UPAYA KEPOLISIAN DALAM MENANGGULANGI KEJAHATAN YANG DILAKUKAN OLEH KELOMPOK PREMAN (Studi Kasus di Polda Lampung)

0912011304, BAMBANG SEPRIYANTO (2013) UPAYA KEPOLISIAN DALAM MENANGGULANGI KEJAHATAN YANG DILAKUKAN OLEH KELOMPOK PREMAN (Studi Kasus di Polda Lampung). Digital Library.

[img]
Preview
Text
Abstract.pdf

Download (18Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (12Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (45Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (58Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (13Kb) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (61Kb)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (10Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (19Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (8Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (9Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR TABEL.pdf

Download (4Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
HALAMAN JUDUL.pdf

Download (20Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf

Download (6Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
RIWAYAT HIDUP.pdf

Download (9Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
SANWACANA.pdf

Download (20Kb) | Preview

Abstrak

Abstrak Premanisme telah menyebar di Indonesia, mulai dari kota besar hingga ke desadesa telah begitu rata dikuasai oleh preman yang tidak lain adalah geng yang rawan melakukan tindak kejahatan. Jajaran Polda Lampung telah menggelar operasi Sikat Krakatau yang dilaksanakan pada pertengahan tahun 2012. Operasi Sikat Krakatau 2012 memfokuskan permasalahan premanisme yang sangat meresahkan masyarkat. Operasi tersebut dititikberatkan pada aksi premanisme di antaranya, penodongan, pemerasan dan penganiayaan. Operasi itu dilakukan di terminal, pasar, pelabuhan dengan sasaran kelompok pengangguran yang kerap kali meresahkan masyrakat. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah upaya Kepolisian dalam menanggulangi kejahatan yang dilakukan oleh kelompok preman di Lampung dan faktor-faktor apakah yang menjadi penghambat dalam penanggulangan kejahatan yang dilakukan oleh kelompok preman di Lampung. Metode penelitian yang digunakan melalui pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris, sedangkan sumber data dan jenis data diambil dari data primer, data sekunder dan juga dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier, adapun yang dijadikan populasi disini adalah anggota Kepolisian daerah Lampung dan dosen fakultas hukum Unila. Pengumpulan data berdasarkan studi kepustakaan dan studi lapangan, sedangkan pengelolaan data dilakukan dengan metode editing, sistematisasi, klasifikasi dan tabulasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan bahwa upaya Kepolisian dalam menanggulangi kejahatan yang dilakukan oleh kelompok preman di Lampung, antara lain dengan upaya non-penal dan upaya penal. Upaya non-penal yaitu upaya penanggulangan kejahatan yang bersifat akan pencegahan untuk terjadinya kejahatan diluar pengadilan, maka sasaran utamanya adalah menangani faktorfaktor kondusif penyebab terjadinya kejahatan. Upaya non-penal yang dapat dilakukan yaitu penggarapan masalah kesehatan jiwa (social hygiene); kegiatan Karang Taruna dan kegiatan Pramuka; penggarapan kesehatan jiwa masyarakat Bambang Sepriyanto dengan pendidikan agama; pemanfaatan media pers/media massa, pemanfaatan kemajuan teknologi dan pemanfaatan potensi efek preventif dari aparat penegak hukum; kegiatan patroli dari Polisi yang dilakukan secara kontinyu serta kegiatan yang berorientasi pada pelayanan masyarakat atau kegiatan komunikatif-edukatif dengan masyarakat. Sedangkan, upaya penal lebih menitikberatkan pada sifat represif sesudah kejahatan terjadi, antara lain mencakup tindakan menyelidiki, menyidiki, menuntut serta memeriksa dan mengadili. Faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam penanggulangan kejahatan yang dilakukan oleh kelompok preman di Lampung, antara lain aparat penegak hukum yang tidak bertindak tegas dalam menanggulangi kejahatan yang dilakukan oleh kelompok preman, sarana atau fasilitas yang tidak mendukung, masyarakat yang bersikap apatis, dan budaya yang cenderung membiarkan munculnya kelompok preman yang tentu saja diikuti dengan tindak kejahatan yang dilakukan oleh kelompok preman tersebut. Agar membantu proses penanggulangan preman pelaku kejahatan hendaknya aparat Kepolisian dapat memperbaiki kualitas dengan cara lebih cepat dalam menanggapi laporan masyarakat, kegiatan patroli yang dilakukan secara kontinyu, dan menambah jumlah personil terutama saat melaksanakan razia, selain itu aparat Kepolisian juga harus dilengkapi dengan sarana dan fasilitas yang mendukung, dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya kejahatan oleh kelompok preman, serta menumbuhkan budaya percaya kepada pihak keamanan yang resmi Abstract Gangsterism has spreaded in Indonesia, it begins from big city until village is dominated by crime gang. Lampung police has operated “Sikat Krakatau” which is held in the middle of 2012. “Sikat Krakatau Operation 2012” focused on the gangsterism problems. This operation focused on hold up, extortion, persecution. This operation is done by terminal, market, harbor with target the unemployed are disturbing residents. The problem of the research is how the police efforts overcome crimes committed by gang in Lampung and what the factors become obstacle in prevention crimes which is done by gang in Lampung. The method of this research used normative juridical and empric juridical approach, while the data source and Type of data is taken from the primary data, secondary data and from primary matter of law, secondary matter of Law, and tertiary matter of Law, this population is Lampung police and Lecture of Law Faculty Lampung University. The collecting the data consists of document and field study, while the data used editing method, systematization, classification and tabulation. Based on the result of research and discussion states that the efforts police in prevent crimes which is done gang in Lampung, non-penal efforts and penal efforts. Nonpenal efforts are the efforts preventing crimes outside the court, so the main target is to prevent the cause conducive factors crimes. Non-penal efforts which can be done are social hygiene; scout activity; social hygiene with religion education; use of mass media, use of technology modern and use of preventive potency from Police; activity police which is done continually and activity oriented public service or communicative-educative activity with community. While, the efforts penal efforts focused on repressive after crimes, for example investigation acts, investigating, prosecute and judge checking. The factors which can be obstacle in preventing crimes which is done by gang in Lampung, there is no role which manage crimes which is Bambang Sepriyanto done by gang applicable both nationally and local regulations, law personnel who do not act decisively in preventing crimes which is done by gang, facilities do not support apathetic community, and culture which provokes gang to crimes act continuously. To help preventing process of gang, police should improve professional and human resources., besides that community should be pro-active in joining police in preventing and eradicating a gang in Lampung

Tipe Karya Ilmiah: Artikel
Subyek: A General Works = Karya Karya Umum
Program Studi: Fakultas Hukum > Prodi Ilmu Hukum S1
Depositing User: IC-STAR . 2015
Date Deposited: 28 Apr 2015 01:56
Last Modified: 28 Apr 2015 01:56
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/8909

Actions (login required)

View Item View Item