UPAYA PERLINDUNGAN HUKUM PRODUK OLAHAN IKAN TERI USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) MELALUI MEREK KOLEKTIF DI PULAU PASARAN

KHANSA , LUTHFITA RISQI (2024) UPAYA PERLINDUNGAN HUKUM PRODUK OLAHAN IKAN TERI USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) MELALUI MEREK KOLEKTIF DI PULAU PASARAN. Masters thesis, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK - KHANSA LUTHFITA RISQI.pdf

Download (1555Kb) | Preview
[img] File PDF
TESIS FULL - KHANSA LUTHFITA RISQI.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (1973Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
TESIS FULL TANPA BAB PEMBAHASAN -KHANSA LUTHFITA RISQI.pdf

Download (1971Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Merek kolektif adalah merek yang dimiliki dan dipakai secara bersama oleh beberapa orang atau badan hukum yang digunakan pada barang dan/atau jasa dengan karakteristik yang sama mengenai sifat, ciri umum, dan mutu barang atau jasa serta pengawasannya untuk membedakan dengan barang dan/atau jasa sejenis lainnya. Pendaftaran merek dengan menggunakan merek kolektif memiliki banyak kelebihan bagi pelaku UMKM. Pendaftaran merek kolektif memberikan perlidungan hukum bagi pemilik merek tersebut. Namun di Pulau Pasaran hanya satu UMKM saja yang sudah melakukan pendaftaran merek. Permasalahan hukum dalam penelitian ini adalah bagaimana potensi pendaftaran merek kolektif bagi pelaku UMKM di Pulau Pasaran, apa saja manfaat dari pendaftaran merek kolektif dan faktor penghambat pendaftaran merek kolektif tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian normatif-empiris dan pendekatan live case study. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dan studi lapangan. Narasumber dalam penelitian ini adalah Pelaku UMKM di Pulau Pasaran. Metode pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan melalui pemeriksaan data, penandaan data, rekonstruksi data, dan sistematis data serta analisis data dengan menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa pelaku UMKM di Pulau Pasaran berpotensi untuk mendaftarkan merek mereka dengan menggunakan merek kolektif karena telah memenuhi unsur dari merek kolektif. Pendaftaran merek kolektif dapat memberikan manfaat berupa perlindungan hukum bagi pemilik merek kolektif, merek kolektif dimiliki dan dipakai bersama, dapat digunakan untuk mengkomersialkan produk dagangan yang dimiliki, biaya yang menjadi lebih terjangkau, dan dapat menghemat waktu serta tenaga. Namun, dalam pendaftaran merek kolektif tersebut terdapat hambatan bagi pelaku UMKM di Pulau Pasaran, yaitu: kurangnya pengetahuan dan informasi mengenai merek kolektif, terkendala waktu dan biaya serta terdapat perbedaan dalam beberapa produk yang ingin ditawarkan oleh para pelaku UMKM di Pulau Pasaran. Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah pemerintah sebaiknya mulai melakukan sosialisasi mengenai merek kolektif. Hal ini dilakukan agar para pelaku UMKM di Pulau Pasaran menjadi lebih mengerti dan paham mengenai merek kolektif. Pemerintah juga diharapkan untuk memberikan bantuan mengenai prosedur pendaftaran merek dan merek kolektif. Bantuan dapat berupa memberikan informasi mengenai prosedur pendaftaran merek kolektif ataupun memberikan pengarahan langsung dalam melakukan pendaftaran merek kolektif. Kata Kunci: Hambatan, Pendaftaran Merek Kolektif, UMKM Pulau Pasaran.

Jenis Karya Akhir: Tesis (Masters)
Subyek: 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum
Program Studi: Fakultas Hukum > Magister Hukum S2
Pengguna Deposit: UPT . Siswanti
Date Deposited: 22 Feb 2025 08:15
Terakhir diubah: 22 Feb 2025 08:15
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/85043

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir