubah: 18 Oct 2023 07:46
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/76605

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir