ANALISIS ZONA BATUAN INDUK BLACK SHALE SERTA STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN MENGGUNAKAN PEMODELAN 2D MAGNETOTELURIK DAN DATA GAYABERAT, STUDI KASUS: SUB-CEKUNGAN BINTUNI, PAPUA BARAT

Sultan, Al Ghifari (2023) ANALISIS ZONA BATUAN INDUK BLACK SHALE SERTA STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN MENGGUNAKAN PEMODELAN 2D MAGNETOTELURIK DAN DATA GAYABERAT, STUDI KASUS: SUB-CEKUNGAN BINTUNI, PAPUA BARAT. FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (138kB) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
SKRIPSI FULL TANPA PEMBAHASAN.pdf

Download (3MB) | Preview

Abstract

Studi tentang hidrokarbon di Sub-Cekungan Bintuni menemukan adanya potensi baru dari endapan batuan berumur Pre-Tersier dan Miosen. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan hidrokarbon dihasilkan dari batuan sedimen Formasi Ainim dengan tipe koregen III dan IV dan Formasi Klasafet tipe koregen III. Penelitian ini menggunakan metode Magnetotelurik (MT) untuk mengetahui persebaran resistivitas bawah permukaan, serta identifikasi keberadaan cadangan shale gas dengan jumlah titik pengukuran sebanyak 22 titik dan dikorelasikan dengan tingkat maturitas hidrokarbon pada source rock. Selain itu, pada penelitian ini menggunakan data gayaberat sebagai identifikasi keberadaan struktur pengontrol sistem hidrokarbon. Tahapan pengolahan data MT meliputi, proses rhobust, seleksi crosspower, dan pembuatan model bawah permukaan 1D dan 2D. Selain itu, metode gayaberat melalui tahapan reduksi medan, transformasi fourier, pemisahan anomali, filter derivative, dan pemodelan 2D. Dari analisis dan interpretasi data MT diketahui keterdapatan mature black shale yang diduga sebagai potensi source rock baik Tertiary-play dan Pre-Tertiary play pada Sub-Cekungan Bintuni memiliki nilai resisitivitas sebesar 0.008 – 5 Ωm pada mature black shale Formasi Ainim dan Formasi Klasafet. Berdasarkan hasil analisis analisis derivative dan forward modelling 2D data gayaberat, pada lintasan 1 terdapat 4 struktur utama (sesar dan cekungan). Pada lintasan 2 terdapat satu struktur sesar naik dan 2 closure antiklin pada lapisan berumur Tersier-Jurasik. Keterdapatan struktur di kedua lintasan diprediksi dapat menjadi jalur migrasi dengan bukti adanya rembesan hidrokarbon di kedua lintasan, serta merupakan trap berjenis struktural.

Item Type: Other
Subjects: Universitas Lampung > Fakultas Teknik > Prodi Teknik Informatika
Divisions: ?? geofisika ??
Depositing User: 2308657874 . Digilib
Date Deposited: 27 Dec 2023 08:20
Last Modified: 27 Dec 2023 08:20
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/77934

Actions (login required)

View Item View Item