PERFORMA BUDI DAYA SIDAT Anguilla bicolor (McCLELLAND, 1844) STADIA ELVER DENGAN PADAT TEBAR BERBEDA PADA KOLAM BUNDAR BERESIRKULASI

Dendy , Dermawan Yusuf (2023) PERFORMA BUDI DAYA SIDAT Anguilla bicolor (McCLELLAND, 1844) STADIA ELVER DENGAN PADAT TEBAR BERBEDA PADA KOLAM BUNDAR BERESIRKULASI. FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (49Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (995Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (854Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Budi daya sidat adalah salah satu peluang usaha yang berpotensi pada industri perikanan di Indonesia karena kebutuhan sidat yang sangat tinggi sebagai komoditas pasar ekspor. Budi daya sidat di Indonesia masih memiliki masalah yaitu pertumbuhan yang lambat serta tingkat kelulushidupan sidat yang rendah khususnya pada stadia elver. Teknologi budi daya sidat perlu dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas dengan melakukan rekayasa media pemeliharaan sehingga meningkatkan kenyamanan dan mengurangi stres pada sidat. Penggunaan sistem resirkulasi dan kolam bundar dapat menjadi solusi dalam peningkatan teknologi budi daya sidat. Selain itu, untuk meningkatkan produktivitas perlu dievaluasi padat tebar optimal untuk penggunaan kolam bundar dan sistem resirkulasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi performa budi daya sidat dengan padat tebar 4, 6, dan 8 ekor/L dengan bobot 2,37±0,47 g/ekor yang dilakukan pemeliharaan dengan sistem resirkulasi dan kolam bundar selama 20 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh padat tebar berbeda nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan spesifik, tingkat kelulushidupan, dan rasio konversi pakan. Perlakuan terbaik yaitu pada padat tebar 4 ekor/L dengan pertumbuhan bobot mutlak sebesar 0.43 ± 0,03 g. laju pertumbuhan spesifik sebesar 0,61 ± 0.01 %/hari, dan tingkat kelulushidupan sebesar 99,19 ±0,25%. Kata kunci: kolam bundar, padat tebar, pertumbuhan, sistem resirkulasi, sidat Indonesian shortfin eel (Anguilla bicolor) is one of the potential business opportunities in the fishing industry in Indonesia because of the very high demand for eel as an export market comodity. Eel farming in Indonesia still has problems, namely slowly growth and low survival rates, especially at the elver stage. Eel farming technology needs to be developed to increase the productivity of eel farming by engineering maintenance media so as to increase the level of comfort and reduce the level of stress on the eels. The use of recirculation systems and round ponds can be a solution in improving eel farming technology. Apart from that, to increase productivity it is necessary to evaluate the optimal stocking density for the use of round ponds and recirculation systems. This research aimed to evaluate the performance of eel farming with stocking densities of 4, 6, and 8 ind/L with an average weight of 2,37 ± 0,47 g/ind under recirculating system and circular pond condition for 20 days. The study revealed that stocking density significantly affected (P<0,05) absolute weight growth, specific growth rate, survival rate, and feed conversion ratio. The optimal treatment was observed at a stocking density of 4 ind/L, resulting in an absolute weight growth of 0,43 ± 0,03 g. the specific growth rate was 0,61 ± 0,01 %/day, and the survival rate was 99,19 ± 0,25%. Keywords: circular pond, stocking density, growth, recirculation system, eels

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 630 Pertanian dan teknologi yang berkaitan
Program Studi: Fakultas Pertanian dan Pascasarjana > Prodi Budidaya Perairan
Pengguna Deposit: 2308948161 . Digilib
Date Deposited: 19 Mar 2024 01:28
Terakhir diubah: 19 Mar 2024 01:28
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/79689

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir