MANAJEMEN KONFLIK PEMBANGUNAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR (TPA) REGIONAL PROVINSI LAMPUNG

RUWEISHA , - (2025) MANAJEMEN KONFLIK PEMBANGUNAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR (TPA) REGIONAL PROVINSI LAMPUNG. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (239kB) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (44MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (44MB) | Preview

Abstract

Pengelolaan sampah di Provinsi Lampung masih menghadapi tantangan, terutama terkait dengan praktik open dumping di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan. Untuk mengatasinya Pemerintah Provinsi Lampung merencanakan pembangunan TPA Regional di Desa Tanjung Sari, Lampung Selatan sejak tahun 2019. Rencana tersebut mendapat penolakan dari masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen konflik dalam pembangunan TPA Regional Provinsi Lampung dengan pendekatan kualitatif dalam desain studi kasus untuk memahami dinamika konflik dan strategi penyelesaiannya. Hasil penelitian yang dilakukan peneliti berdasarkan tahapan manajemen konflik Stevenin (1997), menunjukkan bahwa konflik dipicu oleh kekhawatiran masyarakat terkait pengelolaan yang buruk, terutama akibat ketiadaan dokumen AMDAL untuk menilai dampak lingkungan dan kesehatan. Kurangnya transparansi, dan lemahnya komunikasi yang memperburuk kepercayaan publik terhadap proyek. Penyelesaian konflik membutuhkan pendekatan terpadu yang melibatkan masyarakat, komunikasi langsung, keterbukaan informasi, kompensasi adil, serta edukasi dan studi banding. Secara teknis, pemilahan sampah dari sumber dan penerapan teknologi ramah lingkungan sangat penting untuk efektivitas pengelolaan sampah. Di sisi kebijakan, penyusunan AMDAL merupakan dasar untuk pembangunan yang bertanggung jawab dan juga berkelanjutan. Keberhasilan implementasi sangat bergantung pada koordinasi lintas sektor, komunikasi yang konsisten, dan evaluasi berkelanjutan. Evaluasi menunjukkan bahwa pelaksanaan FGD sebelumnya tidak efektif dalam menyelesaikan konflik karena belum mampu mengakomodasi aspirasi masyarakat secara menyeluruh. Kata Kunci: Pengelolaan Sampah, TPA Regional, Manajemen Konflik

Item Type: Other
Subjects: ?? 300 ??
?? 350 ??
Divisions: Fakultas ISIP > Prodi Administrasi negara
Depositing User: 2506613017 Digilib
Date Deposited: 14 Jun 2025 04:42
Last Modified: 14 Jun 2025 04:42
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/88615

Actions (login required)

View Item View Item