Zainal, Aulia Rohma (2013) PENGARUH MEDAN MAGNET TERHADAP AKTIVITAS ENZIM α- AMILASE PADA KECAMBAH KACANG MERAH DAN KACANG BUNCIS HITAM (Phaseolus vulgaris L.). Fakultas MIPA, Universitas Lampung.
|
Text
COVER DALAM.pdf - Published Version Download (118kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf - Published Version Download (164kB) | Preview |
|
|
Text
HALAMAN PENGESAHAN.pdf - Published Version Download (182kB) | Preview |
|
|
Text
HALAMAN PERSETUJUAN.pdf - Published Version Download (197kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf - Published Version Download (133kB) | Preview |
|
|
Text
BAB I.pdf - Published Version Download (145kB) | Preview |
|
|
Text
BAB II.pdf - Published Version Download (363kB) | Preview |
|
|
Text
BAB III.pdf - Published Version Download (271kB) | Preview |
|
|
Text
BAB IV.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (392kB) |
||
|
Text
BAB V.pdf - Published Version Download (46kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (191kB) | Preview |
|
|
Archive
LAMPIRAN.zip - Published Version Download (1MB) |
Abstract
Kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) varietas Monel dan kacang buncis hitam (Phaseolus vulgaris L.) varietas Hawkesbury Wonder merupakan genus Phaseolus yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Kedua jenis kacang ini memiliki kandungan gizi yang tinggi dan kandungan enzim aktif yang dapat membantu metabolisme karbohidrat. Enzim α-amilase mampu mengkatalis proses perubahan cadangan makanan, pati menjadi gula yang kemudian digunakan sebagai sumber energi untuk pertumbuhan sel. Proses perkecambahan biji dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain suhu, air, cahaya, nutrisi, kelembaban serta medan magnet dan medan listrik. Medan magnet diketahui dapat meningkatkan perkecambahan biji. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh medan magnet terhadap aktivitas enzim α-amilase pada kecambah kacang buncis hitam dan kacang merah. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Botani dan Laboratorium Biomolekuler Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung pada September 2012- Mei 2013. Percobaan disusun dalam Rancangan Kelompok Teracak Lengkap dengan 3 ulangan sebagai kelompok. Untuk pengukuran enzim tiap kelompok diulang 3 kali. Perlakuan yang digunakan adalah lama pemaparan kuat medan magnet 0,1 mT terdiri dari kontrol (0 menit), 7’48’’, 11’44’’ dan 15’36’’. Parameter yang diukur adalah aktivitas α-amilase. Perbedaaan aktivitas α-amilase pada tiap perlakuan dianalisis dengan perbandingan rata-rata aktivitas enzim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan lama pemaparan medan magnet 0,1 mT meningkatkan aktivitas enzim α-amilase pada kotiledon dan hipokotil kacang merah dan kacang buncis hitam. Perlakuan lama pemaparan medan magnet yang menyebabkan peningkatan aktivitas enzim α-amilase tertinggi adalah perlakuan selama 15’36” pada semua parameter yang diukur. Kata Kunci: Kacang merah, kacang buncis hitam, enzim α-amilase, medan magnet dan perkecambahan.
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Subjects: | Q Science (General) > Q Science (General) Q Science (General) > QH Natural history > QH301 Biology |
| Divisions: | Fakultas MIPA > Prodi Biologi |
| Depositing User: | UPT Perpustakaan Unila |
| Date Deposited: | 03 Feb 2014 03:21 |
| Last Modified: | 03 Feb 2014 03:21 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/867 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
