EPRIYAN , SAPUTRA (2024) KEBIJAKAN HUKUM PENYELENGGARAAN UPAYA KESEHATAN TERHADAP ANAK UNTUK TUMBUH KEMBANG SECARA OPTIMAL. Masters thesis, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK.pdf Download (23Kb) | Preview |
|
![]() |
File PDF
TESIS FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (2143Kb) | Minta salinan |
|
|
File PDF
TESIS TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (1896Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Hak anak merupakan bagian penting dari hak asasi manusia yang harus dilindungi, termasuk hak atas kesehatan dan tumbuh kembang yang optimal. Di Indonesia, isu tumbuh kembang anak masih menghadapi berbagai tantangan, seperti stunting, gizi buruk, dan akses pelayanan kesehatan yang belum merata. Masalah ini memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak, terutama dalam penerapan kebijakan hukum untuk memastikan setiap anak mendapatkan haknya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kebijakan hukum dan upaya kesehatan dapat mendukung tumbuh kembang anak secara optimal serta menjadikannya bagian dari jaminan hak atas kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif, Spesifikasi penelitian deskriptif analitis dan Analisa yuridis menggunakan bahan perundang-undangan tentang kesehatan anak dan conceptual approach untuk memahami konsepkonsep hukum terkait perlindungan anak. Hasil dari penelitian ini yaitu; (1) kebijakan hukum dan upaya kesehatan terhadap anak agar mencapai tumbuh kembang secara optimal belum maksimal pelaksanaanya, Pengaruh faktor ekonomi pada anak gizi buruk merupakan fenomena yang saling berhubungan karena faktor ekonomi berpengaruh langsung terhadap status gizi anak usia anak dan kondisi kekurangan ekonomi akibat penghasilan kecil dan tidak pasti. Selain itu, adapun faktor lain yaitu penyediaan sarana dan prasarana kurang memadai. Dalam menunjang terlaksananya suatu kegiatan maka sarana dan prasarana harus memadai. Jika sarana dan prasarana tersedia baik dari segi kualitas maupun kuantitas maka suatu program dapat mendukung dan tercapai. (2) Upaya kesehatan terhadap anak agar mencapai tumbuh kembang secara optimal sebagai jaminan hak atas kesehatan merupakan wujud pemenuhan kewajiban negara untuk melindungi dan meningkatkan derajat kesehatan anak-anak. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, upaya ini mencakup aspek promotive, preventif, kuratif, dan rehabilitative. tantangan masih ada, termasuk kesenjangan akses layanan, rendahnya kesadaran orang tua terhadap pentingnya deteksi dini, serta keterbatasan infrastruktur kesehatan. Untuk itu, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat perlu diperkuat, disertai edukasi yang lebih masif untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam mendukung kesehatan anak. Kata Kunci: Kebijakan hukum; tumbuh kembang anak; Kesehatan anak Children's rights are an important part of human rights that must be protected, including the right to optimal health and growth and development. In Indonesia, the issue of child growth and development still faces various challenges, such as stunting, malnutrition, and unequal access to health services. This problem requires serious attention from various parties, especially in the implementation of legal policies to ensure that every child gets their rights. The formulation of the problem in this study is how legal policies and health efforts can support optimal child growth and development and make it part of the guarantee of the right to health. This study uses a normative legal approach, analytical descriptive research specifications and legal analysis using legal materials on child health and a conceptual approach to understand legal concepts related to child protection. The results of this study are; (1) Legal policies and health efforts for children to achieve optimal growth and development have not been implemented optimally. The influence of economic factors on malnourished children is an interrelated phenomenon because economic factors directly affect the nutritional status of children and the condition of economic deprivation due to low and uncertain income. In addition, there are other factors, namely the provision of inadequate facilities and infrastructure. In supporting the implementation of an activity, facilities and infrastructure must be adequate. If facilities and infrastructure are available in terms of both quality and quantity, a program can support and be achieved. (2) Health efforts for children to achieve optimal growth and development as a guarantee of the right to health are a form of fulfillment of the state's obligation to protect and improve the health of children. Based on Law Number 17 of 2023 concerning Health, this effort includes promotive, preventive, curative, and rehabilitative aspects. challenges still exist, including gaps in access to services, low parental awareness of the importance of early detection, and limited health infrastructure. For this reason, synergy between the central, regional, and community governments needs to be strengthened, accompanied by more massive education to increase public understanding and participation in supporting children's health. Keywords: Legal policy; child development; child health
Jenis Karya Akhir: | Tesis (Masters) |
---|---|
Subyek: | 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum |
Program Studi: | Fakultas Hukum > Magister Hukum S2 |
Pengguna Deposit: | 2308835252 . Digilib |
Date Deposited: | 18 Feb 2025 02:58 |
Terakhir diubah: | 18 Feb 2025 02:58 |
URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/84120 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |