PELAKSANAAN PENGUJIAN BERKALA KENDARAAN BERMOTOR PADA DINAS PERHUBUNGAN KOTA BANDAR LAMPUNG

0642011188, Fredy Dwi Satya (2010) PELAKSANAAN PENGUJIAN BERKALA KENDARAAN BERMOTOR PADA DINAS PERHUBUNGAN KOTA BANDAR LAMPUNG. UNSPECIFIED.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK pepeng.pdf

Download (49Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (11Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
BAB I.pdf

Download (19Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
BAB II.pdf

Download (39Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
BAB III.pdf

Download (11Kb) | Preview
[img] File PDF
BAB IV.pdf
Restricted to Hanya pengguna terdaftar

Download (73Kb)
[img]
Preview
File PDF
BAB V.pdf

Download (8Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
cover 2.pdf

Download (21Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
cover.pdf

Download (21Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
DAFTAR ISI.pdf

Download (11Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (7Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
lembar pengesahan.pdf

Download (8Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
MOTTO.pdf

Download (6Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
RIWAYAT HIDUP.pdf

Download (5Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
SAN WACANA.pdf

Download (7Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Abstrak Lalu lintas dan angkutan jalan memegang peranan penting dalam menunjang, memperlancar dan meningkatkan pembangunan perekonomian baik regional maupun nasional. Kebutuhan akan jasa lalu lintas semakin bertambah sehingga jumlah kendaraan bermotor sebanyak ±5973 kendaraan yang semakin berkembang dari tahun ketahun di kota bandar lampung menyebabkan tidak seimbangnya antara jumlah kendaraan yang ada dengan prasarana jalan sebesar ± 532 km yang tersedia dan meningkat pula angka kecelakaan lalu lintas ± 217 kendaraan pertahun. Kecelakaan tersebut 30 % disebabkan kurang layaknya mobil tersebut beroperasi. Dalam hal ini sebagaian besar diakibatkan dari factor teknis dan tidak layak jalan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimanakah pelaksanaan pengujian berkala kendaraan bermotor oleh Dinas Perhubungan di Kota Bandar lampung?. 2) Faktor penghambat apa saja yang dihadapi dalam pelaksanaan pengujian berkala kendaraan bermotor di Kota Bandar lampung?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara jelas Pelaksanaan Pengujian Berkala Kendaraan Bermotor pada Dinas Perhubungan di Kota Bandar lampung dan mengetahui faktor penghambatnya. Hasil penelitian menunjukan, bahwa Pelaksanaan Pengujian Berkala Kendaraan Bermotor Pada Dinas Perhubungan di Kota Bandar lampung sudah berjalan cukup baik yang didasarkan pada peraturan perundangundangan Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 Tentang Kendaraan dan Pengemudi, Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM.48 Tahun 2004 Tentang Kendaraan Bermotor, Peraturan Daerah Nomot 09 Tahun 2007 tentang Pelayanan Pengujian Berkala Kendaraan Bermotor pada Dinas Perhubungan di Kota Bandar lampung. Faktor-faktor penghambat yang mempengarui Pelaksanaan Pengujian Berkala Kendaraan Bermotor pada Dinas Perhubungan Di Kota Bandar lampung antara lain : terbatasnya jumlah pengujian yang memiliki kualifikasi, hal ini disebabkan jumlah penguji yang memiliki keahlian hanya berjumlah 2 (dua) orang, belum digunakannya peralatan canggih dalam pegujian dikarenakan mahalnya alat penguji dan Pemilik kendaraan bermotor wajib uji yang enggan untuk mengujikan kendaraan bermotornya karena tingkat kesadaran yang masih rendah dan belum memahami manfaat pengujian kendaraan bermotor. Abstract Traffic and road transport plays an important role in supporting, improving and enhancing the economic development both regionally and nationally. The need for services is increasing traffic, limiting the number of motor vehicles as much as ± 5973 vehicles growing from year to year in the city of bandar Lampung causes unbalance between the number of vehicles available with the road infrastructure amounting to ± 532 km are available and also increase the traffic accident rate ± 217 vehicles per year. The accident caused 30% less like a car it operates. In this case the bulk resulting from technical factors and not roadworthy. The problem in this study were: (1) how the implementation of periodic testing of vehicles by the Department of Transportation in the city of Bandar Lampung?. 2) any inhibiting factors encountered in the implementation of periodic testing of motor vehicles in the city of Bandar Lampung?. The purpose of this research is to know clearly the Implementation of Periodic Motor Vehicle Testing at the Department of Transportation in the city of Bandar Lampung and find out the inhibiting factor. The result showed that the implementation of the Motor Vehicle Periodic Testing On Department of Transportation in the city of Bandar Lampung is going pretty well which is based on legislation No. 22 of 2009 on Road Traffic and Transportation, Government Regulation No. 20 of 2004 on Vehicles and Drivers, Minister of Communications Decree No. KM.48 Year 2004 Vehicles, Local Regulation Nomot 09 Year 2007 on the Periodic Motor Vehicle Testing Services in the Department of Transportation in the city of Bandar Lampung. Inhibiting factors that affects the Implementation of Periodic Motor Vehicle Testing at the Department of Transportation In the city of Bandar Lampung, among others: the limited number of tests that have qualified, this is due to the number of examiners who have expertise only amounted to 2 (two), yet the use of sophisticated equipment in pegujian because of the expensive testing equipment and motor vehicle owners who are reluctant to test compulsory vehicle testing this bermotornya because the level of awareness is still low and do not understand the benefits of the test vehicle.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek:
Program Studi: Fakultas Hukum > Prodi Ilmu Hukum S1
Pengguna Deposit: IC-STAR . 2015
Date Deposited: 16 Apr 2015 06:11
Terakhir diubah: 21 Oct 2015 04:34
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/8273

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir